Labbaik Allahumma Labbaik

Jam di pojok kanan bawah monitor saya sudah menunjukkan pukul tujuh belas lewat beberapa menit. Waktunya pulang. Segera saya rapikan perlengkapan kerja dan mematikan komputer. Lalu turun ke lantai dasar untuk menyetorkan jempol saya.

Di salah satu mesin fingger print, saya bertemu salah seorang rekan saya, Lucky namanya. Selintas saya melihat aura yang sedikit berbeda dari hari biasanya.

“Bangrif, mohon maaf, yah!” ucapnya seraya mengajak berjabat tangan.

Saya sambut ajakannya tersebut dengan penuh keheranan. Dalam hati saya berpikir, jangan-jangan ada yang salah neh. Duh, jadi berburuk sangka.

“Besok saya cuti besar. Saya mau berangkat,” lanjutnya.

Cuti besar? Berangkat? Pertanyaan itu terlitas dalam pikiran saya dan saya langsung bisa menemukan jawaban tersebut.

“Pergi haji?” tanya saya.

“Iya, Bang!” jawabnya mantap.

Subhanallah wal hamdulillah.

“Selamat.. selamat.. sebut nama gue di sono yah, biar bisa nyusul,” ucap saya sebelum berpisah.

Benar-benar lucky!

—ooo0ooo—

telah lama hatiku memendam rindu
berkeliling tujuh kali di hadapan rumahMU
meniru revolusi bumi kepada matahari
sebagai tanda tercipta untuk mengabdi

telah lama kutancapkan niat di hati
untuk berlari-lari antara shafa dan marwah dalam sa’i
menyusuri jejak-jejak kaki
dari seorang ibu kepada anak bakal nabi

telah kugantungkan cita-cita setinggi langit biru
untuk melempar jumrah ke arah yang satu
mengusir segala nafsu syetan yang menyelimutiku
yang menyeretku jauh dari sinaranMU

telah lama kunantikan suatu masa
berpakaian putih dan duduk dengan jutaan manusia
di Arafah miniatur padang Mahsyar di alam sana
hingga hilanglah kesombongan dan kekerdilan jiwa

aku tersadar
bahwa diriku tak seindah mawar
aku tenggelam
dalam nista yang semakin dalam
aku hina
terjatuh dalam lumpur-lumpur dosa
tapi mohon izinkan diriku
tuk memendam selaksa rindu
dari sebuah cita dan niat di hatiku
untuk bertemu
hingga masa yang Kau tetapkan untukku

About these ads

14 thoughts on “Labbaik Allahumma Labbaik

  1. nawhi said: saya kok merasa belum pantas untuk ke sana…berat tanggung jawabnya .

    pergi haji itu hukumnya wajib bagi yang mampu, nah kalo sekarang belom mampu ya niat aja dulu. niat aja kan gak susah, gratis :)

  2. zaffara said: Semoga kita semua bisa berkumpul bersuduj di muka Ka’bah,mengAgungkan Tuhan alam semesta,amiin

    kepikiran buat pergi haji satu kloter yang MPers semua?xixixixixi

  3. jampang said: kepikiran buat pergi haji satu kloter yang MPers semua?xixixixixi

    Bagus juga kl kopdarnya satu kloter dan di tanah suci pula *menunggu sponsor :)*

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s