[Jampang Punye Cerite #1] Wudhu

Adzan Zhohor baru aje kedengeran dari masjid sebelah. Jampang langsung bangun dari bangkunye menuju tempat wudhu. Rupanye di tempat wudhu yang cuma nyediain due biji kran itu udah ade temannye Jampang yang hampir selesai wudhu. Temennye itu lagi nyiramin kedue kakinya pake aer dari kran.

“Diusap… dibasuh… bukannye disiram!” Jampang nyeletuk buat ngingetin si temen.

“Gak pape. Kan sama-sama basah!” Timpal si temen.

Gubrakss!!!!

*******

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. [QS. Al-Maidah : 6]

Bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu meminta diambilkan air wudhu kemudian dia berwudhu dengan membasuh kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali. Kemudian dia berkumur-kumur dan ber-istintsar (mengeluarkan air yang dihirup ke hidung, pent). Kemudian dia membasuh wajahnya tiga kali. Kemudian dia membasuh tangan kanannya hingga siku sebanyak tiga kali. Kemudian dia membasuh tangan kiri seperti itu pula. Kemudian dia mengusap kepalanya. Kemudian dia membasuh kaki kanannya hingga mata kaki sebanyak tiga kali. Kemudian dia membasuh kaki kiri seperti itu pula. Kemudian Utsman berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu berwudhu seperti yang kulakukan tadi. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang berwudhu seperti caraku berwudhu ini kemudian bangkit dan melakukan sholat dua raka’at dalam keadaan pikirannya tidak melayang-layang dalam urusan dunia niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.” Ibnu Syihab mengatakan, “Para ulama kita dahulu mengatakan bahwa tata cara wudhu seperti ini merupakan tata cara wudhu paling sempurna yang hendaknya dilakukan oleh setiap orang.” (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah, diriwayatkan pula oleh Bukhari dalam Kitab al-Wudhu’ dengan redaksi yang agak berbeda)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tertinggal dari rombongan dalam sebuah perjalanan yang kami lakukan. Kemudian beliau berhasil menyusul kami sementara waktu ‘Ashar sudah hampir habis. Kami pun tergesa-gesa berwudhu dan hanya mengusap kaki kami. Maka beliau pun berseru dengan suara yang tinggi, “Celakalah tumit-tumit yang tidak terbasuh air karena ia akan terkena panasnya api neraka.” Beliau mengucapkannya dua atau tiga kali (HR. Bukhari dalam Kitab al-Wudhu’, demikian juga Muslim dalam Kitab at-Thaharah)

23 thoughts on “[Jampang Punye Cerite #1] Wudhu

  1. @mas syamsul : yg saya lakukan akhir2 ini cuma sekali. cuma kalau langsung ke telinga, jarang-jarang…telinganya cukup sekali atau sunnah ditigaklikan, mas?

  2. yang sering keliru, ketika mengusap kepala, biasanya dilakukan tiga kali dan tidak bersamaan dengan telinga, padahal yang benar -wallahu a’lam- cukup sekali usap, dan langsung ke telinga dan balik lagi ke rambut depan…

  3. thetrueideas said: cukup sekali usap, dan langsung ke telinga dan balik lagi ke rambut depan..

    ini dulu saya diingetin sama kakak senior… ngena banget dah

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s