Gemanya Menghilang

meulaboh - masjid agungAllaahu akbar
Allah Maha Besar
kulantunkan takbiratul ihram
di awal sholatku siang dan malam
meyakinkan kebesaran Sang Penguasa alam
membenamkan kesombongan diri yang bersemayam
tapi mampukah keyakinan itu erat kugenggam
ketika kaki tertusuk duri-duri tajam
di saat mata ini silau lantas terpejam

kulafalkan pernyataan
bahwa sholat dan ibadah yang kulakukan
bahwa hidup dan matiku yang kujalankan
hanyalah untuk Allah rabb semua ciptaan
tapi sampai kapankah itu kan bertahan
ketika diri ini mulai terlalaikan
oleh berbagai tipu daya menyesatkan
di saat jiwa ini mulai terbuaikan
oleh berbagai kesenangan dalam ketidakkekalan

kuucapkan lagi dengan bibir basah
hanya kepadaMu tempat aku menyembah
meminta pun hanya kepadaMu jualah
namun apa yang terjadi
ada selain diriMu kujadikan sesembahan diri
namun apa yang kulakukan
ada selain diriMu kuajukan pinta permohonan

tubuhku pun ruku
seraya bertasbih dan mengagungkanMu
lalu kusujudkan tubuhku
seraya bertasbih dan mengakui kemahatinggianMu
kurela menempelkan keningku
setara dengan telapak kakiku
sebagai pembuktian bahwa diri ini tak lebih mulia dari butir debu
tapi sampai kapan
bila diri ini selalu dalam kesombongan
selepas rukun kulakukan
ketika kaki kulangkahkan
keluar dari sajadah yang kuhamparkan

salam pun terucap
keselamatan, rahmat, dan berkah pun diharap
tapi akankah semuanya hadir di depan mata
bila kesemuanya hanya di lisan saja
tak berakar kuat
tak berbuah lebat
pohonnya tumbang
ketika gema salam menghilang


Baca Puisi Lainnya :

2 respons untuk ‘Gemanya Menghilang

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s