‘Engkong Ustadz’ Telah Pergi

“Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuh…,” lelaki tua itu mulai membuka pembicaraan setelah dipersilahkan sebelumnya.

“…Ini merupakan sesuatu yang baru bagi saya, karena di daerah saya, biasanya acara lamaran itu dilakukan pada malam hari, sedangkan kali ini dilakukan di tengah hari. Untuk acara lamaran ini, saya dipercaya oleh keluarga sebagai orang yang menyampaikan lamaran putri bapak untuk cucu saya ini…”

Itulah sekelumit kejadian pada tanggal 1 Oktober 2005, ketika saya dan keluarga melakukan proses meminang seorang perempuan yang kini menjadi istri saya. Kala itu, kami sekeluarga meminta bantuan salah satu kakek saya untuk menjadi juru bicara dalam proses lamaran tersebut. Dan sejak saat itu sebutan ‘Kong Ustadz’ digunakan oleh keluarga istri saya untuk memanggil kakek saya yang satu ini.

Selepas Ramadhan dan Syawal, ketika proses akad nikah saya dan calon istri saya akan dilaksanakan, tepatnya tanggal 11 Desember 2005, kembali kami sekeluarga meminta bantuan beliau untuk menjadi saksi pelaksanaan ijab-qabul. Alhamdulillah, acara pernikahan hari itu berjalan lancar.

Beberapa minggu yang lalu, sepulang saya dan istri dari rumah orang tua saya, kami bertemu beliau sedang berbicara dengan tetangga di belakang rumah beliau. Dengan ramah, beliau mengajak kami untuk mampir, kami pun menyanggupinya. Cukup lama kami berada di rumah beliau. Banyak cerita yang beliau bagi dengan kami. Mulai dari cerita bahagia mauapun kisah duka. Mulai dari rezeki berlimpah yang diterima beliau dari pernpanjangan sewa rumah kontrak rumah yang bernilai lebih dari seratus juta rupiah, pembangunan rumah kontrakan, hingga salah seorang anaknya yang belum juga mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah.

Menjelang Ramadhan kemarin, di sebuah musholla ketika masuk waktu zhuhur, sebuah keranda jenazah berada di hadapan jama’ah siap untuk disholatkan. Jenazah itu adalah ‘Engkong Ustadz’ yang telah meninggal dunia pada malam harinya setelah dirawat satu hari di rumah sakit karena sakit jantung.

Setelah sholat jenazah selesai dilaksanakan, seorang tokoh alim ulama maju ke hadapan jama’ah dan bercerita sedikit tentang ‘Engkong Ustadz’ semasa hidupnya. Tokoh itu bercerita bahwa sebagian besar waktu ‘Engkong Ustadz’ dihabiskan untuk tadarus Al-Quran. Selian itu bila keadaan fisik beliau sehat, beliau rutin datang ke majlis ta’lim. Beliau juga ramah kepada para tetangga.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu…

————-ooooo00000ooooo————-

detik-detik waktu yang berjalan
telah merajut langkah menuju kematian
tinggal hanya menunggu dalam penantian
esok, lusa, entah kapan
dalam kepastian

tak dapat ia diterka
kapan waktu kan berjumpa
di mana tempat kan bersua

tak mungkin lari menghindar
meski sembunyi di tempat tanpa cahaya berpendar
percumalah bila takut dan gentar
hanya siapkan bekal yang tak pernah pudar
bila mau selamat dari siksa an-naar

2 respons untuk ‘‘Engkong Ustadz’ Telah Pergi

  1. fithab November 13, 2006 / 00:00

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun…semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala dosanya dan dilapangkan kuburnya, Amiiin.

  2. jampang November 14, 2006 / 00:00

    terima kasih atas doanya…..amin

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s