Permainan Dulu : Murah dan Meriah

Hari libur, siang hari, saya sempat melihat seseorang bercanda dengan anak-anak kecil yang sedang bermain petak umpet ketika saya sedang melalui jalan tempat mereka bermain..

“Di situ tuh banyak yang ngumpet!” teriak seseorang kepada salah seorang anak sambil menunjuk bangunan rumah yang baru setengah jadi.

Anak itu pun langsung menuju rumah yang dimaksud. Di dalam rumah itu, ia menemukan beberapa temannya bersembunyi. Segera dia menyebut nama dan berlari kencang menuju tembok salah satu rumah tetangga untuk kemudian menyentuhnya. Tawa riang pun terdengar dari mulut-mulut mereka.

“Mainan anak-anak yang murah dan meriah!”

Saya sepakat jika ada yang berpendapat demikain.

sumber

Terbayang masa-masa kecil, saya dan teman-teman saya bermain bersama. Ada beberapa jenis permainan yang paling sering saya mainkan bersama teman-teman sepermainan, seperti galasin, bentengan, tak kadal, tak uber, tak jongkok, batu tujuh, dor nama, dan tentu saja petak umpet.

Memanfaatkan jalan yang lengang di malam hari atau lapangan badminton sekolah ketika waktu istirahat atau sebelum jam pelajaran dimulai, saya dan teman-teman memainkan galasin. Permainan ini terdiri dari dua tim. Masing-masing tim minimal terdiri dari tiga orang. Kecepatan lari dan kepandaian mengecoh lawan main sangat diperlukan dalam permainan ini. Anggota tim yang berhasil melewati garis-garis yang dijaga oleh lawan dan kembali ke tempat semula akan menjadikan timnya sebagai pemenang. Namun bila salah satu anggota tim berhasil disentuh oleh tim penjaga maka itu tanda pergantian posisi. Hasil permainan ini adalah baju atau kaos menjadi basah dengan keringat.

Bentengan, permainan ini di tempat saya tinggal disebut ‘tak pancing’. Sama seperti galasin, permainan ini juga terdiri dari dua tim. Biasanya kami main di malam hari. Dua buah tiang listrik di kedua sisi jalan, kami manfaatkan sebagai benteng pertahanan kedua tim. Di bawah penerangan lampu, kami mengadu kecepatan lari dan kepandaian mengecoh lawan agar tidak tersentuh. Tim yang berhasil menyentuh tiang listrik lawan akan menjadi pemenangnya.

Dalam permainan tak-kadal, kami menggunakan alat berupa dua potong belahan bambu. Satu berukuran panjang sekitar tiga puluh sentimeter yang dijadikan sebagai pemukul, satunya lagi berukuran lebih pendek. Biasanya permainkan ini dilakukan secara individu. Satu orang sebagai pelempar atau pemukul, melakukan tiga jenis gerakan secara berulang-ulang selama bambu pendek yang dilempar atau dipukul tidak tertangkap oleh lawan yang selalu siap sedia menjaga. Jika tertangkap, maka anak yang menangkap akan mendapat poin sebanyak 25 untuk gerakan pertama, 50 untuk gerakan kedua, dan 100 untuk gerakan ketiga. Nilai tersebut diberikan bila menangkap dengan kedua tangan, bila menangkap dengan satu tangan, poinnya dua kali lipat. Sedangkan si pelempar akan berganti posisi menjadi penangkap. Si pelempar akan mendapat nilai, bila jarak antara potongan bambu kecil (akan dilempar kembali oleh para penjaga bila tidak mampu menangkap) dengan batu yang dijadikan sebagai pusat permainan sejauh ukuran bambu yang terpajang atau lebih. Pemenangnya adalah yang poinnya terbanyak.

Tak-uber dan tak-jongkok, keduanya adalah permainan sejenis. Satu anak mengejar anak-anak yang lain supaya bisa menyentuhnya. Bila berhasil disentuh, maka yang disentuh mendapat giliran untuk mengejar. Begitu seterusnya. Beda keduanya hanya tak uber, anak yang dikejar tidak boleh jongkok, sedangkan pada tak jongkok, bila anak yang dikejar merasa sudah letih atau tak ingin beristirahat, ia bisa jongkok untuk sementara waktu, dan boleh bangun bila ada anak yang dikejar menyentuhnya. Jadi para anak yang dikejar bisa bergantian berlari, untuk menghemat tenaga.

Petak umpet, batu tujuh, dor nama, dan adalah permainan adu kepandaian bersembunyi.

Petak umpet mungkin jenis permainan yang paling populer. Satu orang anak mencari teman-temannya yang bersembunyi. Biasanya sebelum pencarian di mulai, anak tersebut harus menghitung dari satu sampai sepuluh.

Dalam permainan batu tujuh, bagi yang bertugas jaga harus menyusun pecahan genting sebanyak tujuh buah setelah dirobohkan oleh anak-anak yang akan bersembunyi. Ini mungkin sebagai pengganti hitungan dalam permainan petak umpet. Bila sudah selesai menyusun, ia akan segera mencari. Malang bagi dirinya bila ada anak yang berhasil merobohkan tumpukan pecahan genting tanpa sepengetahuannya, karena anak-anak yang sudah ketahuan tempat persembunyiannya akan boleh kembali bersembunyi. Awal pencarian pun dimulai lagi.

Lain lagi permainan dor nama. Dalam permainan ini dibutuhkan dua tim dengan jumlah anggota yang sama. Di awal permainan, kedua tim dan anggotanya akan berpencar mencari tempat persembunyian. Kemudian masing-masing anggota berusaha menemukan para anggota lawan. Siapa yang melihat duluan akan berteriak “Dor Fulan”. Maka gugurlah si Fulan dalam permainan tersebut. Pemenangnya adalah tim yang anggotanya masih tersisa.

Mungkin masih banyak lagi jenis permainan tradisional selain yang telah disebutkan di atas. Yang jelas, sebagian besar permainan tersebut mengajarkan anak-anak untuk selalu aktif bergerak, tidak diam di satu tempat. Di samping tidak perlu biaya untuk memainkannya. Hanya saja sekarang sudah jarang tempat yang bisa dijadikan tempat bermain, atau mungkin anak-anak sekarang sudah tidak lagi mengenal permainan tradisional. Yang mereka kenal adalah playstation, remote control, dan sejenisnya yang berteknologi tinggi dan mahal, namun tidak mengajarkan anak untuk aktif bergerak.

———-ooooo000ooooo———-

Di lain hari, saya mampir ke sebuah warnet. Setelah mendapat jawaban di mana komputer yang bisa dipakai, saya pun menuju komputer yang ditunjukkan oleh penjaga warnet. Setelah duduk, mata saya coba berkeliling. Di sebelah kanan saya, seorang anak, dengan headset di telinga dan sebotol minuman di samping monitor komputer sedang asyik memainkan game on line yang saya tidak tahu apa namanya. Di belakang saya juga demikian. Beberapa anak sedang asyik di depan komputer masing-masing. Sesekali teriakan terdengar di antara mereka.

36 respons untuk β€˜Permainan Dulu : Murah dan Meriah’

  1. tikyut Januari 9, 2007 / 00:00

    jadi inget masa kecil dulu….aaah.. masa masa yang indah…

  2. jampang Januari 9, 2007 / 00:00

    tikyut said: jadi inget masa kecil dulu….aaah.. masa masa yang indah…

    dulu main apa aja mbak?lompat tali… congklak…. bekel?

  3. smartie78 Januari 9, 2007 / 00:00

    nostalgia…

  4. imamisnaini Januari 9, 2007 / 00:00

    Dulu saya sering bermain seperti itu malam hari waktu bulan purnama…Mengapa ya permainan semacam itu tidak lagi disukai anak jaman sekarang, mungkin kurang bergengsi atau ketinggalan jaman ? Saya sangat salut ketika beberapa waktu yang lalu ada semacam festival dolanan…tapi sekarang kok tidak terdengar lagi ya ?

  5. udey Januari 9, 2007 / 00:00

    .. maen jletotan.. maen engran.. bikin kuda2an dari pelapah pisang.. bikin senapan2 dari pelapah pisang… maen.. tulup2an.. dari biji ‘saga’… maen pletokan dari bambu and amunisinya kertas koran di bulet2in.. and di kasih aer…duuuh… anak sekarang taunya.. PS.. PSP.. tekken.. winning eleven…

  6. jampang Januari 9, 2007 / 00:00

    imamisnaini said: mungkin kurang bergengsi atau ketinggalan jaman ?

    sudah tergerus sama teknologi kali mas.

  7. jampang Januari 9, 2007 / 00:00

    udey said: bikin kuda2an dari pelapah pisang.. bikin senapan2 dari pelapah pisang… maen.. tulup2an.. dari biji ‘saga’… maen pletokan dari bambu and amunisinya kertas koran di bulet2in.. and di kasih aer…

    tambah ketapel dari cabang pohon. umumnya kuda-kudaan dari pelepah pisah, mobil-mobilan dari kulit jeruk balik, pletokan dan ketapel, hasil karya kakek saya. seperti cerita saya tentang sebuah kenangan bersama kakek

  8. karinsz Januari 9, 2007 / 00:00

    andai bisa kembali ke masa kecil..*berkhayal*

  9. udaidur Januari 9, 2007 / 00:00

    jampang said: Petak umpet, batu tujuh, dor nama, dan adalah permainan adu kepandaian bersembunyi.

    wah kalo waktu kecil udah main beginian biasanya suka lupa waktu…batasnya adalah azan magrib baru bubar ^_^..Selain permainan kelompok, permainan ‘Skill’ peroranagan seperti kelereng/gundu, gambar2/gunung kelut, gasing, lomba racing dengan ban motor bekas’… juga makin jarang keliatan. Permainan kreativitas seperti Petisabun atau kalahar dikampung saya, mobil2an dari kaleng dengan roda karet bekas sendal jepit, pestol2an dari pelepah pisang sampai pestol2an dengan peluru dari buah cherry, kapal2an kertas, Engrang, dll… btw, batu tujuh mirip dengan main Batalion di bukittinggi,..kadang batunya yang ditumpuk lebih dari 7 ^_^

  10. jampang Januari 9, 2007 / 00:00

    karinsz said: andai bisa kembali ke masa kecil..*berkhayal*

    mau maen apa mbak?

  11. fenetre Januari 9, 2007 / 00:00

    waahhh…congklak, maen bekel, maen lompat karet…petak umpet, tak jongkok, tak jinjit, benteng…aku kangeeenn masa2 ituuuuhhh

  12. jampang Januari 9, 2007 / 00:00

    udaidur said: wah kalo waktu kecil udah main beginian biasanya suka lupa waktu…batasnya adalah azan magrib baru bubar ^_^..

    waktu saya tinggal sama nenek, biasanya beliau yang nyariin saya. sebelum zhuhur beliau nyari saya untuk disuruh makan dan tidur siang. kalo sore… ya disuruh mandi

  13. tikyut Januari 9, 2007 / 00:00

    jampang said: dulu main apa aja mbak?lompat tali… congklak…. bekel?

    Maen itu semua, gala asin, maen karet, main ularnaga panjang… main petak umpet, petak kongkok, petak robot…main ibu2an.. banyak deh…

  14. thetrueideas Januari 9, 2007 / 00:00

    mainnya: gobag sodor, benteng-bentengan, boy-boy-an, lompat tali (dari karet), tulup-tulupan (nyumpit dengan biji kacang hijau), tet-tetan de el el…sekarang: hampir nggak ada yang maen begituan..:(

  15. amary1is Januari 9, 2007 / 00:00

    saya dulu paling seneng main lompat tali ama bola bekel.

  16. jampang Januari 9, 2007 / 00:00

    fenetre said: aku kangeeenn masa2 ituuuuhhh

    tapi enggak bisa balik ke masa itu mbak, cuma bisa mengenang.

  17. fenetre Januari 9, 2007 / 00:00

    yah…sudah jelas mas gak bisa balik…hehehe…tapi untungnya beberapa permainan masih bisa dimainin sama ponakan2 hohohoh

  18. jampang Januari 9, 2007 / 00:00

    thetrueideas said: mainnya: gobag sodor, benteng-bentengan, boy-boy-an, lompat tali (dari karet), tulup-tulupan (nyumpit dengan biji kacang hijau), tet-tetan de el el…sekarang: hampir nggak ada yang maen begituan..:(

    ya, udah jarang liat yang maen, mas. anak2 ngumpulnye di timezone … hehehehehe

  19. auralia Januari 9, 2007 / 00:00

    hmmm… jadi inget jaman dulu.. hobi banget main galasin sama bentengan. or tap lari jongkok hehehehe. badan sampe keringetan n baju pun ikutan dekil. jadi malu padahal cewek loh.. udahannya sampe rumah diomelin nyokap hihihi

  20. butetaruan Januari 9, 2007 / 00:00

    Iya permainan jadul emang seru dan kreatif. Kalo di tempatku batu tujuh dibilangnya lempar bete, jumlah batunya tergantung dari jumlah peserta. Setiap orang melempar satu bete dalam satu lingkaran, yg betenya paling jauh harus menumpuknya dan yg lain lari bersembunyi.

  21. otiem Januari 9, 2007 / 00:00

    whooaaa…kl aku senangnya maen Benteng dan JEJAK. Permainan Jejak yaitu permainan tak umpet versi berkelompok. Kelompok yg kalah dlm adu suit hrs mencari persembunyian kelompok lawannya dgn cara mengikuti jejak yg dtinggalkan oleh lawannya. Seruuu…!!!

  22. kuenyaoyan Januari 9, 2007 / 00:00

    aku suka main bebentengan …galasin juga ..sampe lutut ngga pernah mulus …sampe main boy-boyan …yang dilempar pake bola terbuat dari gulungan kertas yang diisi batu ….hehehe

  23. jampang Januari 10, 2007 / 00:00

    auralia said: hmmm… jadi inget jaman dulu.. hobi banget main galasin sama bentengan. or tap lari jongkok hehehehe. badan sampe keringetan n baju pun ikutan dekil. jadi malu padahal cewek loh.. udahannya sampe rumah diomelin nyokap hihihi

    kalua dulu mah, laki dan perempuan kalau main bergabung, jadi rame

  24. jampang Januari 10, 2007 / 00:00

    batu tujuh dibilangnya lempar bete ===> ya serupa tapi tak sama

  25. jampang Januari 10, 2007 / 00:00

    otiem said: whooaaa…kl aku senangnya maen Benteng dan JEJAK. Permainan Jejak yaitu permainan tak umpet versi berkelompok. Kelompok yg kalah dlm adu suit hrs mencari persembunyian kelompok lawannya dgn cara mengikuti jejak yg dtinggalkan oleh lawannya. Seruuu…!!!

    pasti ngumpetnya jauh-jauh.

  26. jampang Januari 10, 2007 / 00:00

    kuenyaoyan said: yang dilempar pake bola terbuat dari gulungan kertas yang diisi batu ….hehehe

    wah kalo kena sakit donk

  27. ibuseno Juli 19, 2012 / 00:00

    Baca buku PLBJ anak SD itu banyak deh Pri permainan2 murah masa lalu

  28. jampang Juli 19, 2012 / 00:00

    ibuseno said: Baca buku PLBJ anak SD itu banyak deh Pri permainan2 murah masa lalu

    teh… saya mah rifki…. bukan mas prio πŸ™‚

  29. herma1206 Agustus 6, 2013 / 13:12

    Waah…permainannya sama semua..benteng, batu tujuh, beberapa beda nama aja, krn masa kecil sy di Plg. Klo malam minggu…semua anak2 di komplek keluar rumah…ya untuk maen begituan…seru banget…kangeeeeeen

    • jampang Agustus 6, 2013 / 16:05

      kayanya pernah ada festival mainan anak tradisional. lupa kapan dan apa rutin atau nggak

  30. Luphyta November 10, 2013 / 16:20

    Saya paling suka bentengan tu. adu strategi biar bisa menembus pertahanan lawan

    • jampang November 10, 2013 / 18:56

      yup. adu taktik dan adu kecepatan

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s