Untuk Para Guruku

untuk para guruku

telah lama kita bersama
dalam sebuah tumpuan ilmu
mari kita kenang bersama
akan jasanya seorang guru
jasa guruku tak terhingga
aku takkan melupakannya
banyak ilmu yang kudapatkan
jasanya kuingat sepanjang masa *)

Masih ingatkah kita dengan orang-orang yang dulu mengajarkan kita menulis dan membaca huruf hijaiyah, mulai dari alif hingga ya? Sehingga kini, kita sudah bida menulis arab dan mampu membaca Al-Quran dengan baik, bahkan di antara kita ada yang menjadi qori yang mampu mengalunkan ayat-ayat suci dengan merdu.

Masih ingatkah kita dengan orang-orang yang dulu mengajarkan kita menulis dan membaca, mulai dari a hingga z? Sehingga kini, kita sudah mampu menulis surat ataupun sebuah artikel dan membaca berbagai tulisan, bahkan di antara kita ada yang menjadi kolumnis, pengarang, ataupun penyair yang mampu merangkai kata-kata penuh makna.

Masih ingatkah kita dengan orang-orang yang dulu mengajarkan kita berihitung, mulai dari nol hingga bilangan yang tak terdefinisikan? Sehingga kini, kita sudah mampu mengitung dan membuat anggaran tentang berapa pengeluaran dan pendapatan kita dalam seminggu atau sebulan, bahkan di antara kita ada yang mampu untuk menghitung berapa pendapatan dan pengeluaran negara dalam waktu satu tahun.

Masih ingatkah kita dengan nama-nama beliau?

Orang-orang tersebut adalah para guru kita. Para bapak dan ibu guru yang telah mengajarkan berbagai ilmu yang dimiliki kepada kita semua yang perna menjadi mengenyam pendidikan di sekolah.

Bu Neti, Pak Shomad, Pak Marhum, Bu Abadiah, adalah sebagian dari guru-guru saya di sekolah dasar. Beliau-beliau lah yang telah menurunkan ilmu yang bermanfaat kepada saya.

Masih terbayang dalam ingatan saya, ketika Bu Neti meminta saya maju ke depan dan menulis huruf ‘g’ dalam ukuran yang besar. Huruf ‘g’ yang salah tulis di papan tulis seperti raksasa bila dibandingkan dengan tulisan teman-teman saya waktu itu. Bu Neti mungkin adalah guru yang paling berjasa, karena beliau yang pertama kali mengajarkan saya menulis dan membaca huruf hijaiyyah dan abjad Indonesia, serta menghitung.

Masih terbayang dalam ingatan saya, bagaimana pak Shomad yang berbadan tegap meluruskan barisan para murid ketika akan melaksanakan upacara bendera setiap hari senin. Beliau adalah guru yang paling banyak hafal nama-nama muridnya. Selain mengajar mata pelajaran umum, beliau juga menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Pernah suatu kali saya melihat beliau berbicara dalam bahasa Inggris dengan tamu luar negeri yang datang ke sekolah kami.

Masih terbayang dalam ingatan saya, ketika pak Marhum memerintahkan saya untuk membaca Al-Quran dengan suara keras tapi saya tidak melaksanakannya karena malu. Pelajaran yang diajarkan beliau adalah pelajaran agama, seperti tauhid, fiqh, bahasa arab, hadits, nahwu, dan shorof.

Masih terbayang dalam ingatan saya, tentang gigihnya bu Abadiah memberikan les setiap hari minggu kepada murid-murid kelas enam karena akan menghadapi EBTANAS.

Sebatas kenangan, mungkin itu yang tertinggal dalam diri saya. Saya tidak bisa membalas jasa-jasa beliau yang tak ternilai.

Mengamalkan apa yang telah beliau-beliau ajarkan, akan mengalirkan pahala yang tak henti untuk para guru tersebut. Setiap huruf Al-Quran yang kita baca, ada aliran pahala bagi beliau. Setiap rangkaian kata yang kita tulis yang memberikan manfaat bagi pembaca, ada aliran pahala bagi beliau. Setiap bantuan yang kita berikan kepada sesama sebagaimana yang dulu diajarkan, kepada mereka aliran pahala tertuju.

Para guru telah mendapatkan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir dan tidak terputus, walaupun beliau-beliau telah meninggal dunia, yaitu ilmu yang memberikan manfaat.
Di samping itu, hasil didikan beliau-beliau tentang bagaimana bersikap dan berbuat baik kepada para murid akan berbuah pahala selama para murid terus mengamalkannya.

“Siapa yang mensunnahkan sunnah hasanah maka dia mendapat ganjarannya dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat. Siapa yang mensunnahkan sunnah sayyi’ah
(kejelekan), maka dia mendapatkan ganjaran dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat.”

banyak sudah pengorbanannya
untuk kemajuan kita semua
jangan sampai kita merasa
semua itu kan sia-sia

mari mari kita doakan
agar dosa guru diampunkan
jasanya diberikan pahala
akhirat sana Allah bahgiakan *)

*) Jasa Guru by Hawari


Tulisan Terkait Lainnya :

13 thoughts on “Untuk Para Guruku

  1. thetrueideas Januari 11, 2007 / 00:00

    bapakku dulu juga guru 🙂

  2. jampang Januari 11, 2007 / 00:00

    thetrueideas said: bapakku dulu juga guru 🙂

    wah… enak donk bisa nanya2 PR kalau pelajarannya sama dengan yang diajarin

  3. fenetre Januari 11, 2007 / 00:00

    wah..sebagai guru *padahal privat doang*sayah jadi terharu…looohh…heheheh

  4. jampang Januari 11, 2007 / 00:00

    fenetre said: wah..sebagai guru *padahal privat doang*sayah jadi terharu…looohh…heheheh

    wah… guru private pendapatannya lebih besar donk. soalnya guru2 dii sekolah dasar dulu ada yang nyambi jadi guru private

  5. fenetre Januari 11, 2007 / 00:00

    hehehe..ah biasa aja pendapatannya…*kipas2 pake duit 100ribuan*

  6. jampang Januari 11, 2007 / 00:00

    fenetre said: hehehe..ah biasa aja pendapatannya…*kipas2 pake duit 100ribuan*

    wuih… gede donk kalo segitu sekali pertemuan.dulu gue pernah jadi guru private, sebulan, 8 kali pertemuan pendapatan gue sekitar seratus ribuan.

  7. fenetre Januari 12, 2007 / 00:00

    sebulan 100ribu??!!!walaaahh…ah yah tergantung muridnya kok mas, ada juga yang aku kasih pelajaran gratis ^__^ itung2 amal ilmu

  8. jampang Januari 12, 2007 / 00:00

    fenetre said: sebulan 100ribu??!!!walaaahh…ah yah tergantung muridnya kok mas, ada juga yang aku kasih pelajaran gratis ^__^ itung2 amal ilmu

    jumlah segitu waktu itu, lumayan lah.apalagi kuliah gratis cuma ngeluari uang wat ongkos doank

  9. intan0812 November 26, 2010 / 00:00

    memang jasa-jasa guru itu sulit dilupakan ya……

  10. jampang November 26, 2010 / 00:00

    intan0812 said: memang jasa-jasa guru itu sulit dilupakan ya……

    iyah, mbak

  11. ryan Juni 3, 2013 / 11:22

    jadi ingat dulu nyanyi buat guru. lagu pop diganti liriknya dengan kata-kata terima kasih buat guru. hehehehe. sayang dah lupa lagunya apa dan liriknya. 😥

    • jampang Juni 3, 2013 / 16:39

      pasti bikin haru yah?

      • ryan Juni 3, 2013 / 21:04

        kind of

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s