Masih Sendiri…

masjid - vector 2Malam itu saya memilih untuk melaksanakan shalat Isya di sebuah mushalla yang agak jauh dari rumah tempat tinggal saya, bukan di masjid kampung yang mungkin jaraknya hanya sekitar tiga ratus meter dari rumah. Alasan saya bukan karena ingin mendapatkan pahala yang lebih banyak dengan mendatangi masjid atau mushalla yang lebih jauh jaraknya dari rumah, melainkan agar saya bisa mendapatkan kawan untuk shalat isya berjama’ah.

Saya sudah beberapa kali berangkat ke masjid kampung untuk melaksanakan sholat berjama’ah. Untuk Sholat Maghrib dan Shubuh insya Allah ada beberapa jama’ah yang hadir. Sedangkan untuk sholat Isya, memang pernah saya sholat berjama’ah bersama beberapa orang di masjid itu, namun itu baru satu kali. Selebihnya, saya shalat seorang diri.

Mungkin pilihan saya tidaklah tepat. Sebagai penduduk kampung, seharusnya saya shalat di masjid kampung sebagai salah satu upaya untuk memakmurkannya. Jika semua tetangga saya atau penduduk yang tinggal di sekeliling masjid berpikiran sama seperti saya, maka tidak akan ada yang mau datang ke masjid tersebut karena tidak ada jama’ahnya.

“Jika demikian keadaannya, maka siapa yang akan sholat di masjid?” Pertanyaan tersebut seperti menyapa dengan keras di telinga saya.

Ingatan saya pun mengembara ke sebuah cerita tentang seorang raja dan madu.

Alkisah, dalam sebuah kerajaan, sang raja ingin menguji kejujuran rakyatnya. Untuk itu ia mengumumkan ke seluruh kerajaan bahwa dirinya memerlukan madu dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk itu ia meminta agar setiap rakyatnya memberikan madu tersebut, tak banyak, cukup satu sendok setiap orangnya. Sebuah wadah berupa tempayan disediakan dan diletakkan di tengah-tengah alun-alun kerajaan. Ke dalam tempayan tersebutlah setiap orang memasukkan satu sendok madu yang akan diberikan kepada sang raja.

Di hari yang ditentukan, berbondong-bondonglah rakyat dari seluruh pelosok kerajaan menuju alun-alun. Satu per satu mereka memasukkan stau sendok madu ke dalam tempayan dan kemudian menutupnya kembali.

Rupanya ada salah satu rakyat kerajaan yang berpikiran licik. Ia berniat tidak akan memasukkan satu sendok madu ke dalam tempayan sebagaimana yang diminta oleh sang raja. Yang dimasukkannya adalah satu sendok air. Ia melakukan hal demikian karena berpikir bahwa tidak orang yang akan mengetahui hal tersebut. Apalah artinya sesendok air di dalam tempayan yang terisi penuh dengan madu.

Menjelang sore hari, alun-alun kerajaan sudah sepi. Seluruh rakyat kerajaan telah kembali ke rumah-rumah mereka setelah melakukan apa yang diminta oleh raja mereka.

Merasa puas dengan apa yang telah dilakukan oleh rakyatnya, sang raja pun ingin melihat isi tempayan. Ia membayangkan bahwa tempayan tersebut telah terisi penuh dengan madu.

Namun alangkah terkejutnya sang raja, ketika membuka tutup tempayan tersebut. Tak ada madu di dalamnya, melainkan hanya air. Ya, hanya air. Rupanya semua rakyat kerajaan berpikiran sama.

*****

Di luar sana, adzan Isya mulai terdengar. Setelah berpakaian, segera saya berangkat menuju masjid. Untuk mempercepat, saya gunakan motor. Ketika melewati jalan aspal yang tak begitu lebar, besar harapan saya bahwa sesampainya saya di masjid, pintu masuk telah terbuka dan lampu ruang utama telah menyala.

Ternyata, pemandangan yang saya lihat sama seperti beberapa waktu lalu. Pintu masih tertutup dan lampu ruang utama masjid tidak menyala. Akhirnya, saya sendiri lagi.


Cerita Masjid Lainnya :

36 respons untuk ‘Masih Sendiri…

  1. agustam Februari 27, 2007 / 00:00

    adzan,,adzan sendiri, qomat qomat sendiri, shalat shalat sendiri, dzikir ku sendiri..hidup bagaikan angka satu…..hehehe…btw, mesjid kan? kalah ama mushola? jadi aneh..

  2. abhicom2001 Februari 27, 2007 / 00:00

    kalo aye….cuman ngiri ama smgt nt shalat di masjid nya…akhir2 ini smkn malas saja rasanya saya 😦 hiks hiks hiks

  3. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    agustam said: hehehe…btw, mesjid kan? kalah ama mushola? jadi aneh..

    enggak tahu deh kenapa.nanti malam mo nyoba lagi, semoga ada temennye 🙂

  4. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    abhicom2001 said: kalo aye….cuman ngiri ama smgt nt shalat di masjid nya…akhir2 ini smkn malas saja rasanya saya 😦 hiks hiks hiks

    soalnya sayang mas kalo ditinggal…. beda 27 kali lipat

  5. addini Februari 27, 2007 / 00:00

    klo githu, ajak ajah keluarga sholat berjamaah di masjid;)

  6. agusdidin Februari 27, 2007 / 00:00

    sama dengan musholla yg di depan rumah, ramenya cuma pas shalat magrib. itupun rame sama anak-anak yg malah bikin ‘rusuh’ di musholla.kenapa bikin ‘rusuh’..? karena mereka datang tanpa orang tuanya.. 😥

  7. aniadami Februari 27, 2007 / 00:00

    mo nanya, kalo pria berkeluarga apa ga sebaiknya sholat berjamaah di rumah bersama keluarganya? kasian dnk, keluarganya sholat di rumah tanpa imam kepala rumah tangga?

  8. rahmirizal Februari 27, 2007 / 00:00

    mmh…ajak sebagian orang yang di mushalla untuk shalat di masjid 🙂

  9. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    addini said: klo githu, ajak ajah keluarga sholat berjamaah di masjid;)

    insya Allah. sebelumnya seh pernah ngajak istri ke masjid kalo kebetulan gak ada halangan

  10. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    agusdidin said: sama dengan musholla yg di depan rumah, ramenya cuma pas shalat magrib. itupun rame sama anak-anak yg malah bikin ‘rusuh’ di musholla.kenapa bikin ‘rusuh’..? karena mereka datang tanpa orang tuanya.. 😥

    di masjid itu maghrib juga enggak rame, pak. satu shaf juga enggak penuh

  11. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    aniadami said: mo nanya, kalo pria berkeluarga apa ga sebaiknya sholat berjamaah di rumah bersama keluarganya? kasian dnk, keluarganya sholat di rumah tanpa imam kepala rumah tangga?

    Rasulullah SAW bersabda : “Wahai manusia sholatlah kamu di rumah masing-masing, seseungguhnya sebaik-baik sholat adalah ialah sholat seseorang di rumahnya kecuali sholat lima waktu.” (HR. Bukhari dan Muslim).”Jangan kamu larang perempuan-perempuan ke masjid walaupun rumah mereka lebih baik bagi mereka untuk beribadah.” (HR. Abu Dawud).Dari Abu Hurairoh Ra ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Tidak ada sholat yang paling berat untuk dilakukan oleh orang-orang munafik daripada sholat shubuh dan sholat Isya. Dan kalaulah mereka mengetahui apa-apa yang ada pada keduanya (fadhilah sholat shubuh dan isya) pastilah mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak. Sungguh aku bermaksud untuk memerintahkan muadzin kemudian ia membacakan iqomah kemudian aku memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang, kemudian aku mengambil api kemudian membakar orang-orang yang tidak keluar untuk melaksankan sholat setelahnya.” (HR. Bukhori No. 657) *******setahu saya, tidak ada perbedaan antara yang sudah menikah atau belum menikah mengenai sholat berjama’ah di masjid. wallahu a’lam.

  12. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    rahmirizal said: mmh…ajak sebagian orang yang di mushalla untuk shalat di masjid 🙂

    musholla dan masjidnya berjauhan, mbak.

  13. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    tambahan :Dari Abi Darda’ ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah 3 orang yang tinggal di suatu kampung atau pelosok tapi tidak melakukan shalat jamaah, kecuali syetan telah menguasai mereka. Hendaklah kalian berjamaah, sebab srigala itu memakan domba yang lepas dari kawanannya.” (HR Abu Daud 547 dan Nasai 2/106 dengan sanad yang hasan)Dari Ibnu Mas`ud ra berkata bahwa aku melihat dari kami yaitu tidaklah seseorang meninggalkan shalat jamaah kecuali orang-orang munafik yang sudah dikenal kemunafikannya atau seorang yang memang sakit yang tidak bisa berjalan.” (HR. Muslim)Dari Ibni Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mendengar azan namun tidak mendatanginya untuk shalat, maka tidak ada shalat baginya. Kecuali bagi orang yang uzur.” (HR Ibnu Majah 793, Ad-Daruquthuni 1/420, Ibnu Hibban 2064, Al-Hakim 1/245 dan sanadnya shahih).

  14. tumuhat Februari 27, 2007 / 00:00

    kok sama ya bang jampang….! Saya sering terpaksa sholat dirumah bareng istri karena ada 3 mushola ditempat tinggal sy gak ada yg adzan dhuhur sama ashar. Yang menyedihkan kadang baru adzan langsung iqomat, akhirnya nyampe sana saya harus sholat sendirian :-(Semoga niat memakmurkan rumah Allah tetap dihitung ibadah meski gak dapet jamaahnya. Amin

  15. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    tumuhat said: kok sama ya bang jampang….! Saya sering terpaksa sholat dirumah bareng istri karena ada 3 mushola ditempat tinggal sy gak ada yg adzan dhuhur sama ashar. Yang menyedihkan kadang baru adzan langsung iqomat, akhirnya nyampe sana saya harus sholat sendirian :-(Semoga niat memakmurkan rumah Allah tetap dihitung ibadah meski gak dapet jamaahnya. Amin

    biasanya seh, kalo musholla emang seperti itu… zhuhur dan ashar jarang yang adzan dan sholat berjama’ah di dalamnya. ramenya cuma maghrib, isya dan shubuh… di deket rumah kontrakan saya dulu begitu.pernah saya sholat shubuh saya datang udah selesai… jadi sholat sendirian.aamiin, makasih mas

  16. bayuloka80 Februari 27, 2007 / 00:00

    bagaimanpun juga, indahnya hidup berumah-tangga lebih daripada hidup membujang,,,, minta doa’nye bro !!!

  17. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    bayuloka80 said: bagaimanpun juga, indahnya hidup berumah-tangga lebih daripada hidup membujang,,,, minta doa’nye bro !!!

    semoga Allah memberikan kemudahan kepada ente tuk menunaikan sunnah yang satu ini, amin

  18. bayuloka80 Februari 27, 2007 / 00:00

    amien, insya allah..,, tuch khan betul,,, gak rugi ane promote di “my calender”,,, monggo, keep your best pray to us,,, Jazakuloh

  19. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    bayuloka80 said: amien, insya allah..,, tuch khan betul,,, gak rugi ane promote di “my calender”,,, monggo, keep your best pray to us,,, Jazakuloh

    ternyata sebentar lagi yeh…. 🙂

  20. uniqme Februari 27, 2007 / 00:00

    jampang said: Masalahnya, kalau sholat sendiri meskipun di masjid, gak ada pahala jama’ah, donk. Hiks!

    Ibu berpesan untuk berusaha makmurkan terus masjid tersebut. Sebaik2 berjemaah bersama2 isteri di situ, jika berpeluang.Mudah2an menjadi Imam yang dipercayai kerana sesungguhnya Allah membantu orang2 yang menegakkan agamaNya.

  21. retnipra Februari 27, 2007 / 00:00

    sippppp mas emang seharusnya laki2 harus shlat di mesjid…..

  22. sarqina Februari 27, 2007 / 00:00

    kamu cuba sih azan sekuat kuatnya bila tiba waktu.. mana tau ada yang datang. tapi kalau seorang di sana.. kamu ngak solat sendiri deh rif. ada malaikat yang berkumpul..subhanaallah.

  23. bayuloka80 Februari 27, 2007 / 00:00

    monggo,,,para Bunda ‘tuk ingatkhan sang suami selalu untuk shalat berjamaah di masjid / mushalla !!!

  24. syifa95 Februari 27, 2007 / 00:00

    ini mungkin satnya kita berusaha membangun para jamaah yang mau mengisi masjid.. tidak hanya membangun dan memperindah masjidnya doang..

  25. mizakisakina Februari 27, 2007 / 00:00

    salut banget sama laki-laki yang suka sholat di masjid….

  26. iwananashaya Februari 27, 2007 / 00:00

    Tenang, Bi.. ntar kalau saya sudah punya suami,insyaAllah akan saya suruh sholat jama’ah ke masjid juga…Biar Abi tidak sendirian lagi…So, tunggu, ya…

  27. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    uniqme said: Ibu berpesan untuk berusaha makmurkan terus masjid tersebut. Sebaik2 berjemaah bersama2 isteri di situ, jika berpeluang.

    kalo libur, saya pernah ke masjid dan sholat bareng istri.

  28. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    retnipra said: sippppp mas emang seharusnya laki2 harus shlat di mesjid…..

    iya mbak.. karena itu sebaik2nya sholat fardu bagi lelaki

  29. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    sarqina said: kamu cuba sih azan sekuat kuatnya bila tiba waktu.. mana tau ada yang datang. tapi kalau seorang di sana.. kamu ngak solat sendiri deh rif. ada malaikat yang berkumpul..subhanaallah.

    sebelumnya saya sudah adzan dan nunggu beberapa waktu, tapi enggak ada yang datang juga.perlengkapan soundsystemnya di ruang lain dan terkunci

  30. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    bayuloka80 said: monggo,,,para Bunda ‘tuk ingatkhan sang suami selalu untuk shalat berjamaah di masjid / mushalla !!!

    kalo perlu, ikutan 🙂

  31. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    syifa95 said: ini mungkin satnya kita berusaha membangun para jamaah yang mau mengisi masjid.. tidak hanya membangun dan memperindah masjidnya doang..

    iyah, soalnya banyak mesjid megah tapi sedikit jama’ah

  32. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    mizakisakina said: salut banget sama laki-laki yang suka sholat di masjid….

    ihik….ihik….*tersipu2*

  33. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    iwananashaya said: Tenang, Bi.. ntar kalau saya sudah punya suami,insyaAllah akan saya suruh sholat jama’ah ke masjid juga…Biar Abi tidak sendirian lagi…So, tunggu, ya…

    masih lama enggak? kalo masih lama, semoga ALlah menyegerakan. hehehehehe

  34. otiem Februari 27, 2007 / 00:00

    ajak2 tetangganya utk sholat jamaah dunk bang….

  35. jampang Februari 27, 2007 / 00:00

    otiem said: ajak2 tetangganya utk sholat jamaah dunk bang….

    orang baru seh mbak, belum berani ngajak langsung. paling ngajak secara tidak langsung. kalo lewat di depan mereka pake peci, apalagi satung n baju koko, pasti sudah tahu akan ke masjid…:)

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s