Semula Sedikit, Lalu Menjadi Bukit

uang rupiah
17 tahun yang lalu…

Setiap tanggal sepuluh setiap bulannya, saya akan meminta uang bayaran sekolah kepada ayah atau ibu, karena hari itu merupakan batas akhir uang tersebut harus dibayarkan. Ada kalanya saya ayah dan ibu memberikan uang tersebut tepat pada waktunya, namun tak jarang uang tersebut dibayarkan setelah melewati tanggal sepuluh. Untunglah saya belum pernah mendapat teguran dari pihak sekolah.

15 tahun yang lalu…

Ketika memasuki SMP, ada sebuah pemikiran muncul dalam benak saya untuk menyiasati uang bayaran sekolah agar dapat dibayar tepat pada waktunya. Karena kala itu saya mendengar kabar bahwa bila siswa tidak membayar uang bayaran sekolah tepat waktu, maka siswa tersebut akan ditegur dan dipanggil ke ruang guru. Saat itu saya meminta kepada ayah agar memberikan uang jajan yang lebih besar dari biasanya. Saya mengatakan kepada beliau bahwa kelebihan dari uang jajan itu akan saya gunakan untuk membayar uang sekolah tepat pada waktunya dan untuk membeli buku-buku peajaran. Intinya, semua keperluan sekolah akan saya sisihkan dari uang jajan itu, dan saya tidak akan meminta uang lain selain uang jajan plus tersebut.

Alhamdulillah, cara yang saya lakukan itu membuat saya tidak pernah telat dalam membayar uang sekolah. Hal ini juga meringankan beban yang dipikul oleh orang tua saya, sebab mereka akan terfokus pada pembiayaan adik-adik saya yang juga sudah masuk sekolah dan butuh uang yang tidak sedikit.

11 tahun yang lalu…

Kebiasaan saya menyisihkan sebagian uang jajan untuk keperluan sekolah masih berlanjut. Saya tak lagi merepotkan orang tua untuk dengan permintaan sejumlah uang yang berkenaan dengan keperluan sekolah. Di tahun itu pula, saya berhasil mendapatkan ‘suntikan dana’ dari sebuah lembaga yang bisa menutup uang sekolah setiap bulannya, bahkan bersisa.

Dengan dua sumber pemasukan, uang jajan dan dana dari lembaga tersebut, saya bisa menyisihkan sejumlah uang lebih besar. Bahkan sesekali, saya bisa ‘meminjamkan’ uang kepada ayah ketika kekurangan modal dagangnya.

7 tahun yang lalu…

Saya sudah mempunyai penghasilan tetap, walaupun saat itu gaji dan tunjangan yang saya terima tidak penuh seratus persen. Cukuplah untuk sekedar ongkos dan jajan saya terpebuhi dari penghasilan saya tersbut. Ayah dan ibu saya tak perlu pusing-pusing lagi memikirkan keuangan saya. Setelah beberapa lama, dari penghasilan yang saya sisihkan, saya bisa membeli beberapa barang untuk keperluan rumah. Semua anggota keluarga bisa menikmatinya.

Perubahan terjadi. Bila ketika saya sekolah, uang jajan yang di sudah berada di tangan, saya sisihkan untuk kepentingan yang sudah pasti, yaitu untuk membayar uang sekolah tepat pada waktunya atau untuk membeli sebagian buku-buku pelajaran. Namun ketika saya sudah berpenghasilan, uang tetap saya sisihkan dalam bentuk tabungan, tapi tak ada tujuan pasti untuk apa uang tersebut saya simpan.

15 bulan yang lalu

Alhamdulillah, terjawab sudah apa yang menjadi tujuan saya menyisihkan uang sejak beberapa tahun yang lalu. Untuk menikah, itu jawabannya. Dengan sejumlah uang yang saya kumpulkan sedikit demi sedkit, saya bisa melangsungkan pernikahan dan resepsi pada bulan Desember 2005 lalu. Sebagian besar biaya, mulai dari seserahan, mahar, cetak undangan, sewa tenda, baju pengantin, dan alat-alat pesta lainnya, serta dokumentasi, dapat saya tutupi dengan uang simpanan saya tersebut.

32 thoughts on “Semula Sedikit, Lalu Menjadi Bukit

  1. thetrueideas Maret 8, 2007 / 00:00

    mudah-mudahan rejekinya terus bertambah dengan asbab syukur:14.7] Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

  2. elbintang Maret 8, 2007 / 00:00

    fotonya aseli tabungan bertahun2 itu ?

  3. abuluthfia Maret 8, 2007 / 00:00

    Subhanallah…semuanya tidak ada yang tidak mungkin kalau sudah seperti itu… saluuuut… makasih bang…

  4. abhicom2001 Maret 8, 2007 / 00:00

    saya dan tabungan…..dua musuh bebuyutan ;)) … jadi, sejak ada isteri biar aza deh dia yg atur semua yg atur…termsuk sisihkna pemasukan saya utk di tabung

  5. agusdidin Maret 8, 2007 / 00:00

    istri saya setiap hari memasukkan uang Rp. 5,000,- ke dalam celengan yang disimpan di lemari. setiap tahun menjelang idul adha celengan itu dipecah dan kami bisa membeli 2 atau 3 ekor kambing tergantung harga pasaran yg berlaku, kalaupun hrs nambah uang yg diperlukan gak terlalu banyak. alhamdulillah dgn cara ini kami bisa berkurban. :-)*itu fotonya beneran..?

  6. aniadami Maret 8, 2007 / 00:00

    amin, niat baik insya Allah selalu diridhoi

  7. jrdd Maret 8, 2007 / 00:00

    Kalo percaya kerja keras dan nikmat dari “atas”, rejeki pasti aadddaaa aja.. sungguh deh.. apalagi ditambah sedekah, qurban dan kalo nanti bisa “naik haji” amin!!

  8. zahracan Maret 8, 2007 / 00:00

    Subhanalloh.. dua jempol buat mas Jampang🙂

  9. jampang Maret 8, 2007 / 00:00

    thetrueideas said: mudah-mudahan rejekinya terus bertambah dengan asbab syukur

    insya Allah, mas.dan sebagai bentuk syukur itu… ya mungkin saya harus sering berbagi… yang udah beberapa lama ini ‘kendor’🙂

  10. jampang Maret 8, 2007 / 00:00

    elbintang said: fotonya aseli tabungan bertahun2 itu ?

    hehehehe…bukan, bukan… itu dapat kiriman dari email yang judulnya seni menyusun koin.tabungan saya seh bukan recehan🙂

  11. jampang Maret 8, 2007 / 00:00

    abuluthfia said: Subhanallah…semuanya tidak ada yang tidak mungkin kalau sudah seperti itu… saluuuut… makasih bang…

    sama-sama pak… ini masih belajar lagi

  12. jampang Maret 8, 2007 / 00:00

    abhicom2001 said: saya dan tabungan…..dua musuh bebuyutan ;)) … jadi, sejak ada isteri biar aza deh dia yg atur semua yg atur…termsuk sisihkna pemasukan saya utk di tabung

    sekarang saya juga nyerahin ke istri untuk mengatur keuangan🙂

  13. jampang Maret 8, 2007 / 00:00

    agusdidin said: alhamdulillah dgn cara ini kami bisa berkurban. :-)*itu fotonya beneran..?

    pengennya gitu juga, pak.bukanlah… itu bukan foto tabungan saya🙂

  14. jampang Maret 8, 2007 / 00:00

    aniadami said: amin, niat baik insya Allah selalu diridhoi

    aamiin, insya Allah

  15. jampang Maret 8, 2007 / 00:00

    jrdd said: Kalo percaya kerja keras dan nikmat dari “atas”, rejeki pasti aadddaaa aja.. sungguh deh.. apalagi ditambah sedekah, qurban dan kalo nanti bisa “naik haji” amin!!

    aamiiin. semoga mbak sekeluarga segera bisa berangkat haji segera🙂

  16. jampang Maret 8, 2007 / 00:00

    zahracan said: Subhanalloh.. dua jempol buat mas Jampang🙂

    ihik…ihik… jadi GR

  17. syifa95 Maret 9, 2007 / 00:00

    mau niru juga ah…salut untuk mas rifki…

  18. wishknew Maret 9, 2007 / 00:00

    Menabung merupakan simbolisasi dari berlatih kesabaran dan komitmen tinggi. Kami di rumah juga ada tabungan silinder. Sempat terhenti, tapi mau digiatkan lagi setelah membaca tulisan ini. Thanks.

  19. anayank Maret 9, 2007 / 00:00

    Amien…Insya Allah Mas Jampang…Semoga Allah beri kemudahan. Segala yg besar itu diawali dari yg kecil, bahkan dari mimpi. Saya dan suami sedang giat2nya belajar n mempraktekkan teori Ustadz Yusuf Mansur ttg ‘sedekah’, makin kita ingin sesuatu, makin kenceng sodaqohnya, Subhanallah, beberapa kali pengalaman membuktikan kebenaran teori itu. Cobain Mas!

  20. iwananashaya Maret 9, 2007 / 00:00

    Weeeh.. satu lagi ke-romantis-an abi…plok… plok… plok… plok…[tepuk tangan nih ceritanya]

  21. jampang Maret 9, 2007 / 00:00

    syifa95 said: mau niru juga ah…salut untuk mas rifki…

    silahkan ditiru kalau bagus, cuma kalau untuk salut jangan dulu…. soalnya masih proses belajar.

  22. jampang Maret 9, 2007 / 00:00

    wishknew said: Menabung merupakan simbolisasi dari berlatih kesabaran dan komitmen tinggi. Kami di rumah juga ada tabungan silinder. Sempat terhenti, tapi mau digiatkan lagi setelah membaca tulisan ini. Thanks.

    sejak menikah, di rumah pasti ada celengan untuk uang logam, kemarin sudah penuh jadi dipecahin dan disedekahin. sekarang ada celengan baru baru diisi sedikit.ya mudah2an kami bisa nyimpan lebh banyak lagi, bukan di celengan tapi di bank🙂

  23. jampang Maret 9, 2007 / 00:00

    anayank said: Subhanallah, beberapa kali pengalaman membuktikan kebenaran teori itu. Cobain Mas!

    insya Allah, mbak

  24. jampang Maret 9, 2007 / 00:00

    iwananashaya said: Weeeh.. satu lagi ke-romantis-an abi…plok… plok… plok… plok…

    lah, di mana romantisnya?

  25. mrpinguin Maret 9, 2007 / 00:00

    banggggg jampang buat seserahan oke tuhh..bikinin dongggggg

  26. narigunung Maret 9, 2007 / 00:00

    Semoga Allah mengabulkan semua yang baik untuk anda…..amin

  27. cle0patria Maret 9, 2007 / 00:00

    mmmmmmmmmm *sibuk ngamati gambarnya*

  28. iwananashaya Maret 9, 2007 / 00:00

    Romantis tuh.. menurut saya.. bukan sekedar bunga dan kata-kata indah…Tapi juga usaha, tingkah laku, sikap, dan lain sebagainya yang bisalebih mendekatkan kita pada YANG MAHA PENCINTA.Gitu, Abi…

  29. jampang Maret 11, 2007 / 00:00

    mrpinguin said: banggggg jampang buat seserahan oke tuhh..bikinin dongggggg

    wah, enggak bisa bikinnya. itu kan poto boleh dapet dari kiriman email. kalo disuruh nyusun yang kaya gitu, mana bisa.nyerah deh🙂

  30. jampang Maret 11, 2007 / 00:00

    narigunung said: Semoga Allah mengabulkan semua yang baik untuk anda…..amin

    aaamiiin….terima kasih mas.

  31. jampang Maret 11, 2007 / 00:00

    cle0patria said: mmmmmmmmmm *sibuk ngamati gambarnya*

    ngitungin koinnya yah?hehehehe

  32. jampang Maret 11, 2007 / 00:00

    iwananashaya said: Romantis tuh.. menurut saya.. bukan sekedar bunga dan kata-kata indah…Tapi juga usaha, tingkah laku, sikap, dan lain sebagainya yang bisalebih mendekatkan kita pada YANG MAHA PENCINTA.Gitu, Abi…

    ooo gitu maksudnye… abi baru tahu, anakku🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s