Back To Campus

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam dari Depok, setelah berhasil melewati kumpulan motor yang menyemut di sekitar rel kereta api Bintaro, akhirnya sampailah saya dan istri di pintu gerbang kampus di mana saya pernah menjadi mahasiswa selama tiga tahun (1997 – 2000).

Tak ada perubahan yang saya temukan ketika saya menyusuri jalan menuju gedung perkuliahan. Di sebelah kiri masih terdapat sebuah lapangan bola basket. Beberapa orang sedang asyik berada di bawah ring sambil berebut dan mencob untuk memasukkan bola ke dalam keranjang. Bersebelahan dengan lapangan basket, dua tim sepak bola sedang memperebutkan si kulit bundar di tengah lapangan berdebu. Di sebelah kanan jalan, Masjid Baitul Mal masih kokoh berdiri. Begitu juga dengan kios fatahilah yang berada di depan masjid. Agak lebih jauh ke dalam, komplek perumahan dosen masih terlihat seperti tahun-tahun ketika saya berstatus mahasiswa.

Perubahan baru saya temukan ketika saya sudah mendekati gedung-gedung perkuliahan. Tempat parkir motor sudah berpinadh tempat, lebih bagus, lengkap dengan pos satpam dan tentu saja satpamnya. Di sebelahnya, yang dulunya adalah merupakan warung nasi dengan menu utama sate, sudah tidak ada lagi. Yang tersisa adalah rerentuhan bangunan. Mungkin warung tersebut sudah lama dibongkar. Entah apa yang akan dibangun di lahan tersebut atau memang sengaja didiamkan begitu saja.

Katika rasa lapar mulai tak tertahankan lagi karena ketika berangkat kami belum memasukkan makanan sedikit pun sebagai sarapan, saya mengajak istri saya menuju warung nasi favorit saya. Istri saya segera melihat menu apa saja yang ada di warung tersebut. Pilihannya jatuh kepada pecel dengan tambahan balwan goreng. Saya pun memesan menu yang sama, karena menu pecel adalah menu kesukaan saya selama menjadi mahasiswa. Sehat, enak, dan yang terpenting adalah murah. Istri saya pun menyukainya.

Enam ribu rupiah, itulah jumlah yang harus kami keluarkan sebagai pengganti kenikmatan dua pring nasi dengan pecel, dua bakwan, dan dua gelas es teh manis. Harga tersebut, menurut istri saya terhitung murah bila dibandingkan dengan harga makanan di kampusnya dulu.

Waktu menunjukkan pukul delapan. Tiba bagi saya untuk melaksanakan amanah. Segera saya menuju ruang kelas, tapi bukan sebagai mahasiswa lagi.

31 respons untuk ā€˜Back To Campusā€™

  1. ydiani Maret 30, 2007 / 00:00

    wah pecelnya murah tuh..

  2. karitasurya Maret 30, 2007 / 00:00

    *cie cie cie* back 2 campus nih Pak Dosen…btw bosan ga sih back 2 campuss?

  3. aunidya Maret 30, 2007 / 00:00

    kerja ditemani istri ya?*romantisnya šŸ˜€

  4. iwananashaya Maret 30, 2007 / 00:00

    Oooo… angkatan ’97 ya, Bang???:-) Hampir sama dong…Ehm! Selamat ya, Pak Dosen…jangan pelit-pelit ilmu ke muridnya.Awwazzzz!!!!

  5. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    ydiani said: wah pecelnya murah tuh..

    murah dan enak mbak, cuma sayur dan isinya nya enggak selengkap pecel madiun

  6. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    karitasurya said: *cie cie cie* back 2 campus nih Pak Dosen…btw bosan ga sih back 2 campuss?

    enggak lah…. šŸ™‚

  7. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    aunidya said: kerja ditemani istri ya?*romantisnya šŸ˜€

    hehehehe…istri pengen tahu gimana kalo saya ngajar, sekalian kami berdua mau ke rumah orang tua saya.

  8. verafun Maret 30, 2007 / 00:00

    wah…masih anak kuliahan….*oura2 gak taudotcom

  9. thetrueideas Maret 30, 2007 / 00:00

    hmm, serius jadi pak guru kayaknya šŸ˜€

  10. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    verafun said: wah…masih anak kuliahan….

    jadi enggak masuk STAN, kalo lulus tes… nanti bisa jadi mahasiswa saya lho…hehehehehe…kaya kontrak kerjanya bertahun2 aja šŸ™‚

  11. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    thetrueideas said: hmm, serius jadi pak guru kayaknya šŸ˜€

    aji mumpung mas…. mumpung ada kesempatan šŸ™‚

  12. abuluthfia Maret 30, 2007 / 00:00

    Alhamdulillah… mengajar juga to… wah ilmunya terjaga terus tuh… ga bakalan hilang, karena ga di ajarkan (amalkan)

  13. irmawan Maret 30, 2007 / 00:00

    lo, angkatan 97 ya? jangan2 mas Fikri pernah jadi mahasiswaku nih šŸ˜€

  14. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    abuluthfia said: Alhamdulillah… mengajar juga to… wah ilmunya terjaga terus tuh… ga bakalan hilang, karena ga di ajarkan (amalkan)

    alhamdulillah, iya pak… mudah2an bisa bermanfaat bagi para mahasiswa

  15. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    irmawan said: lo, angkatan 97 ya? jangan2 mas Fikri pernah jadi mahasiswaku nih šŸ˜€

    emangnya mas irmawan dosen STAN yah?

  16. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    iwananashaya said: Oooo… angkatan ’97 ya, Bang???:-) Hampir sama dong…Ehm! Selamat ya, Pak Dosen…jangan pelit-pelit ilmu ke muridnya.Awwazzzz!!!!

    yup, lulus 2000.kalo sama ilmu insya Allah enggak pelit lah šŸ™‚

  17. ti2n Maret 30, 2007 / 00:00

    loh, si STAN tho… hehehehebaru tahu..aku dulu ngga ketrima di sana šŸ˜€

  18. otiem Maret 30, 2007 / 00:00

    waah senangnyaaaa…bisa bagi2 ilmu…:D

  19. abhicom2001 Maret 30, 2007 / 00:00

    selamat selamat semoga bermanfaat :Dbtw…kalo bukan jd masiwa lagi…jadi masiwi dooong sekarang hihihi ;))

  20. verafun Maret 30, 2007 / 00:00

    jampang said: jadi enggak masuk STAN, kalo lulus tes… nanti bisa jadi mahasiswa saya lho…hehehehehe…kaya kontrak kerjanya bertahun2 aja šŸ™‚

    oh yaaaa???????????????????????????????????????????????doain semoga masuk atuh ya mas……:)

  21. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    ti2n said: aku dulu ngga ketrima di sana šŸ˜€

    pantesan kita enggak pernah ketemu šŸ™‚

  22. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    otiem said: waah senangnyaaaa…bisa bagi2 ilmu…:D

    ya, alhamdulillah mbak šŸ™‚

  23. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    verafun said: doain semoga masuk atuh ya mas……:)

    mudah2an yang terbaik untuk vera šŸ™‚

  24. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    abhicom2001 said: btw…kalo bukan jd masiwa lagi…jadi masiwi dooong sekarang hihihi ;))

    wekkkkkkksssss

  25. irmawan Maret 30, 2007 / 00:00

    jampang said: emangnya mas irmawan dosen STAN yah?

    dulu taun 2000 – 2003 sempet jd asdos msiwa smt 6 šŸ™‚

  26. upitupit Maret 30, 2007 / 00:00

    jampang said: Waktu menunjukkan pukul delapan. Tiba bagi saya untuk melaksanakan amanah. Segera saya menuju ruang kelas, tapi bukan sebagai mahasiswa lagi.

    istrinya ditaruh mana nih??

  27. tkmaia Maret 30, 2007 / 00:00

    wah nikmatnya makan pecel pak dosen.. bakwan pula.. favoritku! masa iya jaman sekarang di jakarta ada makan seharga 6ribu rupiah ya? hebat! selamat mengajar pak :).

  28. jrdd Maret 30, 2007 / 00:00

    Waa.. ngiriii… makan pecel, murah, ditemenin istri, ngajar di kampus TOP.. Enjoy pak Guru!!

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s