Di Bawah Kamboja dan Sebuah Misteri

Puisi-puisi Semasa SMA

Di Bawah Kamboja

beratap dedaunan
berhias bunga-bunga
rumah itu berdiri
dalam sepi
menyendiri

Setiap tamu yang datang
tak bisa bicara
tak bisa tertawa
menangis pun percuma
tak bersuara
tetap sepi

keramaian yang dirasa
hanya sementara
dari mulut-mulut orang-orang yang menggiringi
bukan menemani
yang hanya menyisakan serpihan mahkota bunga
yang kelak kan layu
termakan waktu

di bawah kamboja
rumah itu berdiri
dalam sepi
menyendiri
tetapi pintunya tetap terbuka
menantikan masa
datangnya seorang tamu
tuk meramaikan
dalam sepi

Kepastian Sebuah Misteri

detik-detik waktu yang berjalan
telah merajut langkah menuju kematian
tinggal hanya menunggu dalam penantian
esok, lusa, entah kapan
dalam kepastian

tak dapat ia diterka
kapan waktu kan berjumpa
di mana tempat kan bersua

tak mungkin lari menghindar
meski sembunyi di tempat tanpa cahaya berpendar
percumalah bila takut dan gentar
hanya siapkan bekal yang tak pernah pudar
bila mau selamat dari siksa an-naar

 


Tulisan Terkait Lainnya :

15 thoughts on “Di Bawah Kamboja dan Sebuah Misteri

  1. verafun Maret 30, 2007 / 00:00

    wah…keren…ckck..*bentar..blom dibaca smuanya nih..:D

  2. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    gawtama said: hiks… thx

    sama-sama kang… pengen nangis supaya bisa membersihkan diri, tapi…

  3. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    verafun said: ckck..*bentar..blom dibaca smuanya nih..:D

    dibaca dengan pelan-pelan yah, penuh perasaan

  4. jampang Maret 30, 2007 / 00:00

    abuluthfia said: Jazakillah…jadi nangis nih…

    sama-sama, pal

  5. iwananashaya Maret 30, 2007 / 00:00

    Hmm… ya.. KEMATIAN.satu hal yang PASTI datang.Dan.. sudah siapkah kita???

  6. fadhliani Maret 30, 2007 / 00:00

    Salam’alaikum, slm kenal. Iya kadang kita suka lupa dengan yang namanya kematian, padahal tiket keberangkatannya udah pasti, gak ada delay-nya. TFS

  7. jrdd Maret 30, 2007 / 00:00

    Makasih bang.. ini puisi buat Chrisje juga khan ya..

  8. cle0patria Maret 31, 2007 / 00:00

    @DI BAWAH KAMBOJA.Pemilihan kata yang lugas tapi lebih mengena.*untuk saya*Makasih sharing puisinya Mas Rifki.

  9. cynta78 Maret 31, 2007 / 00:00

    Janten sedih ach…..Tfs….

  10. jampang April 4, 2007 / 00:00

    thetrueideas said: puisi karena Crisye ya mas Rifki?

    sebenernya puisi ini sudah lama saya buat, cuma saya posting ulang aja karena banyak temen-temen yang memposting tentang meninggalnya, crisye.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s