Kurma, Sirup, Roti Tawar, dan Kain Sarung

kurma

Saat berbelanja untuk membeli beberapa makanan yang rencananya akan dijadikan buah tangan saat  pergi ke rumah orang tua saya hari sabtu depan seperti iskuit, kurma, sirup, dan susu kental manis, tiba-tiba ingatan saya kembali ke sekian tahun silam. Tepatnya kepada salah satu encing (paman) saya. Abdul Hamid (almarhum) namanya. Saya biasanya memanggil dengan sebuatan Cing Amit. Beliau adalah adik dari ayah saya.

Keluarga ayah saya terdiri dari lima orang, tiga laki-laki dan dua perempuan. Di antara semua, Cing Amit adalah yang paling mapan hidupnya. Mata pencahariannya hampir sama dengan ayah saya dan adik laki-laki satunya, yaitu menjual tanaman hias. Namun rezeki yang Allah berikan lebih banyak dan berkah kepada beliau dibandingkan dengan ayah saya dan paman saya yang lain. Hingga kini, beliaulah satu-satunya di antara keluarga ayah saya yang sudah menunaikan ibadah haji.

Kebiasaan beliau di setiap bulan Ramadhan adalah selalu membelikan makanan berupa kurma, sirup susu, dan roti tawar. Terkadaang beliau datang di pekan pertama atau di pertengahan bulan Ramadhan. Beliau sendiri yang mengantarkan makanan tersebut. Di keluarga saya, saat itulah satu-satunya momen di mana saya dan keluarga bisa menikmati kurma, sirup susu, dan roti tawar. Biasanya saya dan keluarga mencelupkan roti tawar ke dalam sirup susu tersebut kemudian memakannya. Setelah habis, tak ada lagi hari-hari berbuka dengan ketiga jenis makanan tersebut.

Menjelang hari raya, beliau datang lagi. Kali ini dengan membawa beberapa potong kain sarung. Biasanya merek Atlas. Beliau meminta saya dan ayah saya memilih kain sarung tersebut. Sarung tersebut akan saya pakai untuk sholat hari raya idul fitri. Begitu juga dengan ayah saya.

Mungkin dari kebiasaan itulah Allah SWT memberikan rezeki yang lebih kepada beliau. Rumah yang bagus, tanah yang cukup luas, serta dapat menunaikan ibadah haji sebanyak dua kali. Bukankah Allah SWT dan rasulnya mengisyaratkan bahwa harta yang dijadikan sedekah akan menjadikannya berlimpah? Baik balasan di dunia maupun balasan di akhirat kelak. Wallahu a’lam.

Ya Allah…
Terimalah segala amal ibadah beliau
Ampunkanlah segala dosanya
Jadikanlah kuburnya taman-taman surga
Dan berkahilah dan lindungilah anak dan keturunan beliau
Amin.

 


Tulisan Terkait Lainnya :

9 thoughts on “Kurma, Sirup, Roti Tawar, dan Kain Sarung

  1. fetryz Agustus 18, 2010 / 00:00

    ini fotonya, foto sendiri mas?

  2. thetrueideas Agustus 18, 2010 / 00:00

    Amiin, mudah2an saya dan mas Rifki, bisa niru encingnya

  3. fetryz Agustus 18, 2010 / 00:00

    masyaALLOH…… orang yang senang berbagi insyaALLOH selalu berkah dan dibalas olehNYA dengan sebaik2 balasan..

  4. jampang Agustus 18, 2010 / 00:00

    fetryz said: ini fotonya, foto sendiri mas?

    bukan mbak, saya ambil beberapa foto dari google kemudian saya edit dengan teknik potoshop alakadarnya

  5. jampang Agustus 18, 2010 / 00:00

    thetrueideas said: Amiin, mudah2an saya dan mas Rifki, bisa niru encingnya

    semoga, mas syamsul…. aamiin

  6. jampang Agustus 18, 2010 / 00:00

    mayangfi2007 said: smoga Allah me rahmati nya,.. aamiinn

    aamiin..

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s