Bukan Kisah Kasih Di Sekolah : Sepatu Warrior

Pada masa-masa SMP, sepatu yang banyak dikenakan oleh teman-teman saya, adalah sepatu warrior. Karena ingin mengikuti tren saat itu, saya pun minta dibelikan sepatu jenis tersebut. Selain harganya yang terjangkau, mungkin di bawah sepulh ribu rupiah, dikenakannya juga cukup ringan dan nyaman, apalagi ketika berolahraga.

Warna tali sepatu warrior adalah putih dan tidak terlalu besar, namun di saat itu ada beberapa teman yang mengganti tali sepatu warriornya dengan tali yang lebih lebar, lebih tebal, serta dengan warna lain, bahkan dengan tali yang bermotif. Bahkan ada juga yang mengikat tali sepatu dengan cara yang tidak umum, yaitu dengan membentuk anyaman seperti tikar pandan. Kembali lagi saya ikut-ikutan dengan mereka. Tali dari sepatu saya yang sudah tidak dipakai lagi saya ambil dan saya pasangkan di sepatu warrior saya dengan bentuk anyaman.

Ketika duduk di kelas III, saya dan beberapa teman dipanggil untuk masuk dalam sebuah tim untuk mengikuti lomba gerak jalan yang belakangan saya ketahui bahwa sekolah yang menjadi panitia atau tuan rumah adalah Al-Azhar yang letaknya di Blok M.

ilustrasi : http://shutterstock.com/

Pada hari latihan pertama, saya datang dengan maksud untuk melihat saja karena kondisi saya kurang fit. Karenanya saya tidak menggunakan perlengkapan latihan. Saya datang dengan mengenakan kemaja, celana katun, dan sendal kulit imitasi. Tetapi setibanya saya di tempat latihan, saya malah diminta untuk ikut berlatih. Dengan terpaksa saya latihan dengan tanpa alas kaki, karena kalau pakai sandal sdah pasti berat dan tidak nyaman. Hiks, beberapa kali kaki saya terasa sakit karena menginjak kerikil.

Sehari sebelum perlombaan, tim kami mendapatkan kaos seragam dari sponsor. Kalau tidak salah sponsornya dalah salah satu produsen pasta gigi. Tetapi seragam tersebut tidak digunakan. Seragam yang akan digunakan tim adalah seragam olahraga sekolah dengan sepatu warrior sebagai alas kaki.

Keesokan harinya, dengan penuh semangat, tim kami berangkat dan mengikuti lomba. Cukup melalahkan juga. Jarak yang ditempuh mungkin sekitar sepuluh kilometer, kurang lebih. Lantas, jadi juarakah tim kami? Ternyata tidak. Kami hanya mendapatkan hadiah hiburan yang mungkin diberikan kepada semua tim yang mengikuti lomba gerak jalan, yaitu sebuah kaos untuk masing-masing anggota tim dan sebuah bola basket. Alhamdulillah, lumayan.

Di saat saya dan tim duduk-duduk untuk melepas lelah, dua orang siswi teman kami berjalan dengan melenggak-lenggok sambil memamerkan sebuah piala yang cukup besar. Saya dan beberapa anggota tim hanya bisa melongo.

13 respons untuk ‘Bukan Kisah Kasih Di Sekolah : Sepatu Warrior

  1. worotarie Agustus 27, 2010 / 00:00

    klo sepatu favorite saya eagle.

  2. jampang Agustus 27, 2010 / 00:00

    worotarie said: klo sepatu favorite saya eagle.

    mungkin dulu merk itu cukup prestisius ya mbak?

  3. ipie April 21, 2011 / 00:00

    wuah.. Sepatu kesayangan maskot jaman SMP nie. Ampe aku minta dibkinin group namanya warrior dgn lambang yg sama

  4. jampang April 21, 2011 / 00:00

    ipie said: wuah.. Sepatu kesayangan maskot jaman SMP nie. Ampe aku minta dibkinin group namanya warrior dgn lambang yg sama

    kan cerita nostalgia, teh

  5. ipie April 21, 2011 / 00:00

    iya. Nostalgia and berkesan bgt warrior ini..

  6. jampang April 21, 2011 / 00:00

    ipie said: iya. Nostalgia and berkesan bgt warrior ini..

    sekarang kayanya masih ada kalau mau beli…. xixixixixi

  7. danirachmat November 6, 2014 / 13:31

    Saya sama sekali belom tahu loh sepatu warrior ini. Piala yang didapet sama temennya itu dari lomba gerak jalan juga Bang?

    • jampang November 6, 2014 / 13:40

      bentuknya miriplah sama yg merek northstar gitu.

      iya…lomba gerak jalan. kan peserta kelompok putra dan putri dipisah. terus masing-masing tingkat juga dibedain juaranya

      • jampang November 6, 2014 / 13:56

        yup. karena lombanya untuk SD, SMP, SMA kalau tidak salah

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s