Happy Is My Right

Tanpa kusengaja, diri ini jatuh dalam sebuah renungan. Renungan tentang kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Di mana tak ada seorang ibu pun — yang normal — yang tak ingin anak-anaknya hidup bahagia. Karenanya, sejak dalam kandungan, ibu selalu memberikan yang terbaik untuk si calon bayi. Pun, begitu lahir, sebisa mungkin dia akan menyusui bayinya. Semasa kemudian, ibu bersama ayah, akan selalu berusaha untuk membahagiakan anaknya, mulai dengan menyediakan kebutuhan pangan, sandang, papan, dan beraneka ragam kebutuhan lainnya.

Jika demikian halnya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, pastilah kasih sayang dari Allah SWT kepada hambaNYA akan jauh lebih besar. Bagaimana tidak? Dia lah yang menganugerahkan rasa kasih sayang tersebut kepada seorang ibu yang kemudian memberikannya kepada sang anak.

Tanpa diminta, Allah menyediakan atsmosfer bumi agar manusia bisa bernafas. Tanpa diminta, Allah menyediakan semua organ pernafasan dalam tubuh manusia bekerja tanpa perlu diperintah setiap waktu oleh otak. Bisa dibayangkan betapa sulitnya makhluk lemah yang bernama manusia untuk mengatur satu persatu organ pernafasannya.

Bagaimana paru-paru bekerja secara otomatis untuk menukar antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.

Untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, Allah menyediakan alam beserta isinya untuk kebutuhan manusia yang dapat diolah dengan akal pikirnya. Akal tersebut juga diberikan Allah kepada manusia. Tinggal manusianya, bagaimana dia menggunakan akal tersebut.

Selain apa yang ada dalam diri manusia dan alam beserta isinya, Allah tidak lepas tangan. Seperti halnya seorang ibu yang memerikan pembelajaran kepada sang anak, baik berupa perintah yang mengarah kepada kebaikan dan demi kepentingan sang anak, maupun berupa larangan yang bertujuan untuk menghindarkan sang anak dari marahabahaya. Pun demikian, dengan Allah. Allah telah mengatur manusia, dengan perintah-perintah dan laranga-larangan. Semuanya itu untuk kebahagiaan dan kepentingan manusia. Adakah perintah Allah yang pada akhirnya menyusahkan manusia? Atau adakah larangan Allah yang akan merugikan manusia. Jawabannya sudah pasti, tidak.

Tidak percaya? Coba gunakan akal kita yang telah Allah amanahkan ini untuk mencari apa yang tersembunyi di balik perintah shalat, puasa, zakat, haji, dan lain-lain. Coba temukan dengan akal yang telah Allah berikan ini, apa yang tersembunyi di balik pelarangan judi, minuman keras, sex bebas, dan sebaginya. Jika kita berhasil menemukan jawabannya, niscaya kita kan mendapatkan bahwa semuanya itu untuk kebahagiaan kita, hambaNYA. Wallahu a’lam

—ooo0000ooo—

duhai manusia
tahukah dirimu, bahwa kau tercipta untuk bahagia
bukan berduka
tanyakan pada yang tergores di lembaran mushaf yang sering kau baca
tanyakan pada semesta alam raya
karena di sana terdapat jawabnya

15 respons untuk β€˜Happy Is My Right’

  1. nawhi Agustus 30, 2010 / 00:00

    itu foto dimana Mas?jiaah malah lebih tertarik sama fotonya neh.

  2. jampang Agustus 30, 2010 / 00:00

    nawhi said: itu foto dimana Mas?

    waktu acara perpisahan teman seruangan, di sekitar ancol

  3. jampang Maret 16, 2011 / 00:00

    lolanovalinda said: makasih sharing link nya ki.. πŸ™‚

    sama-sama, mbak

  4. hanifahnunk Mei 24, 2012 / 00:00

    semoga slalu berlimpah kbahagiaanaamiin

  5. jampang Mei 24, 2012 / 00:00

    hwwibntato said: ibu …

    Eneng…. *lho!

  6. hwwibntato Mei 24, 2012 / 00:00

    jampang said: Eneng…. *lho!

    ha ha ha …

  7. jampang Mei 24, 2012 / 00:00

    hwwibntato said: ha ha ha …

    kemana-mana bahasannya itu lagi itu lagi…. yao kang, cari bareng πŸ˜€

  8. jampang Mei 25, 2012 / 00:00

    lailatulqadr said: Nyimak pembicaraan dua lelaki diatas…

    *cuekin. pura-pura nggak liat kalau ada yang nyimak

  9. lailatulqadr Mei 25, 2012 / 00:00

    jampang said: *cuekin. pura-pura nggak liat kalau ada yang nyimak

    Kalo berbicara ke arah sana, pasti banyak yang komen deh…

  10. jampang Mei 25, 2012 / 00:00

    lailatulqadr said: Kalo berbicara ke arah sana, pasti banyak yang komen deh…

    iyah… buktinya yang barusan komen

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s