Bunuh Sampai Habis Atau Rangkul Dengan Manis

peluk dan pedangKarena bosan mengawasi proses scanning virus di laptop, akhirnya saya keluar kamar menuju ruang keluarga. Di sana ada istri saya sedang menyuapi anak saya. Saya duduk di antara mereka.

“Bi, lagi rame neh di MP?”

“Rame apa?”

“Itu ada yang posting soal homo dan lesbi dari sisi medis, terus ada yang komentar pedas. Ada yang nyebut-nyebut kudeta segala. Emangnya sikap kita kepada orang-orang yang homo atau lesbi itu gimana seh? Soalnya ada hadits yang nyebutin agar mereka itu dibunuh. Shahih katanya.”

“Waduh, Abi bukan ahli hadits jadi nggak bisa komentar dengan pas. Cuma setahu Abi, kalau di zaman Rasulullah dan Khulafa’ur Rasyidin, setiap penyimpangan terhadap nilai-nilai Islam, apalagi kalau sudah meyangkut aqidah, sudah pasti diperangin. Contohnya, waktu orang yang namanya Musailamah ngaku-ngaku sebagai nabi, dia langsung diperangi. Terus, ketika ada kelompok orang yang tidak mau membayar zakat di zaman Abu Bakar, sebagai pemimpin, Abu Bakar langsung memerangi mereka agar mau kembali membayar zakat.”

“Jadi bener dong, mereka yang homo or lesbiitu harus diperangi?”

“Ya nggak bisa gitu juga.”

“Lho, koq? Tadi katanya segala penyimpangan itu harus diperangi. Contohnya di zaman nabi dan sahabat. Tapi, koq kaum homo atau lesbi sekarang gak otomatis diperangin aja.”

“Ya, gimana yah. Kata yang ngerti ilmu tafsir dan ilmu hadits, dalam menafsirkan sebuah ayat atau sebuah hadits itu tidak bisa hanya berdasarkan teksnya aja, melainkan perlu juga diperhatikan asbabun nuzul suatu ayat atau asbabul wurud suatu hadits. Selain itu juga perlu diperhatikan situasi dan kondisi saat ayat diturunkan atau hadits tersebut muncul. Dan satu lagi yang penting, ketika suatu hukuman dijalankan kepada para pembangkang, semua prosesnya, baik penyelidikan, pengumpulan bukti dan saksi, proses pengadilan, penentuan vonis, sampai dengan pelaksanaan hukuman, semuanya dilakukan dan diproses oleh lembaga-lembaga dalam suatu pemerintahan yang menjadikan al-quran dan al-hadits sebagai ideologinya. Kalau terjadi di negara yang pemerintahannya bukan berdasarkan al-quran dan al-hadits, sepertinya nggak bisa. Wallahu a’lam. Mungkin kita perlu ngaji lagi.”

——oooo00000oooo——

Homo dan Lesbian. Penyakit ini sudah lama ada, kalau tidak salah sejak zaman nabi Luth. Dan sebagai hukumannya, Allah memusnahkan mereka dengan adzab berupa gempa bumi super dahsyat yang mengubur kaum tersebut.

Pokok permasalahan dari topik yang sedang mengguncang MP hari ini, setidaknya itu adalah info yang saya terima, hanyalah masalah sudut pandang. Segala sesuatu, jika dipandang dengan sudut yang berbeda dapat menghasilkan sesuatu yang berbeda pula. Itu mungkin bisa saja terjadi karena keilmuwan yang kita miliki sangat sedikit tak terbatas sekali dan pola pikir kita yang masih terkota-kotak.

Jika ada penelitian yang mengatakan bahwa seseorang bisa menjadi homo atau lesbian dapat diakibatkan karena kelainan genetis, pengaruh lingkungan, atau apa sajalah, dan penelitian tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, saya berpikir itu sah-sah saja. Kenapa? Karena pertama, ilmu pengetahuan itu sifatnya tentatif, tetap berlaku sepanjang belum ada pendapat atau teori yang membantahnya. Jika di kemudian hari ada penelitian yang mengungkapkan hal lain dan itu bisa dibuktikan secara ilmiah, bisa jadi hasil penelitian tersebut akan mematahkan hasil penelitian sebelumnya. Itulah pengetahuan manusia yang hanya berikan setetes saja oleh Pemilik Lautan Ilmu.

Jika ada orang yang berpendapat bahwa kaum homo dan lesbian tersebut harus diperangi sesuai dengan dalil yang kuat, saya setuju secara tekstual, karena sebagai muslim, pegangan saya Al-quran dan Al-hadits yang shahih. Sedangkan bagaimana pengamalannya, adakah latar belakangnya, cocokkah untuk segala kondisi dan situasi, saya harus belajar lagi.

Cobalah kita sama-sama meneliti ayat-ayat berikut :

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik” [An-Nahl : 125]

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang Mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah.

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat nikmat

Hai orang-orang yang beriman,janganlah suatu kaum mengolok-olok suatu kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

(QS.Al-Hujuraat: 9-13)

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (QS. 5:32)

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. (QS. 17:33)

Apakah sebaiknya mereka dibunuh sampai habis atau dirangkul dengan manis?

Wallahu a’lam.


Tulisan Terkait Lainnya :

6 thoughts on “Bunuh Sampai Habis Atau Rangkul Dengan Manis

  1. asasayang Oktober 3, 2010 / 00:00

    Mantap!

  2. niwanda Oktober 3, 2010 / 00:00

    Bijak :).

  3. jampang Oktober 3, 2010 / 00:00

    asasayang said: Mantap!

    semantap kopinya? 🙂

  4. jampang Oktober 3, 2010 / 00:00

    niwanda said: Bijak :).

    alhamdulillah…mudah2an bijak beneran 🙂

  5. anotherorion Oktober 3, 2010 / 00:00

    wah kayake mo ke tekape dulu mas

  6. jampang Oktober 3, 2010 / 00:00

    anotherorion said: wah kayake mo ke tekape dulu mas

    silahkan, mas.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s