Gayus, Pajak, Dan Equilibrium Hawa Nafsu

pajakKembali Gayus membuat ulah. Setelah mempermalukan instansi tempatnya bekerja dan rekan-rekannya di seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak, serta almamater dan alumni STAN terutama angkatan tahun 2000, kini giliran instansi kepolisian yang dibuatnya kebakaran jenggot. Foto wajahnya yang sempat diabadikan sebuah kamera ketika sedang asyik menyaksikan pertandingan tenis di Bali, mengungkap kasus suapnya kepada beberapa oknum polisi yang bertugas menjaga dan mengawasinya.

Ternyata, penjara tak selalu membuat penjahat menjadi jera. Apalagi jika uang sudah ikut bicara dan bertemu dengan jiwa-jiwa dahaga akan nafsu dunia yang kian menggoda di kala iman kian melemah di dada. Jadilah seperti apa yang kini menjadi topik hangat di berbagai media massa.

Hampir sepuluh tahun saya bekerja di Direktorat jenderal Pajak. Namu sebagian besar pekerjaan yang saya lakukan sedikit sekali yang terkait dengan hitung-menghitung atau kegiatan pemeriksaan pajak. Lebih banyak saya melakukan perekaman data SSP lembar kedua, melakukan pemindahbukuan, dan pelayanan kepada user pengguni sistem informasi perpajakan.

Namun demikian, setidaknya ada hal yang masih nempel di dalam otak saya mengenai pajak. Di antaranya adalah bahwa pajak merupakan iuran wajib yang harus disetorkkan oleh wajib pajak ke dalam kas negara tanpa mendapatkan kompensasi secara langsung. Artinya, mereka yang membayar pajak jangan pernah berharap akan mendapatkan kompensasi yang langsung diterima kembali oleh si pembayar pajak. Mungkin, dari sisi inilah banyak orang yang enggan membayar pajak. Ditambah lagi stigma orang pajak yang ada di dalam masyarakat.

Semakin tinggi penghasilan, semakin besar pula jumlah pajak yang harus dibayar. Bagi sebagian orang, rasanya enggan menyetorkan sejumlah uang yang nilainya cukup besar ke dalam kas negara. Jika mungkin, ingin rasanya membayar serendah mungkin. Segala cara mungkin akan dilakukan, termasuk dengan menyuap.

Apa yang terjadi, jika keinginan seseorang untuk membayar pajak lebih rendah dari yang seharusnya bertemu dengan petugas pajak yang berkeinginan untuk menambah penghasilan atau ingin memperkaya diri dengan segala cara? Di situlah mungkin titik keseimbangan pasar terjadi. Equilibrium hawa nafsu bertemu. Niat ada, kesempatan ada, dan syetan pun menggoda.

Bad news is good news. Rasanya seperti itulah yang terjadi. Berita kesalahan seseorang akan menjadi sebuah berita besar yang tak habis-habisnya dibicarakan. Mudah menyebar dan mudah diingat. Akibatnya, berita-berita baik tertutupi dan jarang terekspos besar-besaran. Salah satunya ada di lampiran jurnal ini. silahkan di download dan dibaca jika berkenan.


Tulisan Terkait Lainnya :

32 thoughts on “Gayus, Pajak, Dan Equilibrium Hawa Nafsu

  1. deikka November 24, 2010 / 00:00

    tambah ngejlimet kasusnya

  2. darnia November 24, 2010 / 00:00

    Equilibrium itu apa toh, pak?*taunya filmnya doang*

  3. jampang November 24, 2010 / 00:00

    deikka said: tambah ngejlimet kasusnya

    karena makin banyak yang terlbat mungkin.

  4. jampang November 24, 2010 / 00:00

    darnia said: Equilibrium itu apa toh, pak?*taunya filmnya doang*

    itu kosa kata yang saya dapat di mata kuliah ekonomi… di pasar itu kan ada penawaran dan permintaan barang. ketika keduanya bertemu di salah satu titik harga, maka itu disebut dengan equilibrium… keseimbangan harga pasar kali yah …

  5. melatidesa November 24, 2010 / 00:00

    aku baca nama gayus d merata mp….lagi popular benar nama itu d Indonesia sekarang yah?

  6. kavellania November 24, 2010 / 00:00

    Ahak ahak maren chat sm mbk citra br tw si abang ini org pajak 😀

  7. nunksubarga November 24, 2010 / 00:00

    Yang isue2 dg tokoh politik itu, gmn mas?

  8. fightforfreedom November 24, 2010 / 00:00

    Kasus gayus skenarionya sengaja dibikin ngambang + njlimet + gak jelas, mas, biar menggelinding terus bagai bola liar menjelang pemilihan presiden. Bola liar itulah akan meledak dan menghancurkan lawan-lawan politik yg pernah bermesaraan dg gayus.

  9. aghnellia November 24, 2010 / 00:00

    gayus skrg jd seleb

  10. thetrueideas November 24, 2010 / 00:00

    mas, saya ada pm ya…

  11. jampang November 24, 2010 / 00:00

    melatidesa said: aku baca nama gayus d merata mp….lagi popular benar nama itu d Indonesia sekarang yah?

    ya begitulah, mbak

  12. jampang November 24, 2010 / 00:00

    kavellania said: Ahak ahak maren chat sm mbk citra br tw si abang ini org pajak 😀

    selain itu orang betawi juga 🙂

  13. jampang November 24, 2010 / 00:00

    nunksubarga said: Yang isue2 dg tokoh politik itu, gmn mas?

    kalau bagian itu sya gak ngikutin rinci, cuma denger sekilas2 doank. jadi gak bisa jawab 🙂

  14. jampang November 24, 2010 / 00:00

    fightforfreedom said: Kasus gayus skenarionya sengaja dibikin ngambang + njlimet + gak jelas, mas, biar menggelinding terus bagai bola liar menjelang pemilihan presiden. Bola liar itulah akan meledak dan menghancurkan lawan-lawan politik yg pernah bermesaraan dg gayus.

    sisi politilk yang kejam

  15. jampang November 24, 2010 / 00:00

    aghnellia said: gayus skrg jd seleb

    tapi seleb antagonis…. xixixixixixi*kaya peran di sinetron*

  16. jampang November 24, 2010 / 00:00

    thetrueideas said: mas, saya ada pm ya…

    iya mas, sudah dibalas

  17. trewelu November 24, 2010 / 00:00

    lampirannya nggak keliatan kalo pake mobile

  18. dewayanie November 24, 2010 / 00:00

    nggk nyangka ya Rif, istilah kata kan anak kemarin sore gitu loh… Bisa melecehkan negara dan pemerintahan 😦

  19. intan0812 November 24, 2010 / 00:00

    gayus satu angkatan sama ponakan… gile ponakanku aja masih kere, masih numpang sama ortunya…..gayus dah kaya raya… ck ck ck..jadi inget cerita temen waktu kuliah dulu, syock berat dia denger cerita temennya yang di pajak… gara2 minta duit 200 jeti, cuman dikasih 50 jeti… trus duit 50 jeti di lempar ke muka si wp yang mau nyogok itu …… bukan marah tersinggung, tapi karena kurang…

  20. fightforfreedom November 24, 2010 / 00:00

    intan0812 said: trus duit 50 jeti di lempar ke muka si wp yang mau nyogok itu …… bukan marah tersinggung, tapi karena kurang…

    edyannn tenan !!!jadi ikut geram nih..

  21. tintin1868 November 24, 2010 / 00:00

    gara2 gayus juga jadi kebongkar kan jajaran yang tak jujur itu.. ada positif ada negatif.. kudu punya pemerintah yang tegas deh..

  22. bundanyaraihan November 24, 2010 / 00:00

    Yg kena ‘getah’nya justru karyawan2 yg msh memegang teguh prinsip & jujur ya, mas…

  23. jampang November 25, 2010 / 00:00

    trewelu said: lampirannya nggak keliatan kalo pake mobile

    nanti aja kalau di PC

  24. jampang November 25, 2010 / 00:00

    dewayanie said: nggk nyangka ya Rif, istilah kata kan anak kemarin sore gitu loh… Bisa melecehkan negara dan pemerintahan 😦

    jangan-jangan bukan dia seorang, ada aktor lain di belakangnya*gaya detektif*

  25. jampang November 25, 2010 / 00:00

    intan0812 said: gayus satu angkatan sama ponakan… gile ponakanku aja masih kere, masih numpang sama ortunya…..

    tapi masih punya harga diri 🙂

  26. jampang November 25, 2010 / 00:00

    fightforfreedom said: edyannn tenan !!!jadi ikut geram nih..

    😦

  27. jampang November 25, 2010 / 00:00

    tintin1868 said: gara2 gayus juga jadi kebongkar kan jajaran yang tak jujur itu.. ada positif ada negatif.. kudu punya pemerintah yang tegas deh..

    segala hal ada sisi positif dan negatifnya. mudah2an bisa tegas, ya mbak

  28. jampang November 25, 2010 / 00:00

    bundanyaraihan said: Yg kena ‘getah’nya justru karyawan2 yg msh memegang teguh prinsip & jujur ya, mas…

    iya, mbak…ada kejadian kan pegawai pajak yang naik kereta api malah diteriakin maling.

  29. anazkia Januari 31, 2011 / 00:00

    Mas Rifki kenal Om Sugeng gak yah? Orang Jogja, beliah selalu bolak-balik Jogja-Jakarta setiap wikend

  30. jampang Januari 31, 2011 / 00:00

    anazkia said: Mas Rifki kenal Om Sugeng gak yah? Orang Jogja, beliah selalu bolak-balik Jogja-Jakarta setiap wikend

    sugeng siapa, mbak… temen saya banyak yang namanya sugeng… xixixixixi

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s