Karena Hidup, Bukanlah Sepakbola Semata

sepak bola

Berakhir sudah perhelatan sepakbola terbesar se-asia tenggara yang dulu dikenal dengan Tiger Cup. AFF Cup memiliki juara baru, Malaysia, yang berhasil mengalahkan Garuda Indonesia dengan agregat gol 4-2. Selesai sudah gegap gempita pertandingan yang telah banyak ‘menyihir’ jutaan pasang mata, baik yang menyaksikan secara langsung di stadion atau pun melalui layar kaca. Untuk sementara waktu, hilang sudah aksi Firman Utina dan kawan-kawan dalam mengolah si kulit bundar. Untuk sementara waktu, tak lagi kita saksikan gerakan dengan bola dan gerakan tanpa bola dari para wakil olahraga negeri ini. Untuk sementara waktu, kita tak lagi melihat kelincahan gocekan, keakuratan umpan-umpan silang, dan ketepatan tendangan ke arah gawang lawan dari para punggawa sepak bola negeri ini.

Sebagaimana sebuah tim sepakbola yang di dalamnya terdapat pemain yang bertugas sebagai penjaga gawang, pemain belakang, pemain tengah, dan penyerang. Yang semuanya bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan, yaitu keharmonisan permainan sehingga enak untuk disaksikan. Masalah menang dan kalah, itu sebuah kepastian dalam sebuah permainan. Begitu juga kiranya hidup, di mana setiap manusia menjalani fungsinya masing-masing. Ada petani, pedagang, buruh, sopir, satpam, guru, dan berbagai profesi lainnya. Kesemuanya pun menjalin kerja sama satu sama lain dengan tujuan menjadikan roda kehidupan berputar dan berjalan dengan harmonis.

Tapi, kehidupan tidak hanya berjalan dalam tempo 2 x 45 menit plus 2 x 15 menit tambahan atau berakhir dengan sebuah drama adu pinalti. Hidup adalah sebuah perjalanan yang panjang jika dibandingkan dengan lamanya sebuah pertandingan sepakbola. Hidup di dunia ini juga bisa menjadi sangat pendek jika dibandingkan dengan sebuah masa yang berkekalan yang sudah menanti kedatangan kita di saat kita meninggalkan kehidupan di dunia ini.

Di saat euforia sepakbola melanda masyarakat Indonesia, ada dua kajian yang saya ikuti di mana pemberi materi mengaitkan materi yang disampaikannya dengan perhelatan sepakbola.

Pertama, kajian hadits yang membahas hadits arbain yang kedua belas. hadits tersebut berbunyi :

Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda : Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meinggalkan perkara yang tak berguna baginya. (hadits hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya)

Pemateri tersebut mencontohkan langsung mengenai pengamalan hadits tersebut dengan menyaksikan pertandingan sepakbola. Beliau menanyakan, apa keuntungan yang akan diperoleh seorang muslim ketika dia menyaksikan pertandingan sepakbola? Apakah dirinya menjadi tenang? Apakah dengan menyaksikan sepakbola akan menambah ketaqwaannya kepada Allah SWT? Ataukah justru dengan menyaksikan pertandingan tersebut akan membuatnya lalai akan kewajibannya sebagai seorang hamba?

Beliau meminta kita untuk selalui mempertimbangkan cost and benefit dari setiap apa yang kita lakukan, terutama dari segi akhirat. Menimbang-nimbang apa manfaat jika kita datang ke sebuah tempat dan apa kerugiannya jika kita tidak datang, atau sebaliknya. Yang jelas, jika diseiringkan dengan hadits di atas, semakin baik keislaman seseorang, maka semakin bisa ia meninggalkan segala sesuatu yang tidak memberikan manfaat kepadanya.

Yang jelas, jika seseorang datang untuk menyaksikan pertandingan secara langsung, bagaimana dengan shalat maghribnya, mengingat waktu pelaksanaan pertandingan tak berjauhan dengan waktu shalat maghrib?

Kedua, dalam sesi tanya jawab di sebuah acara siraman rohani di sebuah stasiun televisi, seseorang bertanya melalui telepon mengenai fenomena di mana terdapat sekelompok ulama yang melakukan doa bersama untuk kemenangan Timnas Indonesia. Apakah itu salah sesuatu yang salah tempat? Mengingat sepakbola itu adalah sebuah permainan yang melalaikan. Pemateri menjawab dengan cukup bijak.

“Mengenai apa yang dilakukan para ulama tersebut, saya tidak menyalahkan mereka. Mereka mungkin lebih mengerti. Mereka bisa salah seperti halnya saya juga bisa salah. Yang jelas, kita tetap harus menghormati mereka sebagai ulama yang merupakan pewaris para nabi dengan segala kekurangan yang mereka miliki seperti halnya kekurangan yang kita miliki. Jika mereka salah, mereka memang manusia yang tidak ma’sum, karena manusia yang ma’sum hanya satu, yaitu Nabi Muhammad.”

AFF Cup selesai sudah. Tapi kehidupan tetap berjalan. Semoga dengan bertambahnya hitungan usia kita, bertambah pula keislaman dan ketaqwaan kita. Aamiin.

Rabbanaa zhalamnaa anfusana wa illam tagfirlanaa wa tarhamnaa lana kuunanna minal khasirin

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa min ladunka rahmatan innaka anta al-wahhaab


Tulisan Terkait :

35 thoughts on “Karena Hidup, Bukanlah Sepakbola Semata

  1. thetrueideas Desember 29, 2010 / 00:00

    baidewai, nonton ndak semalem mas?🙂

  2. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    thetrueideas said: baidewai, nonton ndak semalem mas?🙂

    xixixixixi…. nonton, mas… sambil menikmati rasa yang masih ada di pundak

  3. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    bundananda said: Sip deh jurnalnya..

    terima kasih, mbak

  4. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    rengganiez said: Suka tulìsan ini..

    terima kasih, mbak…. gimana suasana di GBK? belum baca laporannya neh🙂

  5. hwwibntato Desember 29, 2010 / 00:00

    jampang said: Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda : Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meinggalkan perkara yang tak berguna baginya. (hadits hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya)Pemateri tersebut mencontohkan langsung mengenai pengamalan hadits tersebut dengan menyaksikan pertandingan sepakbola. Beliau menanyakan, apa keuntungan yang akan diperoleh seorang muslim ketika dia menyaksikan pertandingan sepakbola? Apakah dirinya menjadi tenang? Apakah dengan menyaksikan sepakbola akan menambah ketaqwaannya kepada Allah SWT? Ataukah justru dengan menyaksikan pertandingan tersebut akan membuatnya lalai akan kewajibannya sebagai seorang hamba?Beliau meminta kita untuk selalui mempertimbangkan cost and benefit dari setiap apa yang kita lakukan, terutama dari segi akhirat. Menimbang-nimbang apa manfaat jika kita datang ke sebuah tempat dan apa kerugiannya jika kita tidak datang, atau sebaliknya. Yang jelas, jika diseiringkan dengan hadits di atas, semakin baik keislaman seseorang, maka semakin bisa ia meninggalkan segala sesuatu yang tidak memberikan manfaat kepadanya.

    sungguh nasihat yang bagus …*saya juga nonton bola …

  6. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    hwwibntato said: sungguh nasihat yang bagus …*saya juga nonton bola …

    *item…. eh idem🙂

  7. rengganiez Desember 29, 2010 / 00:00

    Udah posting sambil jalan mudik hehehe..seruuu

  8. srisariningdiyah Desember 29, 2010 / 00:00

    aku gak nonton, tapi menikmati ekspresi orang2 di sekitar yang pada nonton… di kantor, di jalanan, di warung soto… dan aku hanya mengamati saja sambil berpikir seperti yang ditulis mas rifki ini: bermanfaat nggak buat aku? xixixix ternyata sih, semua hal di dunia selalu ada alasan untuk ada kali ya, cuma mungkin porsi kepada setiap orang yang berbeda presentasenya…ah kebanyakan mikir kedaleman nehcemangat!

  9. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    rengganiez said: Udah posting sambil jalan mudik hehehe..seruuu

    iya, barusan juga udah nengokin. di lapangan depan rumah aja seru banget, sampe dicampur latihan qasidahan ibu-ibu🙂

  10. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    srisariningdiyah said: bermanfaat nggak buat aku? xixixix ternyata sih, semua hal di dunia selalu ada alasan untuk ada kali ya, cuma mungkin porsi kepada setiap orang yang berbeda presentasenya…

    yang jelas, apa yang terjadi semuanya atas izin dan kehendak Allah, dan Allah memberikan dua jalan untuk kita pilih. tinggal kita pilih yg mana… yang baik atau yang buruk

  11. nawhi Desember 29, 2010 / 00:00

    kalau nonton di rumah, masih bisa sholat.tapi kalau di stadion ya emang susah dan kemungkinan 100 persen ditinggalin.

  12. fightforfreedom Desember 29, 2010 / 00:00

    dari dulu pertanyaan saya:”Gimana sholat Maghrib-nya?” atau kalo dilaksanakan sore hari: “Gimana sholat Ashar-nya?” Saya pesimis semua orang yg berada di stadion itu bisa menjawab dg baik.Mengapa tiang agama itu tidak menjadi hal yg sangat penting ya?

  13. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    nawhi said: kalau nonton di rumah, masih bisa sholat.tapi kalau di stadion ya emang susah dan kemungkinan 100 persen ditinggalin.

    sayang banget kan?*apa mungkin ini sebuah konspirasi yang teratur sangat rapi sehingga jadwal pertandingan diset di waktu yang seperti itu untuk membuat ummat islam lupa akan agamanya…. inget novel yang sering di bahas mas iwan di http://fightforfreedom.multiply.com/

  14. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    fightforfreedom said: dari dulu pertanyaan saya:”Gimana sholat Maghrib-nya?” atau kalo dilaksanakan sore hari: “Gimana sholat Ashar-nya?” Saya pesimis semua orang yg berada di stadion itu bisa menjawab dg baik.Mengapa tiang agama itu tidak menjadi hal yg sangat penting ya?

    jangan-jangan ini sebuah konspirasi, mas…. *belaga jadi detektif

  15. nitafebri Desember 29, 2010 / 00:00

    gak nonton bola..lebih milih nonton drama Taiwan..😀

  16. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    intan0812 said: nice posting….

    terima kasih, mbak. semoga bermanfaat*terutama wat saya

  17. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    nitafebri said: gak nonton bola..lebih milih nonton drama Taiwan..😀

    wah penggemar drama taiwan rupanya… saya penggemar drama kumbara….*halah

  18. fightforfreedom Desember 29, 2010 / 00:00

    sebenarnya gak ada salahnya kalau dilakukan jam 8 pagi atau jam 8 malam.

  19. fightforfreedom Desember 29, 2010 / 00:00

    jampang said: *belaga jadi detektif

    mau jadi detektif, mas? hehehe….coba bantu pecahin kasus… mengapa Gelora Bung Karno itu digadaikan kepada Qatar sebagai jaminan hutang negara, namun secara diam-diam?

  20. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    fightforfreedom said: sebenarnya gak ada salahnya kalau dilakukan jam 8 pagi atau jam 8 malam.

    tapi kenapa enggak dipilih waktu itu yah?

  21. jampang Desember 29, 2010 / 00:00

    fightforfreedom said: mau jadi detektif, mas? hehehe….coba bantu pecahin kasus… mengapa Gelora Bung Karno itu digadaikan kepada Qatar sebagai jaminan hutang negara, namun secara diam-diam?

    waduh…. baru belajar sudah dapat kasus yang berat…. gak jadi deh🙂

  22. thebimz Desember 30, 2010 / 00:00

    jampang said: Yang jelas, jika seseorang datang untuk menyaksikan pertandingan secara langsung, bagaimana dengan shalat maghribnya, mengingat waktu pelaksanaan pertandingan tak berjauhan dengan waktu shalat maghrib?

    pengalaman nih mas.. saya pas kemarin nonton live lawan filipin.. bener2 deh sholatnya rada susah, untungnya saya dapet tempat yang ga terlalu jauh sama bangku saya di kategori I.. coba kalo di tribun, wah saya ga yakin orang2 di tribun itu pada sholat.. kalopun ninggalin sebentar, pasti udah penuh tribunnya pas balik…

  23. nitafebri Desember 30, 2010 / 00:00

    fightforfreedom said: sebenarnya gak ada salahnya kalau dilakukan jam 8 pagi atau jam 8 malam.

    jam 8 PAGI???Yang bener ajaah.. kaya jam orang kerja..tar malah gak ada yg nonton lagijam 8 malem itu waktu yg pas.. selesai setengah sepuluh

  24. bundanyaraihan Desember 30, 2010 / 00:00

    Aku nonton di rumah, bisa tetep shalat, makan, selonjoran kalo pegel…*halah*

  25. fightforfreedom Desember 30, 2010 / 00:00

    nitafebri said: jam 8 PAGI???Yang bener ajaah.. kaya jam orang kerja..

    Itu pilihan kalo lagi libur, mbak Nita :)Pulang nonton bisa langsung wiskul… wiskul siang-siang itu lebih enak loh.. :))

  26. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    thebimz said: pengalaman nih mas.. saya pas kemarin nonton live lawan filipin.. bener2 deh sholatnya rada susah, untungnya saya dapet tempat yang ga terlalu jauh sama bangku saya di kategori I.. coba kalo di tribun, wah saya ga yakin orang2 di tribun itu pada sholat.. kalopun ninggalin sebentar, pasti udah penuh tribunnya pas balik…

    pengalaman yang berharga *saya seh terus terang belum pernah nonton bola live kecuali kompetisi antar RW

  27. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    nitafebri said: jam 8 malem itu waktu yg pas.. selesai setengah sepuluh

    tapi lom pernah kejadian, ya mbak

  28. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    bundanyaraihan said: Aku nonton di rumah, bisa tetep shalat, makan, selonjoran kalo pegel…*halah*

    siiiiip lah🙂

  29. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    fightforfreedom said: Pulang nonton bisa langsung wiskul… wiskul siang-siang itu lebih enak loh.. :))

    lebih banyak waktu dan pilihan yah?

  30. wishknew Desember 31, 2010 / 00:00

    Kebetulan kantor di Senayan. Maghrib dulu baru nonton bareng di fx. Sebenarnya tidak pernah nonton pssi main. Karena ingin Indonesia menang jadi ikut membela timnas. Sekedar hubul wathon karena saya bukan pecinta bola.

  31. jampang Desember 31, 2010 / 00:00

    wishknew said: Kebetulan kantor di Senayan. Maghrib dulu baru nonton bareng di fx. Sebenarnya tidak pernah nonton pssi main. Karena ingin Indonesia menang jadi ikut membela timnas. Sekedar hubul wathon karena saya bukan pecinta bola.

    🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s