Motor Abang Hilang!

dear-thunder

Malam semakin larut. Hawa dingin pun mulai terasa bersama angin yang bertiup perlahan, membuat orang-orang enggan keluar rumah meski langit begitu cerah dengan kerlip bintang-bintang yang menghiasinya. Tapi tidak bagi Gun, seorang pemuda yang bertugas sebagai penjaga malam di komplek Perumahan Bambu Asri. Sejak pukul sepulum malam, dia sudah duduk di pos penjagaan. Dia ditemani seorang pemuda, Oman, yang belum lama menjadi tandemnya dalam menjaga keamanan di komplek perumahan tersebut.

Di awal tugas, keduanya hanya duduk-duduk di pos penjagaan sambil menunggu pintu portal komplek yang masih terbuka. Karena biasanya, meski malam sudah larut, terkadang masih ada penghuni komplek yang belum pulang.

Setelah memastikan bahwa semua penghuni komplek sudah pulang, Gun dan Oman menutup pintu portal. Lalu keduanya membagi tugas untuk berkeliling komplek, mengecek keadaan sekitar. Tak ada masalah. Keduanya tak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Mereka pun kembali menuju pos penjagaan. Keduanya mengobrol sebentar lalu kembali berkeliling komplek. Kegiatan tersebut mereka lakukan secara berulang dalam periode tertentu.

Sekitar pukul dua malam. Kembali keduanya berkeliling.

“Man, kita keliling lagi. Tapi gantian tempatnya. Kamu ke arah kiri, aku yang lurus!” ucap Gun.

“Siap!” jawab Oman.

Lalu keduanya mulai berkeliling komplek. Keduanya berjalan berbarengan dari pos penjagaan. Di pertigaan, keduanya berpisah. Oman ke arah kiri, sementara Gun berjalan lurus.

Gun mulai mengawasi rumah demi rumah di kiri dan kanan sisi jalan. Di garasi rumah kedua di sebelah kiri jalan dari pertigaan, yang merupakan milik sesepuh komplek, dia melihat sebuah mobil dan dua buah motor. Dia lanjutkan langkahnya hingga ke ujung komplek di mana di sana terdapat dua rumah yang saling berhadapan namun terpisah beberapa puluh meter dari rumah lain.

“Sepertinya ada yang aneh!” ucap Gun perlahan-lahan seperti menyadari sesuatu yang tidak beres.

Gun langsung berlari ke arah semula. Rumah sesepuh komplek lah yang dia tuju. Tiba di garasi, dia melihat sebuah mobil dan dua buah motor, sama seperti yang dia lihat sebelumnya. Tapi mukanya langsung pucat. Panik.

Motor Abang hilang!” teriaknya.

Langsung saja dia berlari menuju rumah salah satu pengurus komplek. Begitu pintu terbuka, langsung dia melaporkan apa yang dilihatnya.

“Pak, motor Abang hilang. Gimana neh, kalau saya diminta ganti?” ucapnya penuh kepanikan.

“Yang bener? Cepat ke rumah Pak Sefin!” perintah si tuan rumah.

Gun langsung menuju rumah orang yang dimaksud. Kepanikan Gun ternyata mengundang penghuni lain.

Tak lama waktu berselang, suasan komplek yang semula sepi menjadi heboh dan ramai. Ada kebingungan dan kepanikan yang muncul. Di antara semua yang berkumpul, Gun lah yang paling bingung dan panik. Terbayang dalam pikirannya, jika dia diminta untuk menggantikan motor yang hilang. Dari mana uangnya?

Di tengah kepanikan Gun. Pak Yono muncul. “Ada apa, Gun?” tanyanya.

“Motor Abang nggak ada di garasi. Hilang, Pak!” jawab Gun masih dengan kepanikannya.

“Nggak, nggak hilang,” sanggah Pak Yono tenang.

“Hah! Enggak hilang gimana, Pak?” tanya Gun yang kini dilanda kebingungan.

“Kemarin, Abang mengalami kecelakaan. Karena mungkin cukup parah sehingga tidak bisa pulang ke sini. Abang pulang ke rumah orang tuanya di Kebon Jeruk, termasuk motornya juga dibawa ke sana.”

“Bener, Pak?”

“Ya, bener. Masa saya bohong!”

“Alhamdulillah. Saya takut banget, Pak. Kalau bener motor Abang hilang dan saya diminta ganti.”

“Ya sudah. Sekarang gak usah panik. Sudah tahu kan kejadian sebenarnya gimana? Sekarang kembali lagi aja ke pos.”

“Iya, Pak. Terima kasih, Pak!” kali ini Gun berkata dengan sebuah senyum.

Lapanglah hati Gun. Selapang langit nan cerah malam itu.

* diceritakan kembali dengan selera penulis🙂


Tulisan Terkait Lainnya :

33 thoughts on “Motor Abang Hilang!

  1. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    ydiani said: syukurlah🙂

    gun penjaga malam yang baik🙂

  2. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    srisariningdiyah said: jadi sesepuh komplek itu siapanya Gun?

    bukan siapa2nya gun… sesepuh komplek itu maksudnya pendiri komplek… bapak mertua saya…. xixixixixixi

  3. srisariningdiyah Desember 30, 2010 / 00:00

    ealahhh… untung motornya ga ilang…eh berarti Gun itu adik ipar mas rifki ya?

  4. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    srisariningdiyah said: ealahhh… untung motornya ga ilang…eh berarti Gun itu adik ipar mas rifki ya?

    weks…. bukan mbak….Gun itu pemuda dari luar komplek yang diminta bantuannya untuk menjadi penjaga malam di komplek perumahan di mana saya tinggal

  5. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    srisariningdiyah said: ealahhh… untung motornya ga ilang…

    ini ada kaitannya dengan cerita saya tertmpa batang pohon tumbang, mbak

  6. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    rengganiez said: Jadi Abang itu mas rifky??

    keluarga istri saya dan beberapa tetangga, manggil dengan sebutan itu, mbak

  7. evanda2 Desember 30, 2010 / 00:00

    wah … tp apa iya, kalo ada yang ilang jadi tanggung jawab yang jaga ?

  8. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    evanda2 said: wah … tp apa iya, kalo ada yang ilang jadi tanggung jawab yang jaga ?

    itukan hanya pemikiran sepihak aja mbak. tapi kan jaman sekarang jarang yang berpikir begitu… buktinya di parkiran, di tiketnya tertulis segala kehilangan menjadi tanggung jawab pemilik

  9. srisariningdiyah Desember 30, 2010 / 00:00

    jampang said: ini ada kaitannya dengan cerita saya tertmpa batang pohon tumbang, mbak

    sudah kuduga :)sekarang udah baikan mas rifki?

  10. srisariningdiyah Desember 30, 2010 / 00:00

    jampang said: weks…. bukan mbak….Gun itu pemuda dari luar komplek yang diminta bantuannya untuk menjadi penjaga malam di komplek perumahan di mana saya tinggal

    bertanggungjawab banget dia… salut deh

  11. intan0812 Desember 30, 2010 / 00:00

    kadang orang terlalu perhatian gitu ya.. padahal motornya nginep di tempat lain.. tapi dikira hilang🙂

  12. nawhi Desember 30, 2010 / 00:00

    syukurlah ternyata ga hilang.aku belum baca yg ketimpa pohon itu, meluncur dulu aah ke TKP.

  13. fightforfreedom Desember 30, 2010 / 00:00

    Dedikasinya penjaga malam itu tinggi ya… sampai begitu waspada.

  14. hwwibntato Desember 30, 2010 / 00:00

    wah, Gun yang sangat baik …tetangga Mas Rifki, ya?

  15. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    srisariningdiyah said: sudah kuduga :)sekarang udah baikan mas rifki?

    kalau pagi masih terasa sakit, mungkin karena otot2nya masih kaku

  16. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    srisariningdiyah said: bertanggungjawab banget dia… salut deh

    iya mbak…

  17. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    intan0812 said: kadang orang terlalu perhatian gitu ya.. padahal motornya nginep di tempat lain.. tapi dikira hilang🙂

    iya mbak… cuma perhatian yang seperti itu gak lahir yang duduk di pemerintahan

  18. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    nawhi said: syukurlah ternyata ga hilang.aku belum baca yg ketimpa pohon itu, meluncur dulu aah ke TKP.

    cuma pindah tempat parkir🙂

  19. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    fightforfreedom said: Dedikasinya penjaga malam itu tinggi ya… sampai begitu waspada.

    dan terkadang ngerasa gajinya tak sebanding dengan tanggung jawabnya

  20. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    hwwibntato said: wah, Gun yang sangat baik …tetangga Mas Rifki, ya?

    iya, mas…. tetangga di luar komplek

  21. beautterfly Desember 30, 2010 / 00:00

    Untuung ga ilang. Alhamdulillah.Sy jg pernah panik pas liat motor kakak sy pagi2 ga ada d garasi. Ternyata, msh d penitipan motor. Deg2an bgt. Dulu pernah motor kakak hilang d kontrakan lama..

  22. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    beautterfly said: Dulu pernah motor kakak hilang d kontrakan lama..

    kalau saya pernah kehilangan sepeda…😦

  23. jampang Desember 30, 2010 / 00:00

    trewelu said: mengharukan…

    iya mbak…. sayang saya enggak melihat langsung

  24. bundanyaraihan Desember 30, 2010 / 00:00

    Memangnya biasanya motor disimpen diluar ya, mas? Penjaganya sangat bertanggungjawab ya…:)

  25. jampang Desember 31, 2010 / 00:00

    bundanyaraihan said: Memangnya biasanya motor disimpen diluar ya, mas? Penjaganya sangat bertanggungjawab ya…:)

    di dalam rumah enggak mungkin soalnya mbak.dan kebijakan di komplek, setiap rumah tidak boleh berpagar kecuali pagar hidup. dan kebetulan garasi tempat saya numpang itu gak berpintu.

  26. wishknew Desember 31, 2010 / 00:00

    Tenang.. Tenang.. Motornya gak ilang. Lagi dititipkan di pegadaian. Kemarin Abang lagi BU.

  27. jampang Desember 31, 2010 / 00:00

    wishknew said: Tenang.. Tenang.. Motornya gak ilang. Lagi dititipkan di pegadaian. Kemarin Abang lagi BU.

    xixixixi… jangan buka rahasi gitu donk, mas

  28. wishknew Desember 31, 2010 / 00:00

    Buat renovasi rumah hahaha…

  29. jampang Januari 2, 2011 / 00:00

    wishknew said: Buat renovasi rumah hahaha…

    yah, malah diterusin….. xixixixixixixi

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s