Syair Sang Pendosa (2)

sang pendosamataku perih
terkena debu ketika matahari bertasbih
dan keduanya tak mau terpejam
ketika cahaya bintang menari di langit malam

tangan dan jemariku keram
teringat apa yang telang digenggam
hingga tak kuasa ikut bertakbir
sakit terasa seperti terkilir

bibirku beku
mengenang kecupan penghapus pilu
dan ketika serangga malam berdzikir
hanya senyum getir yang lahir

otakku terasa berat
menghimpun pikiran-pikirat bejat
semakin penat
ketika syahwat kembali menggugat

hatiku meronta
tapi bukan iman yang menjadi raja


Baca Puisi Lainnya :

9 thoughts on “Syair Sang Pendosa (2)

  1. melatidesa Januari 16, 2011 / 00:00

    Org bilang, mereka yg pintar @ suka berpuisi itu romantis orgnya:-)

  2. jampang Januari 16, 2011 / 00:00

    adamdesign said: dalam dan penuh makna🙂

    terima kasih…

  3. jampang Januari 16, 2011 / 00:00

    hwwibntato said: ngeri, ya …

    iya, mas😦

  4. jampang Januari 17, 2011 / 00:00

    melatidesa said: Org bilang, mereka yg pintar @ suka berpuisi itu romantis orgnya:-)

    kalau gitu… saya…. xixixixixixixi

  5. nieuwverhaal Januari 17, 2011 / 00:00

    Abi klo bikin puisi keren2…MbaCit apa kabarnya Bi ?

  6. jampang Januari 17, 2011 / 00:00

    nieuwverhaal said: Abi klo bikin puisi keren2…MbaCit apa kabarnya Bi ?

    jadi malu*semangat dijadiin buku dehalhamdulillah kabar mbak citra baik2 aja🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s