Matikan Walau Sejenak

Di masa-masa sekolah dan kuliah, saya selalu menggunakan jasa angkutan umum untuk berangkat ke tempat tujuan, mulai dari mikrolet, bis, hingga bemo. Bahkan di awal-awal masa kerja, selama kurang lebih dua tahun, saya masih mengunakan jasa angkutan umum. Setidaknya dua sampai tiga kali saya berpindah angkutan umum untuk sampai ke kantor, tergantung jalur mana yang saya pilih.

Barulah setelah memiliki tabungan yang cukup dan dengan desakan dari keluarga, akhirnya saya membeli sebuah sepeda motor. Harapan dengan adanya sepeda motor tersebut, dapat memberikan manfaat ganda, yaitu memperlancar dan mempercepat perjalanan saya ketika berangkat ke kantor maupun pulang dan bisa digunakan untuk mengantar jemput keluarga, terutama ibu.

Di belakang hari, ketika masalah kemacetan di Jakarta tak kunjung selesai, ketika tingkat pencemaran udara semakin meningkat, ketika lapisan ozon semakin menipis, saya menyadari bahwa saya ikut andil menjadi penyebab semua itu. Sebagai pengendara motor tentunya saya akan menambah jumlah kendaraan yang lalu-lalang di jalan dan menambah jumlah karbondioksida CO2 di udara melalui knalpot motor saya. Sesuatu yang mungkin tidak terjadi jika saya masih menggunakan jasa angkutan umum.

Namun demikian, saya memilih menggunakan sepeda motor untuk bepergian ke berbagai tempat, terutama ke kantor, bukan tanpa alasan. Masalah kecepatan dan sisi ekonomi adalah dua hal yang menjadi alasan mendasar pilihan saya tersebut.

Dengan sepeda motor, saya bisa menghindari kemacetan dengan memanfaatkan ruang di antara kendaraan roda empat, sehingga saya bisa tiba di kantor tepat waktu. Telat satu detik, penghasilan saya akan berkurang karena akan terkena potongan keterlambatan. Selain itu, dengan sepeda motor, saya bisa memilih tempat di mana saja saya suka untuk berhenti, seperti mampir ke mini market atau toko untuk membeli sesuatu. Begitu juga dengan jumlah uang yang harus saya keluarkan untuk ongkos angkutan umum yang harus berpindah-pindah minimal dua kali, lebih besar jika dibandingkan dengan uang yang harus saya keluarkan untuk bensin sepeda motor saya.

Lantas bagaimana dengan pencemaran udara yang dikeluarkan dari kanlpot sepeda motor saya? Apakah ada cara bagi saya dan orang-orang yang memilih sepeda motor sebagai alat transportasi untuk menguranginya?

Di sebuah perempatan di Jalan TB Simatupang, lampu lalu-lintas menyala merah. Dari angka penunjuk waktu yang menyala di samping lampu merah ada sekitar seratus detik lagi lampu warna hijau baru akan menyala. LUmayan lama. Akhirnya saya putuskan untuk mematikan mesin motor saya. Bisa menghemat bahan bakar dan mengurangi polusi walaupun barangkali hanya sedikit, pikir saya. Kira-kira beberapa detik lagi lampu hijau menyala, saya hidupkan kembali mesin sepeda motor. Begitu lampu hijau menyala, saya kembali melaju.

Mungkin, jika hanya beberapa detik dan hanya dilakukan oleh satu orang saja, tak akan banyak berpengaruh terhadap kondisi udara. Tapi saya membayangkan, jika dilakukan oleh seluruh pengendara, baik motor maupun mobil, pasti akan punya pengaruh yang jauh lebih besar. Apalagi di Jakarta, yang hanya memiliki sedikit lahan hijau dan banyak pohon-pohon di tebang karena pembangunan jalan, bisa jadi, hal-hal kecil seperti mematikan mesin saat kendaraan berhenti di lampu lalu-lintas akan manghasilkan dampak yang luar biasa.

Berani mencoba?

Sebelum mencoba, pastikan mesin kendaraan Anda berfungsi dengan baik. Jangan sampai ketika Anda mematikan mesin, motor atau mobil Anda tidak bisa menyala lagi karena sudah tua, rusak, atau tidak terawat. Bukan mengurangi polusi, malah mengundang emosi dari pengendara lain. Karenanya, merawat kendaraan Anda dengan melakukan servis rutin juga akan berdampak baik bagi lingkungan.

28 respons untuk β€˜Matikan Walau Sejenak’

  1. fightforfreedom Januari 26, 2011 / 00:00

    yup, setuju… matikan walau sejenak :)100 detik itu waktu yang cukup lama.

  2. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    fightforfreedom said: yup, setuju… matikan walau sejenak :)100 detik itu waktu yang cukup lama.

    malahan sebenarnya lebih dari segitu, pak.

  3. nawhi Januari 26, 2011 / 00:00

    kalo tiap di lampu merah dimatikan kayak gitu kalau menurutku kok ga efektif ya?1. mesin udah cukup stabil tapi karena dimatikan akhirnya ntar butuh waktu lagi untuk menstabilkan lagi. dan itu kan ga baik buat mesin.2. otomatis pemakaian bensin juga makin banyak.gitu sih menurutku, CMIIW. soalnya di tempatku lampu merahnya ga sampai 100 detik kayaknya.

  4. fightforfreedom Januari 26, 2011 / 00:00

    jampang said: malahan sebenarnya lebih dari segitu, pak.

    iya, bahkan saya sampai pernah terjebak 150 detik πŸ™‚

  5. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    nawhi said: kalo tiap di lampu merah dimatikan kayak gitu kalau menurutku kok ga efektif ya?1. mesin udah cukup stabil tapi karena dimatikan akhirnya ntar butuh waktu lagi untuk menstabilkan lagi. dan itu kan ga baik buat mesin.2. otomatis pemakaian bensin juga makin banyak.gitu sih menurutku, CMIIW. soalnya di tempatku lampu merahnya ga sampai 100 detik kayaknya.

    wah… gak mikir ke situ seh. cuma berpikir sederhana aja…. xixixixixixi

  6. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    fightforfreedom said: iya, bahkan saya sampai pernah terjebak 150 detik πŸ™‚

    wah… lumayan nyita waktu.tapi gak setiap lampu merah selama itu kan. di jalan2 yang biasa saya lewati ada dua lampu merah yang menyala di atas 100, lainnya di bawah 60

  7. hwwibntato Januari 26, 2011 / 00:00

    kemacetan di Jakarta memang luar biasa, ya …sekarang Bandung juga sudah mulai banyak kemacetan seperti itu …

  8. fightforfreedom Januari 26, 2011 / 00:00

    jampang said: wah… lumayan nyita waktu.

    Itu terjadi biasanya di setiap perdelapanan jalan (bukan perempatan jalan), seperti di daerah Kwitang (dekat Atrium Plaza).

  9. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    hwwibntato said: kemacetan di Jakarta memang luar biasa, ya …sekarang Bandung juga sudah mulai banyak kemacetan seperti itu …

    “jika di kota lain, seseorang bisa memprediksikan kapan tiba di suatu tempat jika berangkat dari rumah jam sekian. Di jakarta, jika berangkat jam sekian dari rumah, maka jam berapa sampai tujuan, hanya Allah yang tahu”kira2 gitu ucapan salah seorang penceramah mengenai kemacetan di jakarta

  10. aishachan Januari 26, 2011 / 00:00

    naik sepeda aja yuks*belum bisa motor soalnya hoho

  11. hwwibntato Januari 26, 2011 / 00:00

    jampang said: “jika di kota lain, seseorang bisa memprediksikan kapan tiba di suatu tempat jika berangkat dari rumah jam sekian. Di jakarta, jika berangkat jam sekian dari rumah, maka jam berapa sampai tujuan, hanya Allah yang tahu”kira2 gitu ucapan salah seorang penceramah mengenai kemacetan di jakarta

    ha ha ha …iya, bisa kebayang, Mas. Pergi beda lima menit, sampainya beda satu jam … he he he …

  12. thetrueideas Januari 26, 2011 / 00:00

    pernah baca, kalau di India, pas perempatan lampu merah gitu, pada matiin mesin, biar hemat fuel -katanya lho-

  13. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    fightforfreedom said: Itu terjadi biasanya di setiap perdelapanan jalan (bukan perempatan jalan), seperti di daerah Kwitang (dekat Atrium Plaza).

    saya jarang ke kwitang πŸ™‚

  14. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    aishachan said: naik sepeda aja yuks*belum bisa motor soalnya hoho

    bisa jadi nanti sepeda bakal ngetrend, mbak πŸ™‚

  15. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    hwwibntato said: ha ha ha …iya, bisa kebayang, Mas. Pergi beda lima menit, sampainya beda satu jam … he he he …

    iya mas πŸ™‚

  16. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    thetrueideas said: pernah baca, kalau di India, pas perempatan lampu merah gitu, pada matiin mesin, biar hemat fuel -katanya lho-

    i see. makasih, mas infonya πŸ™‚

  17. nanazh Januari 26, 2011 / 00:00

    Wua.. Ngepas saya sdg illfeel dgn macet kemaren plg ngantor lwt kwitang pula.. Hadeuh.. Jadi, tngiang lagu “hard times” yg saya jadikan postingan tbaru dgn disisipi foto kemacetan jg.. Hm tulisan yg memberikan solusi, wlpn sayangnya saya msh angkot’erz he.

  18. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    nanazh said: Hm tulisan yg memberikan solusi, wlpn sayangnya saya msh angkot’erz he.

    kalau naik angkot justru jelas mengurangi kemacetan, kan? πŸ™‚

  19. zaffara Januari 26, 2011 / 00:00

    wah mas Rifki aja pake motor masi peduli dg lingkungan ya, sebisa mungkin mengurangi pencemaran, jd kebayang yg merokok di tempat umum, dlm kendaraan yg pengap + ada anak2 kecil dan wanita disitu, atau bahkan di dalam rumah….???

  20. nanazh Januari 26, 2011 / 00:00

    Kalo angkot tuh msh bnyk yg buang gas sembarangan, truz sopir2nya mengendarainya ugal2an, mas.. Memang perlu peran serta dari semua pihak untk mengatasi macet ni. Mjadi bagian dr solusi.

  21. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    zaffara said: wah mas Rifki aja pake motor masi peduli dg lingkungan ya, sebisa mungkin mengurangi pencemaran, jd kebayang yg merokok di tempat umum, dlm kendaraan yg pengap + ada anak2 kecil dan wanita disitu, atau bahkan di dalam rumah….???

    itu kalau kondisi motor saya lagi bagus, teh…. lagi mudah distarter :)kalau soal perokok di kendaraan, enaknya diteriakin aja biar malu… xixixixixi

  22. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    nanazh said: Kalo angkot tuh msh bnyk yg buang gas sembarangan, truz sopir2nya mengendarainya ugal2an, mas.. Memang perlu peran serta dari semua pihak untk mengatasi macet ni. Mjadi bagian dr solusi.

    banyak yg gak layak jalan tapi masih beroperasi.menurut sebuah penelitian : dibutuhkan pohon seluas satu hektar untuk menyerap CO2 dari 20 kendaraan yang beroperasi normal. padahal banyak kendaraan yang operasinya gak normal πŸ™‚

  23. medilubis Januari 26, 2011 / 00:00

    medan rame dengan becak mesin yg asepnya sereeemmmm…..

  24. evanda2 Januari 26, 2011 / 00:00

    kalo macet total, mending matiin mesin …. kalo lampu merah, agak repot ya, katanya sih malah boros bensin, tp ga tau juga sih…

  25. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    medilubis said: medan rame dengan becak mesin yg asepnya sereeemmmm…..

    pernah ngerasain naik becak itu πŸ™‚

  26. jampang Januari 26, 2011 / 00:00

    evanda2 said: kalo macet total, mending matiin mesin …. kalo lampu merah, agak repot ya, katanya sih malah boros bensin, tp ga tau juga sih…

    kalau macet seh emang lebih baik matiin mesin. kalau mesin mati hidup itu bikin boros bensin, saya belum tahu juga…. ada dua komentar di atas yang ngasih tahu dua akibat yang berlawanan itu

  27. jampang Januari 30, 2011 / 00:00

    putrilan9it said: wah, makin parah banget nih..

    apanya mbak yang parah?

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s