Celoteh Syaikhan [6] : Syaikhan Shubuh

celoteh syaikhan
celoteh syaikhan

Menjadi kebiasaan Syaikhan jika menginap di rumah neneknya selalu bangun pagi. Paling telat sekitar pukul enam pagi di sudah keluar dari kamar dan bergabung dengan saya atau omnya. Mungkin karena aktifitas di keluarga orang tua saya mulai berjalan sebelum shubuh, seperti ibu saya yang mempersiapkan dagangan beliau. Sementara selepas shubuh, anggota keluarga lain juga mulai beraktifitas, seperti mandi, sarapan, menyetrika pakaian, dan aneka persiapan ke kantor.

Bahkan ada kalanya Syaikhan bangun ketika baru masuk waktu shubuh, setidaknya dua kali dia melakukan hal itu.

Kali pertama, ketika bangun mendengar adzan Shubuh, saya melihat Syaikhan masih tidur pulas. Setelah semuanya siap, saya tinggalkan Syaikhan yang masih terlelap bersama dunia mimpinya. Saya pun berangkat ke masjid.

Sepulang dari masjid, di salah satu tikungan jalan sempit yang masih remang-remang, saya melihat bayangan seseorang menggendong anak sambil membawa payung. Kala itu memang rintik-rintik gerimis menyapa bumi. Setelah semakin dekat, saya dapat memastikan bahwa yang saya lihat adalah Syaikhan yang sedang digendong oleh adik saya.

“Syaikhan nangis, nyariin!” Begitu kata adik saya sambil menyerahkan Syaikhan ke dalam gendongan saya.

“Syaikhan nyariin, Abi?” tanya saya yang dijawabnya dengan menganggukkan kepala yang disandarkan ke pundak saya.

“Maafin, Abi yah! Tadi waktu Abi pergi, Syaikhan masih bobo,” ucap saya yang kali ini sambil mencium pipinya. Syaikhan pun kembali mengangguk.

Kali kedua, ketika saya membuka mata ketika adzan Shubuh berkumandang, saya melihat Syaikhan di samping saya juga sudah terbangun. Rasa malas saya membuat saya memejamkan mata kembali.

“Bi, angun. Adzan tuh! Allahu akbar Allahu akbar!” Syaikhan membangunkan saya.

Rasa malas dan rasa kasihan saya kepada Syaikhan yang bangun terlalu pagi mendorong saya untuk berkata, “Bobo lagi yah!” sambil mengusap kepalanya dan memejamkan kedua mata saya.

Rupanya Syaikhan menolak perlakuan saya itu sambil berkata, “Ajid aja, Bi!” Meminta saya pergi ke masjid.

Akhirnya saya pun mengikuti kemauannya. “Syaikhan mau ikut?” tanya saya yang dijawab dengan sebuah anggukan.

“Pipis dulu yah!” pinta saya yang kembali dijawab dengan anggukan.

Ketika saya baru memposisikan duduk di atas tempat tidur, Syaikhan justru lebih bersemangat dengan sudah bangun dan turun dari tempat tidur. Akhirnya kami menuju ke kamar mandi.

Setelah Syaikhan pipis dan saya wudhukan ala kadarnya, kami pun segera berangkat ke masjid. Syaikhan berjalan kaki ke masjid tanpa meminta saya untuk menggendong. Paling-paling, dia hanya meminta saya menuntun tangannya.

Tiba di masjid, shalat Shubuh sudah dimulai. Segera saya dan Syaikhan masuk dalam barisan. Bedanya, saya langsung takbiratul ihram, Syaikhan merebahkan tubuhnya di samping saya.


19 thoughts on “Celoteh Syaikhan [6] : Syaikhan Shubuh

  1. ipie Februari 27, 2011 / 00:00

    anak sholeh.. Smg terus gt ampe besar. Aamiin

  2. hwwibntato Februari 27, 2011 / 00:00

    Kisah tentang Syaikhan selalu menarik … he he he …selalu ada hal yang membuat tersenyum …

  3. jampang Februari 27, 2011 / 00:00

    thetrueideas said: nitip jejak dulu ah…

    silahkan, mas syamsul 🙂

  4. jampang Februari 27, 2011 / 00:00

    ipie said: anak sholeh.. Smg terus gt ampe besar. Aamiin

    aamiiin…. makasih, mbak ipie

  5. jampang Februari 27, 2011 / 00:00

    hwwibntato said: Kisah tentang Syaikhan selalu menarik … he he he …selalu ada hal yang membuat tersenyum …

    iya mas hendra… keluarga orang tua saya, kalau gak ada Syaikhan ngerasa kesepian. adik saya malah main bola sendiri, biasanya sama syaikhan 🙂

  6. rengganiez Februari 27, 2011 / 00:00

    jadi lanjut bobok di mesjid? … Syaikhan lucuuu

  7. zaafaran Februari 27, 2011 / 00:00

    *jempol utk Syaikhan. Udah kasih “semangat” buat abi.. 🙂

  8. jampang Februari 27, 2011 / 00:00

    rengganiez said: jadi lanjut bobok di mesjid? … Syaikhan lucuuu

    enggak mbak, kalau jam segitu udah bangun gak bakal bobo lagi. paling bobonya waktu siang atau paling cepat jam 10-an.

  9. jampang Februari 27, 2011 / 00:00

    zaafaran said: *jempol utk Syaikhan. Udah kasih “semangat” buat abi.. 🙂

    iya, mbak… 🙂

  10. embunpagi2023 Februari 27, 2011 / 00:00

    usia berapa Mas Rifki ? Lucu sekali Syaikhan, tetap jadi anak sholeh ya nak……

  11. jampang Februari 27, 2011 / 00:00

    embunpagi2023 said: usia berapa Mas Rifki ? Lucu sekali Syaikhan, tetap jadi anak sholeh ya nak……

    sekarang, 2 tahun 8 bulan. bulan juni tanggal 2 pas 3 tahunaamiin….. makasih doanya.

  12. embunpagi2023 Februari 27, 2011 / 00:00

    salam ya dari Mas-Mas di siniMas Raihan dan Mas Pandu^_^

  13. jampang Februari 27, 2011 / 00:00

    embunpagi2023 said: salam ya dari Mas-Mas di siniMas Raihan dan Mas Pandu^_^

    salam balik juga yah :)namanya mirip, bahkan kalau ada orang yang baru denger nama Syaikhan ngiranya Raihan, karena lebih ngetrend nama raihan 🙂

  14. lollytadiah Februari 28, 2011 / 00:00

    Wah… Abinya udah punya tim pengawas pergi ke Mesjid….Alhamdulillah, contoh yang dilihat Syaikhan, ternyata sangat membekas, dan udah jadi pola yang bagus…

  15. jampang Februari 28, 2011 / 00:00

    lollytadiah said: Wah… Abinya udah punya tim pengawas pergi ke Mesjid….Alhamdulillah, contoh yang dilihat Syaikhan, ternyata sangat membekas, dan udah jadi pola yang bagus…

    alhamdulillah, hanya saja gak bisa setiap shubuh 😦

  16. nieuwverhaal Februari 28, 2011 / 00:00

    Syaikhan …anak abi dan Umi yang soleh ….

  17. jampang Februari 28, 2011 / 00:00

    nieuwverhaal said: Syaikhan …anak abi dan Umi yang soleh ….

    aamiin….makasih, mbak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s