Petualangan Syaikhan Di Akhir Pekan

“Abii..!” teriak Syaikhan sambil berlari menyambut kedatangan saya.

Begitu bertemu, Syaikhan langsung langsung memeluk erat tubuh saya. Begitu pula dengan saya. Kerinduan kami berdua, terutama saya, terlampiaskan sudah melalaui pelukan erat tersebut meski hanya beberapa saat.

Renacan semula, saya akan mengajak Syaikhan ke rumah neneknya di kebon jeruk dengan mengendarai motor. Sudah lama memang saya belum pernah lagi mengajak Syaikhan jalan-jalan dengan motor saya selepas kecelakaan beberapa waktu yang lalu. Tetapi Allah berkehendak lain. Melalui langit yang mendung dan gerimis yang turun, Allah mengisyaratkan bahwa hari itu belum saatnya saya membonceng Syaikhan dengan motor kebanggaannya.

Akhirnya, setelah persiapan Syaikhan lengkap, saya putuskan untuk mengajak Syaikhan ke rumah neneknya dengan angkot. Untuk ke terminal Depok, saya dan Syaikhan diantar oleh eyangnya Syaikhan. Sementara motor, saya titipkan kepada adik saya.

Tiba di Terminal Depok, Deborah jurusan Kalideres tidak terlihat. Mungkin sudah berangkat beberapa saat sebelum kedatangan saya. Saya kecewa, tapi tidak dengan Syaikhan. Dia begitu menikmati suasana terminal dengan bis-bis besar dan angkot yang lalu-lalang. Setiap bis atau angkot yang berjalan, ditunjuknya sambil berkata, “Eh ada lagi, Bi!”

Karena setelah menunggu beberapa lama, Deborah jurusan Kalideres tak juga datang, akhirnya saya putuskan untuk naik Deborah jurusan Lebah Bulus yang sepertinya akan segara berangkat. Begitu masuk ke dalam bis, saya dan Syaikhan duduk di bangku paling belakang dengan harapan mendapat ruang gerak yang lebih luas dan nyaman. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Seiring semakin banyaknya penumpang yang naik, rasa nyaman itu pun hilang. Untunglah, Syaikhan merasa ngantuk dan akhirnya tertidur.

Melihat kondisi itu, tersebersit dalam hati, jika sampai di Lebak Bulus, saya akan mengajak Syaikhan naik taksi saja. Biarlah ongkosnya lebih mahal, yang penting lebih nyaman. Syaikhan bisa tidur dengan posisi yang jauh lebih baik daripada posisi tidurnya di bis sekarang.

Tiba di Terminal Lebak Bulus, Syaikhan terbangun. Setelah kami menjauh meninggalkan Deborah di belakang, Syaikhan bertanya,”Tadi Syeya naik itu ya, Bi?”

“Iya,” jawab saya.

Menyusuri Terminal Lebak Bulus, lagi-lagi Syaikhan merasa takjub dengan banyaknya bis-bis besar yang ada. Kembali dia berteriak ketika ada bis besar yang lewat atau pun ada bis besar yang kami lewati.

“Bis, Bi. Ede!” katanya.

“Syaikhan, mau naik mobil yang ada ACnya atau yang enggak ada ACnya?” tanya saya iseng kepada Syaikhan dalam gendongan saya sambil melangkah menuju pintu keluar terminal di mana terlihat beberapa taksi yang sedang parkir.

“Naik yang gak ada aja,” jawabnya.

Tapi saya tak yakin dengan apa yang saya dengar. Khawatir saya salah tangkap dengan jawaban Syaikhan, saya ubah pertanyaannya, “Syaikhan, mau naik taksi apa naik angkot?”

“Naik angkot aja,” jawab Syaikhan dengan jelas sekali.

“Kenapa enggak mau naik taksi?”

“Uwek!” katanya sambil tangan kanannya memegang leher dan mulutnya meniru orang yang mau muntah.

Saya tersenyum melihat tingkahnya tersebut.

Akhirnya kami naik angkot jurusan Pasar Kebayoran Lama. Alhamdulillah, penumpang di dalam angkot tidak terlalu banyak sehingga kami tidak perlu berdesak-desakan. Syaikhan bisa duduk di samping saya dengan bebas.

Ketika hampir tiba di Pasar Kebayoran Lama, saya tawarkan kepada Syaikhan apakah dia mau baju baru sebagai hadiah karena telah melakukan penghematan dengan memilih angkot daripada taksi. Syaikhan pun mengangguk.

Setelah turun dari angkot, kami langsung menuju toko pakaian tenpat nenek Syaikhan membelikan baju beberapa waktu yang lalu. Begitu masuk toko, Syaikhan langsung tahu dan menunjuk ke arah tempat membeli baju sebelumnya.

Tiba di bagian pakaian anak-anak, sambil mengingat-ingat ukuran Syaikhan, saya memilih-milih kaos dengan gambar yang dikenal Syaikhan. Akhirnya, pilihan saya jatuh pada kaos bergambar Pororo. Begitu saya perlihatkan kepada Syaikhan, dia pun langsung mau. Saya pun segera membayarnya.

Keluar dari toko pakaian, kami menuju tempat pada pedagang buah-buahan. Seperti beberapa waktu yang lalu, Syaikhan langsung menujuk buah apel kesukaannya. Dan memang sudah sesuai dengan niat saya, saya pun membelikan apel untuknya dan keluarga neneknya di kebon jeruk. Rupanya, mata Syaikhan melihat anggur yang tergantung di atas apel, dan langsung minta. Saya pikir, baguslah dia minta buah daripada makanan lain. Jadi saya belikan seperempat kilo saja.

Dari Pasar Kebayoran Lama, tinggal satu kali naik angkot menuju rumah nenek Syaikhan. Tapi kali ini, Syaikhan tidak mau naik angkot. Tadinya saya berpikir Syaikhan akan meminta naik taksi. Tapi ternyata tidak. Begitu ditanya mau naik apa, Syaikhan tidak menjawab, tapi matanya dan gerakan tubuhnya menunjuk kendaraan beroda tiga di dekat tukang buah. Bajaj. Ya, Syaikhan mau naik Bajaj. Mungkin dia masih ingat ketika beberapa waktu lalu, saya, Syaikhan, dan neneknya naik bajaj dari tempat yang sama.

Catatan Akhir Pekan Bersama Syaikhan Lainnya :

46 respons untuk ‘Petualangan Syaikhan Di Akhir Pekan’

  1. hwwibntato Maret 6, 2011 / 00:00

    Petualangan yang seru …!naik Bajaj memang lebih asyik kayaknya, ya … he he he …

  2. khoriyatulj Maret 6, 2011 / 00:00

    sekali2 ajak naik becak, Syaikhan pasti senang..salam buat syaikhan ..:)

  3. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    hwwibntato said: Petualangan yang seru …!naik Bajaj memang lebih asyik kayaknya, ya … he he he …

    syaikhan ketagihan kali, mas. soalnya waktu naik bajaj pertama kali, dia menikmati getarannya sampai tertidur 🙂

  4. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    khoriyatulj said: sekali2 ajak naik becak, Syaikhan pasti senang..salam buat syaikhan ..:)

    becak di jakarta sudah enggak ada, di depok seh masih ada. belum sempet ngajak syaikhan, mbak

  5. nunksubarga Maret 6, 2011 / 00:00

    Sama, anakku jg lebih senang naik bajaj, meski blm bisa ngomong tp ketauan dr ekspresinya..syaikhan beli baju baru lg ya.. senengnya,:-)

  6. evanda2 Maret 6, 2011 / 00:00

    wah lumayan lengkap nih naek kendaraannya, anak2 mah selalu senang jika diajak bertualang 🙂

  7. zaffara Maret 6, 2011 / 00:00

    Umi-nya Syaikhan ga ikut ?

  8. inimona Maret 6, 2011 / 00:00

    wah…syaikhan kalo naik mobil yang ada ac-nya uwek ya? ternyata banyak ya anak kecil yang begini?saya juga penasaran naek bajaj, di Jogja ga ada sih 😀

  9. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    @mba nunk : wah setipe rupanya, syaikhan seh baru dua kali naik bajaj

  10. beautterfly Maret 6, 2011 / 00:00

    syaikhan kalo main di kampungnya ammah sari, ada dokar lhooo…

  11. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    @mbak eva : iyah, satu kali perjalanan tiga jenis angkot yang dinaikin

  12. ikhwatiislam Maret 6, 2011 / 00:00

    naek bajaj pernah di sasarin, mbayarnya muahal kyk naik taxi T_T

  13. ratnapratiwi Maret 6, 2011 / 00:00

    emang seru kalo bepergian sm anak kecil, jadi inget ma ponakan2 😀 *eh, tp kalo rewel, msih seru juga ga ya? hehe :D*

  14. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    @teh winny : enggak teh, just father and son 🙂

  15. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    @mbak mona : setahu saya seh syaikhan belum pernah muntah kecuali dulu waktu diajak ke madura dengan mobil eyangnya juga pake AC. Tapi kalau jarak deket dan menengah belum pernah denger dia muntah.

  16. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    @mbak sari : hm… dokar itu sama dengan delman yah? di jakarta juga udah jarang. dulu masih beroperasi di sekitar petukangan, gak tahu sekarang masih ada apa enggak.

  17. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    @mbak suly : jadi kapok yax?

  18. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    @mbak tiwi : kalau rewel tambah seru kali yah…. xixixixixixi

  19. beautterfly Maret 6, 2011 / 00:00

    jampang said: @mbak sari : hm… dokar itu sama dengan delman yah? di jakarta juga udah jarang. dulu masih beroperasi di sekitar petukangan, gak tahu sekarang masih ada apa enggak.

    betuuul… delman, dokar, kereta kuda..eh, naek bemo aja. ada loh di daerah benhil…hehehe

  20. jampang Maret 6, 2011 / 00:00

    @mbak sari : masih ada yah sekarang? belum pernah ke daerah itu lagi.

  21. beautterfly Maret 6, 2011 / 00:00

    jampang said: @mbak sari : masih ada yah sekarang? belum pernah ke daerah itu lagi.

    masih deh kayaknya.terakhir sih sekitar bulan puasa kemaren..

  22. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @mbak sari : yang jelas Syaikhan punya kendaraan favorit, yaitu motor abinya. sepertinya kendaraan apa pun kalau masih ada motor abinya pasti dia pilih motor abi 🙂

  23. beautterfly Maret 7, 2011 / 00:00

    jampang said: @mbak sari : yang jelas Syaikhan punya kendaraan favorit, yaitu motor abinya. sepertinya kendaraan apa pun kalau masih ada motor abinya pasti dia pilih motor abi 🙂

    haha…kali aja nyobain bemo jadi suka bemo

  24. thetrueideas Maret 7, 2011 / 00:00

    seru nih, kayak si Bolang 😀

  25. trewelu Maret 7, 2011 / 00:00

    wah, syaikhan petualang cilik nih… syaikhan nggak tahan ac-nya apa pewangi mobilnya? kalo di restoran ber-ac nggak mabuk kan?

  26. mychocolatebox Maret 7, 2011 / 00:00

    anak pinter…bpknya pengen kenyamanan…anaknya pengen petualangan…wekekekeke…

  27. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @mbak sari : ya mungkin bisa aja suatu saat 🙂

  28. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @mas syamsul : saya saya enggak punya alat dokumentasinya, mas *ikutan tergoda android

  29. faiziki Maret 7, 2011 / 00:00

    Walah seru juga ya berpetualang..

  30. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @trewelu : belum tahu persisnya seh mbak. kemungkinan karena pengawinya kali. karena naik mobil eyangnya yang ber-AC, oke-oke aja.

  31. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @mbak dha :sempet mikir, syaikhan mau berpetualang atau pengen bilanbg “hemat, Bi!” kaya di iklan 🙂

  32. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @faiziki : mungkin itu yang dirasakan Syaikhan 🙂

  33. tintin1868 Maret 7, 2011 / 00:00

    wah ke rmh nenek kaya keliling jkt. blom nyobain busway dan kereta ya?

  34. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @mbak tintin : belum nyoba kereta dan busway :)*BTW makasih paketnya, mbak. sudah saya terima.

  35. ipie Maret 7, 2011 / 00:00

    Anak yg sholeh.. Mdh2n gt terus ya.

  36. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @mbak ipie : aamiin. insya Allah. makasih doanya, mbak.

  37. nawhi Maret 7, 2011 / 00:00

    Sehan berjiwa petualang neh, ga manja.Emang ga bawa jas hujan Mas?

  38. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @ihwan : jas hujannya kotor dan baru aja mau dicuci sama neneknya pas waktu berangkat. jadi gak bisa dipake.

  39. nawhi Maret 7, 2011 / 00:00

    jas hujanku ga pernah kucuci :Dkenapa disebut Deborah?

  40. jampang Maret 7, 2011 / 00:00

    @ihwan : karena itu nama bisnya wan 🙂

  41. nieuwverhaal Maret 8, 2011 / 00:00

    nais..btw ini blog lama2 dibikin cerita kyk di Novel bagus nih…soal keseharian Bapak, Ibu en Anak..

  42. wishknew Maret 8, 2011 / 00:00

    Udah pernah naik busway? Suka gak dia?

  43. jampang Maret 8, 2011 / 00:00

    nieuwverhaal said: nais..btw ini blog lama2 dibikin cerita kyk di Novel bagus nih…soal keseharian Bapak, Ibu en Anak..

    rencananya seh ada mbak, dari blog ini saya mau jadikan buku dan ada temen yang usulin kalau salah satunya tentang syaikhan :)cuma belum sempat2 juga buat merintisnya.

  44. jampang Maret 8, 2011 / 00:00

    wishknew said: Udah pernah naik busway? Suka gak dia?

    belum mas, baru ngelewatin shelternya doank. itu juga udah seneng dianya 🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s