Bersama Syaikhan Di Akhir Pekan

Rencana awal di sabtu pagi hanyalah menghadiri pertemuan temen-temen MP di danau UI. Tetapi pagi hari, ketika Syaikhan bangun dan duduk asyik menonton televisi yang menayangkan binatang-binatang, mulai dari monyet, ular, buaya, sampai kura-kura, muncul rencana tambahan, yaitu mengajak Syaikhan ke kebun binatang selepas acara di danau UI. Ketika rencana tersebut saya sampaikan kepada Syaikhan, dia langsung bersemangat, bahkan langsung minta diamndikan.

Matahari sudah cukup tinggi dan sudah mulai terasa teriknya. Setelah segala persiapan siap, saya, Syaikhan, dan salah seorang adik saya langsung berangkat dengan menggunakan motor menuju danau UI. Di tengah perjalanan, Syaikhan yang semula duduk di depan, saya pindahkan ke tengah, di antara saya dan adik saya. Pertama karena cuaca panas, dan kedua karena khawatir syaikhan akan tertidur, karena perjalanan lumayan jauh.

Alhamdulillah perjalanan dari Kebon Jeruk – UI cukup lancar. Beberapa kali berhenti hanya karena lampu lalu-lintas menyala merah. Selebihnya tak ada masalah.

Tiba di depan masjid UI, saya bingung sendiri. Sudah terjadi perubahan di tempat tersebut semenjak terakhir saya menginjakkan kaki di tempat tersebut. Sebuah bangunan yang belum selesai berdiri di salah satu sisi danau, menggantikan lahan yang dulu pernah saya singgahi tat kala mengunjungi tempat ini pertama kali.

Dalam kebingungan, saya mencoba mencari informasi apakah acara dilaksanakan atau dibatalkan. Jika tetap dilaksanakan di sebelah mana danau? Saya pinjam handpone adik saya untuk mencari nomor telepon mbak ari. Hasil pencarian malah mengarahkan saya kepada pengumuman hasil pemenang di tempat mbak ari. Karena terlanjur terbuka, saya selesaikan membaca nama para pemenang, dan menemukan nama saya muncul meskipun bukan pemenang utama. Alhamdulillah.

Karena tak menemukan yang saya cari, akhirnya saya putuskan untuk berkeliling dulu dengan motor sambil mencari tempat di mana rekan-rekan MP berkumpul. Saya susuri jalan raya sambil memperhatikan sekeliling, barangkali ada sekumpulan orang yang mungkin salah satu atau duanya saya kenal melalui penampakan HS atau pun foto-foto di album MP mereka. Pencarian yang sesekali ditemani celoteh Syaikhan tat kala melihat kereta atau bis berwarna kuning lewat berujung nihil.

Saya kembali menuju masjid UI, selain untuk memarkir motor, sepertinya Syaikhan juga harus mengunjungi kamar kecil. Selanjutnya saya browsing lagi untuk mencari apa yang belum saya temukan. Kali ini pencarian saya berhasil. Setelah menemukan nomor telepon mbak ari, langsung saya mencoba menghubungi sambil berjalan kaki menuju danau. Setelah beberapa kali mencoba namun tidak diangkat, saya kirimkan SMS sebagai usaha terakhir.

SMS belum terbalas, saya sudah melihat sekelompok orang yang sedang berkumpul. Dari kejauhan, saya melihat sosok perempuan yang sedang sibuk di antara yang lain. Saya perkirakan, perempuan itu adalah mbak ari. Saya pun melangkah mendekati kelompok tersebut. Ternyata perkiraan saya tidak meleset.

Setelah semakin dekat, saya melihat mbak aniez yang juga sedang sibuk seperti mbak ari. Saya tidak langsung menghampiri keduanya. Saya menghampiri tiga orang laki-laki yang sedang duduk di salah satu bagian kelompok. Di antara ketiganya, saya mengenali sosok mas anazh, yang sempat juga datang di sela-sela kesibukannya mengikuti diklat.

Sebenarnya saya ingin duduk dan bergabung dengan teman-teman yang lain, tetapi Syaikhan tidak demikian. Dia masih takut atau malu dengan orang-orang yang baru dikenalnya. Sehingga saya lebih banyak berada ‘di luar’ lokasi untuk menenangkan Syaikhan. Ternyata hingga acara foto bersama, Syaikhan masih tidak mau bergabung. Jadilah penampakan saya tidak ada dalam hasil jepretan kamera beberapa tema MP. Yang mungkin ada hanyalah hasil jepretan beberapa orang yang mencoba mengabadikan saya dan Syaikhan saja. Itu pun sepertinya bukan dalam pose terbaik kami berdua.

Selain ketiga orang tersebut di atas, saya juga bertemu dengan Mbak Nita yang datang dengan permen kesukaannya dan sempat dinikmati Syaikhan, bahkan minta nambah. Mbak Ipie yang datang dari Bandung dan masih berkutat dengan aparat dalam pembuatan SIMnya, alhamdulillah, hari ini sudah kelar. Ada juga Mbak Dani yang sempat mengabadikan saya dan Syaikhan dengan kameranya dengan pose yang katanya rada mirip dengan HS saya sekarang. Saya berkesempatan juga dengan Mbak Sari yang katanya datang bukan dalam keadaan mimpi. Lalu bertemu Mbak Dha, Mbak Nana, dan Mbak Lolita.

Sebelum adzan zhuhur berkumandang, Syaikhan sudah mulai menagih janji untuk diajak ke kebun binatang. Tetapi melihat situasi dan cuaca yang cukup terik sepertinya tidak tega mengajaknya berpanas-panasan. Namun membatlkannya juga tidak mudah, takut dia kecewa dan ke depannya saya tidak dipercaya lagi. Tapi, Alhamdulillah. Ketika saya berpamitan kepada beberapa teman tak lama setelah adzan zhuhur terdengar, dalam perjalanan menuju masjid, Syaikhan memberi isyarat dengan menjulurkan lidahnya seolah-olah ingin menjilat jari telunjuknya. Bahasa tubuh ini menandakan dia menginginkan peremen lolypop yang biasa dibeli di Detos.

“Syaikhan jadinya mau ke mana? Kebun Binatang atau Detos?” tanya saya dan omnya berulang-ulang kali.

Dijawab Syaikhan yang juga berulang-ulang kali, “Detos!” dengan mantap.

Selepas shalat zhuhur, kami bertiga langsung menuju Detos. Tempat pertama kali yang kami tuju setiba di Detos adalah tempat penjual permen lolypop. Saya belikan dua buah yang ukurannya kecil. Selanjutnya, Syaikhan ingin bermain di istana balon. Syaikhan pun bermain di sana sampai dia merasa lapar. Lalu kami makan. Terakhir kami bermain di timezone dengan mencoba beberapa permainan di sana. Lalu kembali pulang.

Mungkin, ke kebun binatangnya lain kali ya, Syaikhan! Insya Allah.


Tulisan Terkait Lainnya :

58 thoughts on “Bersama Syaikhan Di Akhir Pekan

  1. beautterfly Maret 15, 2011 / 00:00

    syaikhaaaan belum terbiasa dg keramaian thooo*manggut2*

  2. nanazh Maret 15, 2011 / 00:00

    jampang said: tapi kalau cuma sama syaikhan seh bisa. kalau untuk pribadi saya seh seru2 aja. tapi gak tahu kalau menurut mas anaz 🙂

    hohoho bolehlah… saya mah enjoy2 aja gak mesti harus rame

  3. jampang Maret 15, 2011 / 00:00

    beautterfly said: syaikhaaaan belum terbiasa dg keramaian thooo*manggut2*

    khususnya dengan orang-orang baru. kalau yang sudah dikenal mungkin gak masalah

  4. jampang Maret 15, 2011 / 00:00

    nanazh said: hohoho bolehlah… saya mah enjoy2 aja gak mesti harus rame

    wew… niat banget refresingnya…. semoga sukses deh dengan diklatnya dan semoga lulus. aamiin

  5. nanazh Maret 15, 2011 / 00:00

    jampang said: semoga sukses deh dengan diklatnya dan semoga lulus. aamiin

    aamiin… jazakallohu, mas…

  6. jampang Maret 15, 2011 / 00:00

    nanazh said: aamiin… jazakallohu, mas…

    tetap semangat!

  7. beautterfly Maret 15, 2011 / 00:00

    jampang said: khususnya dengan orang-orang baru. kalau yang sudah dikenal mungkin gak masalah

    hmm, iya juga sih, zalfa juga butuh waktu buat akrab sama org yg baru dikenalnya

  8. jampang Maret 15, 2011 / 00:00

    beautterfly said: hmm, iya juga sih, zalfa juga butuh waktu buat akrab sama org yg baru dikenalnya

    kalau yang begitu, kehadirannya jangan dianggap heboh dulu… pelan-pelan narik perhatiannya. lama2 juga akrab

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s