Zukhruf Kasih

ilustrasi

“Dan apakah kau tahu apa yang dijanjikan Ayah kepada Ibu ketika mereka akan menikah? Ayah berjanji masuk Islam dan menjadi muslim yang baik. Itulah sebab Ibu menerima lamarannya Mereka menikah secara Islam. Tapi setelah bertahun-tahun mereka menikah, Ayah kembali berbalik arah. Ia melupakan janjinya.”Alsa dan Geo adalah buku tulis kosong yang kemudian dicoreti dengan pensil warna. Semula Sari menulisnya bersama Martin, mencoba dengan warna yang sama. Lambat laun, Martin menjadi dalang, memainkan wayang yang sama dengan memainkan pensil, mengambil penghapus dan menghapus tulisan lama, menggantinya dengan warna baru; biru dan kelabu. Lalu pensil Sari (Ibu) patah. Dan Martin menjadi pemilik toko alat tulis.

Itulah penggalan cerita dari buku kedua yang telah selesai saya baca. Beda dengan buku yang baca sebelumnya yang merupakan kumpulan cerpen, buku ini berbentuk novel.

Bercerita tentang sebuah persahabatan Geo dengan Fauzi yang bermuara pada sebuah hidayah yang mengembalikan Geo kepada cahaya Islam. Namun, tentu saja, tidak ada perjuangan yang mudah. Untuk meraih hidayah tersebut, Geo ditentang oleh ayahnya. Yang membuatnya kuat adalah restu dari sang ibu, serta teman-teman atau lebih tepatnya saudara-saudaranya seakidah, terutama Fauzi.

Di dalam cerita terselip pula kisah seorang perempuan, Rella, yang menaruh hati kepada Geo, yang ternyata juga mempunyai masalah yang sangat berat. Setelah Ibunya meninggal, Ayah tirinya yang hanya terpaut sepuluh tahun dari usianya jatuh cinta kepadanya dan ingin menikahinya, bahkan bermaksud memperkosanya di suatu malam yang mengakibatkan Rella terluka parah. Tertusuk pisau yang biasa diselipkan di bawah bantalnya sebagai usaha berjaga-jaga dari tingkah laku ayah tirinya yang bejat.

Yang saya suka dari buku ini adalah penggunaan kata-kata yang tidak terlalu bersayap dan berujung dengan sebuah kebahagiaan.

Bagi yang ingin melihat prainjaunya bisa cek di sini, tetapi tidak semua halaman dimunculkan.

Cover buku ini, yang menampilkan perempuan berjilbab kuning berakibat juga saya melanjutkan FF saya, [FF] Perempuan Berjilbab Kuning [II], dan bisa juga akan ada kelanjutannya.

6 thoughts on “Zukhruf Kasih

  1. herma1206 Oktober 20, 2013 / 21:12

    oowh…novelnya mba Azzura Dayana, klo baca ringk.ceritanya kayaknya blm pernah baca. Familiar ama judulnya mgkn krn dulu pernah ada promonya wktu baru terbit…

    • jampang Oktober 20, 2013 / 21:44

      ooooo…. cover di novel ini dan cover di buku pengantin shubuh yang mengilhami saya membuat cerita perempuan berjilbab kuning πŸ˜€

      • herma1206 Oktober 20, 2013 / 22:31

        Tpi yg “perempuan jilbab kuning” wajahnya gak keliatan..tampak belakang, jdi penasaran ama wajahnya πŸ˜€

        Novel islami pertama yg lgsung diterima itu ya AAC (gak tahu sbelumnya udh ada atau blm), baru abis itu bermunculan novel2 islami, termasuk PBK klo terbit, insya Allah..:)

      • jampang Oktober 21, 2013 / 04:48

        Memang sengaja pose demikian πŸ˜€

        Aamiin.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s