[FF] Perempuan Berjilbab Kuning [V]

sambung dari cerita di sini
*
*
*


“Ibuku menerimamu, Sal,” ucapku kepada perempuan berjilbab kuning yang berdiri di sampingku yang langsung disambut dengan lukisan senyum yang menambah manis wajahnya.

Di halte itu, tak ada orang lain yang menunggu bis. Hanya aku, Sali, dan seorang ibu yang sedang merapikan dagangan di warung kecilnya yang berada di samping halte. Suara lalu-lalang kendaraan yang lewat berpadu dengan suara radio dari dalam warung milik ibu tersebut yang menyiarkan sebuah acara meminta dan mengirim lagu.

“Jadi jawaban Mas Udin bagaimana?” tanya Sali.

Aku tak bisa memandang wajahnya. Kualihkan pandanganku ke langit biru yang dilapisi awan tipis.

“Seperti yang kusampaikan beberapa waktu yang lalu, keputusan ibuku adalah keputusanku. Tapi….” kalimatku terputus. Ada sesuatu yang mengganjal di hatiku.

“Tapi apa, Mas?” tanya Sali lagi.

“Jika ibuku bisa menerimamu, Insya Allah aku begitu juga. Tapi aku tak bisa yakin apakah kau mau menerimaku jika kau tahu kondisiku yang sebenarnya.”

“Kondisi yang seperti apa, Mas?”

Kukeluarkan dompet dari saku celanaku. Kuambil sesuatu dari dalam lipatannya.

“Aku adalah seorang duda dengan seorang anak,” jawabku sambil menyerahkan foto diriku yang duduk bersama dengan Udin kecilku yang berusia tiga tahun.

Aku tak bisa kuasa lagi memandang wajahnya. Hanya bisu di antara kami. Yang terdengar hanyalah lalu-lalang kendaraan dan sebuah lagu yang mengalun dari radio pemilik warung kecil di samping halte.

Jangan memilih aku
bila kau tak sanggup setia
Kau tak mengerti aku
diriku yang pernah terluka

*

*

*

bersambung ke cerita selanjutnya di sini….


Baca Episode Lainnya :

67 thoughts on “[FF] Perempuan Berjilbab Kuning [V]

  1. jampang Maret 26, 2011 / 00:00

    eroza said: Cinta saja tidak cuku (mario teguh) , so….?

    nikah aja…. Allah yang mencukupkan 🙂

  2. neecahya Maret 29, 2011 / 00:00

    hmm.. sudah buka dompet ternyata.. :p

  3. jampang Maret 29, 2011 / 00:00

    neecahya said: hmm.. sudah buka dompet ternyata.. :p

    iya, mbak 🙂

  4. neecahya Maret 29, 2011 / 00:00

    sekalian bayarin bisnya ya mas.. xixixi..

  5. jampang Maret 29, 2011 / 00:00

    neecahya said: sekalian bayarin bisnya ya mas.. xixixi..

    kalau ongkos bis, mampulah, insya Allah 🙂

  6. hanifahnunk Mei 18, 2012 / 00:00

    jadi di buat gak ngerti dulu gt ya…berarti sali dan udin cuma ngobrol di halte doank gubragz…

  7. jampang Mei 18, 2012 / 00:00

    hanifahnunk said: jadi di buat gak ngerti dulu gt ya…berarti sali dan udin cuma ngobrol di halte doank gubragz…

    xixixixxi…

  8. jampang Mei 18, 2012 / 00:00

    hanifahnunk said: kurang komunikasi tuh bang

    yang di bagian mana?

  9. hanifahnunk Mei 18, 2012 / 00:00

    gak kurang komunikasi gmana, wong ktemune cuma di halte doank

  10. jampang Mei 18, 2012 / 00:01

    hanifahnunk said: gak kurang komunikasi gmana, wong ktemune cuma di halte doank

    itu kan harinya beda2.sengaja… komunikasinya akan lebih banyak setelah menikah 🙂

  11. jampang Mei 18, 2012 / 00:01

    hanifahnunk said: trus sambungannya? XD

    ya…. bagian VI 😛

  12. hanifahnunk Mei 18, 2012 / 00:01

    -_- bukan yg itunovelnyagubragzaku lupa blm baca

  13. jampang Mei 18, 2012 / 00:01

    hanifahnunk said: -_- bukan yg itunovelnyagubragzaku lupa blm baca

    xixixixixi…. kalau novelnya bellum tahu kapan terbitnya.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s