Kenangan Di Rumah Itu

DSC01963
Rumah itu kini sudah berubah. Jika dulu ukurannya mungil, kini mungkin menjadi dua kali lipatnya atau bahkan lebih, karena selain jumlah ruangnya bertambah, begitu pula dengan lantainya. Sebuah rumah yang dibangun dengan harapan bisa menjadi “baytii jannatii” yang tidak kesampaian.

Kondisi terakhir ketika saya meninggalkan rumah tersebut memang belum selesai seratus persen. Kegiatan renovasi terhenti karena kekurangan biaya, yang akhirnya menyisakan hutang dan luka.

Rumah itu terdiri dari dua lantai. Dua kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, serta balkon ada di lantai atas. Sementara di bawah terdapat satu kamar plus kamar mandi yang belum selesai, dapur plus ruang makan, ruang tamu, tempat mesin cuci, dan teras. Sepertinya aktifitas saya lebih banyak dilakukan di lantai bawah, terutama di hari libur daripada di lantai atas.

Pagi-pagi, selepas shalat shubuh, biasanya saya mulai dengan memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci. Selanjutnya saya ke dapaur untuk masak nasi lalu ke mencuci piring sambil menunggu mesin cuci bekerja.

“Abi… Abi!” Suara Syaikhan yang baru bangun memanggil saya.

“Abi di bawah, Syaikhan!” Jawab saya dengan tangan penuh sabun.

Syaikhan pun menuruni beberapa anak tangga, kemudian duduk di tangga. Mungkin masih malas untuk turun ke bawah.

“Syaikhan mau turun?” Tanya saya selanjutnya.

Syaikhan tak menjawab, hanya saja dia menggerakkan kedua tangannya ke depan, meminta untuk digendong. Segera saya bersihkan tangan saya dari sabun, menaiki tangga, mendekatinya, dan menggendongnya ke bawah. Beberapa saat Syaikhan masih duduk di anak tangga paling bawah. Tapi kemudian Syaikhan memanggil saya meminta mobil-mobilannya yang tersimpan di bawah tangga. Setelah saya mengeluarkan mobil-mobilan yang bisa dinaikinya itu, Syaikhan mulai asyik berkeliling ruangan dan sesekali menghampiri saya.

Selesai dengan piring kotor, kadang saya mengajak Syaikhan mencuci motor di garasi yang belum selesai. Untuk urusan ini, sepertinya Syaikhan lebih bersemangat daripada saya. Dengan selang, Syaikhan menyirami motor kebanggaannya. Sementara saya mulai membersihkan bagian lain. Selama mencuci, Syaikhan tak pernah mengeluh untuk berhenti, malahan sering tidak mau berhenti meski motor telah bersih.

Karena bermain-main dengan air, otomatis baju Syaikhan dan saya basah. Selanjutnya, kami pun mandi. Lalu sarapan pagi.

Di lain waktu, jika Syaikhan terbangun ketika saya sedang menjemur pakaian, Syaikhan pun sering membantu saya. Syaikhan mengambilkan sepotong pakaian basah dari ember kemudian memberikannya kepada saya untuk dijemur. Jika tidak, maka Syaikhan asyik dengan mobil-mobilannya. Bergerak-gerak perlahan di halaman belakang yang tanahnya belum rata dan kadang ditumbuhi rumput yang bisa membuat kakinya gatal. Tapi dia tak pernah menjauh atau meminta untuk masuk ke dalam rumah. Dengan setia Syaikhan menemani saya hingga selesai.

Lain lagi ketika saya sedang mengiris sayuran untuknya atau memotong-motong kentang yang akan digoreng yang merupakan makanan kesukaannya. Sambil bertanya ini apa dan itu apa, Syaikhan menemani saya. Bahkan ketika mengiris kentang yang akan digoreng, dia mengambil sepotong dan digigitnya. Mungkin karena rasanya tidak enak, sekali digigit, kentang itu dikembalikan ke tempat semula.

“Abi… Abi!”

Suara Syaikhan kembali terdengar dari lantai atas manakala mendengar suara motor saya berhenti di depan rumah sepulang dari kantor. Kepalanya menyembul dari jendela atas. Kadang-kadang Syaikhan langsung menuruni tangga, tapi lebih sering berdiam di jendela. Mungkin Syaikhan tahu kalau dia belum bisa membukakan pintu untuk saya.

Setelah saya masuk dan membuka jaket, saya naik ke lantai atas dan menghampirinya. Peluk dan cium pun terjadi di antara kami berdua. Sungguh sebuah peristiwa yang terkadang membuat saya rindu.

******

Pagi ini, saya akan menjemput Syaikhan dengan motor yang begitu dibanggakan Syaikhan. Tapi saya menjemputnya bukan di rumah, tetapi di Detos.
Sesuatu yang kadang membuat saya bertanya-tanya.


Tulisan Terkait Lainnya :

62 thoughts on “Kenangan Di Rumah Itu

  1. jampang Mei 7, 2011 / 00:00

    nitafebri said: Sekalian promo jualan neh hehehe

    xixixixixi….mumpung ada yg mancing :)sebenarnya sih dari awal-awal udah dipromosiin sama mertua, tapi bukan di MP ini.

  2. jampang Mei 7, 2011 / 00:00

    jrdd said: Pada suatu hari nanti, semua terpatri dalam memori… dalaaam.. kadang manis campur pait, kadang ada asemnya.. pokoknya rasanya rame deh.. kek nano2.. nah, tinggal dinikmati… Alhamdulillah smuanya “pernah” ada dlm hidup Abi & Syaikhan!!

    iya, mbak.tingal saya yg bisa/mau mengambil hikmah di dalamnya atau enggak

  3. edoaprianto Mei 8, 2011 / 00:00

    Sy juga suka kentang goreng bang… :)Sukses utk kedepannya ya bang..!!

  4. ratnapratiwi Mei 8, 2011 / 00:00

    semangat pak🙂

  5. jampang Mei 8, 2011 / 00:00

    edoaprianto said: Sy juga suka kentang goreng bang… :)Sukses utk kedepannya ya bang..!!

    semalam jadi beliin kentang yang siap digoreng buat Syaikhan.makasih, mas🙂

  6. jampang Mei 8, 2011 / 00:00

    ratnapratiwi said: semangat pak🙂

    makasih, mbak

  7. ipie Mei 8, 2011 / 00:00

    jampang said: lewat mana?

    Lewat jalan kearahku doonk bukan kearah rumahmu… xixixixiixixi

  8. jampang Mei 8, 2011 / 00:00

    bandung?jauh banget

  9. nieuwverhaal Mei 9, 2011 / 00:01

    hhhmmmm , Rumah ..rumahku itu ya kyk gitulah Mas ..*tapi katanya tadi di inget yg baik2 aja ya?*

  10. jampang Mei 10, 2011 / 00:01

    nieuwverhaal said: *tapi katanya tadi di inget yg baik2 aja ya?*

    ya kaya cerita saya di atas… kan inget yg enak2 aja🙂

  11. fivefebruary Mei 10, 2011 / 00:01

    semoga suatu hari nanti Allah mengganti yg lbh baik om.Semamgattttt ya

  12. jampang Mei 10, 2011 / 00:01

    fivefebruary said: semoga suatu hari nanti Allah mengganti yg lbh baik om.Semamgattttt ya

    aamiiin. insya Allah.makasih mbak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s