Karena Bakat Saja Tak Cukup

album fotoMalam itu, saya dan keluarga menerima dua buah album foto pernikahan adik saya yang memang sudah ditunggu-tunggu sejak dua minggu lalu. Satu album berisi foto-foto yang hanya ditambah dengan sedikit hiasan yang meneyrupai bingkai di sekelilingnya. Satu album lagi berisi foto-foto yang sudah diedit dan digabung-gabungkan yang disebut kolasse. Secara bergantian masing-masing dari kami melihat kedua album tersebut dan memberi komentar cukup puas.

Terlintas dalam pikiran saya ketika melihat album kolasse tersebut, saya bisa melakukan edit foto-foto yang ada di dalamnya. Tapi mungkin perlu belajar keras, butuh waktu, dan tentu sarana dan prasarana. Untuk efek yang mudah-mudah, sudah pernah saya coba mengedit beberapa foto Syaikhan seperti yang pernah saya upload di multiply dan sering saya jadikan ilustrasi dalam postingan jurnal. Dengan kemauan dan bertanya kepada yang lebih mengerti akhirnya saya bisa sedikit-sedikit.

Dengan kemauan dan bertanya pula saya berhasil membuat aplikasi berbasis web. Sebelumnya saya belum pernah kursus atau mengikuti kegiatan belajar secara formal, saya pun tak punya latar belakang pengetahuan di bidang IT, apalagi programming dengan PHP dan MySQL. Semuanya berawal secara otodidak. Alhamdulillah, dengan kemampuan yang alakadarnya, ada beberapa aplikasi yang berhasil saya buat dan sudah digunakan oleh user.

Selain untuk instansi tempat saya bekerja yang bisa dijadikan bahan penilaian kinerja sebagai pegawai, pernah juga dipercaya untuk membuat aplikasi untuk instansi lain. Untuk yang kedua sifatnya lebih condong kepada materi, karena ada kontrak baik tulisan maupun lisan. Alhamdulillah, ada rezeki dari sumber tersebut.

Dari kejadian itu, mungkin ada hikmah bahwa setiap orang bisa memiliki kemampuan yang lebih di suatu bidang. Asal ada kemauan. Bukankah semua manusia, ketika dilahirkan dalam kondisi yang sama? Belum bisa apa-apa. Belum mengerti apa-apa. Pun semua orang diberikan waktu yang sama, dua puluh empat jam dalam sehari, tujuh haru dalam seminggu, dua belas bulan dalam setahun. Apa yang dilakukan masing-masing individu menentukan di mana posisi yang diraih sekarang. Di depan, di tengah, atau di belakang.

Salah seorang teman saya pernah mengucapkan suatu kalimat yang konon berasal dari seseorang yang mungkin sudah terkenal karena sering sekali muncul di layar kaca, terutama dalam acara kuis. kalimat tersebut berbunyi kurang lebih, “Saya lebih suka orang yang punya kemauan dibandingkan dengan orang yang hanya punya bakat.”

Bakat, mungkin sudah dimiliki setiap orang sejak lahir. Namun tak banyak yang mau mengasahnya. Mungkin karena faktor dalam diri atau mungkin faktor dari lingkungan. Tapi jika bakat yang sudah ada, kemudian diasah dengan kemauan, maka bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Insya Allah.

Menulis di blog, kini menjadi salah satu kegiatan yang sering saya lakukan. Entah ini merupakan bakat atau hanya kemauan saya menulis sebagai cara untuk mengikuti perkembangan zaman, saya tak tahu. Yang pasti, saya senang melakukannya. Selanjutnya, ada kemauan untuk menjadikan tulisan saya di blog untuk menjadi sebuah buku. Bisakah? Atau hanya sekedar sampai dengan tingkat kemauan saja? Biarlah waktu yang akan menjawabnya. Wallahu a’lam.


Tulisan Terkait Lainnya :

44 thoughts on “Karena Bakat Saja Tak Cukup

  1. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @mbak onit : tapi kenapa yah, mereka yang muncul dan jadi juara di kala kompetisi, gak lagi muncul.sebenarnya tadi keingetan sama acara TV champion karena di situ biasanya pesertanya terlihat totalitasnya… sampe jasa pindahan rumah aja dikerjain secara profesional… tapi kelupaan mao cerita di postingan

  2. cawah Juni 15, 2011 / 00:00

    asyik >>> 1

  3. friewan Juni 15, 2011 / 00:00

    betul sih…apalagi kalau sifatnya keterampilan maka bisa di dapat dengan sering dilatih dan diasah…bagaimanapun, passion lah yang membimbing kita untuk itu..

  4. friewan Juni 15, 2011 / 00:00

    betul sih…apalagi kalau sifatnya keterampilan maka bisa di dapat dengan sering dilatih dan diasah…bagaimanapun, passion lah yang membimbing kita untuk itu..

  5. cawah Juni 15, 2011 / 00:00

    benar…manusia itu “SAMA” hanya ketakwaannya pada Rabbnyalah yg membedakannya..jd mari jd diri sendiri..apa adanya :)jdi tambah semangat pengin nulis2….

  6. kavellania Juni 15, 2011 / 00:00

    Saya latar blakgx IT tp mlah dodol d IT n lbh ska photografi, dsain, plus nulis. Eh ujung2x mlah jd guru

  7. iwananashaya Juni 15, 2011 / 00:00

    jampang said: Bakat, mungkin sudah dimiliki setiap orang sejak lahir. Namun takbanyak yang mau mengasahnya. Mungkin karena faktor dalam diri ataumungkin faktor dari lingkungan.

    betul,, betul,, saya banget,,seringkali saya malas,, >_< ,,

  8. hwwibntato Juni 15, 2011 / 00:00

    belajar sesuatu yang baru memang suka menyenangkan … he he he …

  9. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @mas catur : selamat. anda menjadi yang pertama :). ayo semangat nulis lagi… siapa tahu keliatan bakat yang semula terpendam 🙂

  10. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @mas farid : iyah… bisa karena biasa. yang pinter pun bisa lupa kalau gak dibiasakan.

  11. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @po’ pam : mungkin bakatnya di situ… siapa tahu berkembang jadi guru IT 🙂

  12. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @mbak sovi : idem, mbak 🙂

  13. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @mas hendra : iya, mas. kaya kemaren waktu pelatihan ketika saya jadi fasilitator, pesertanya semangat sekali. mungkin karena baru mengenal materinya. jadi enak suasananya 🙂

  14. ayudiahrespatih Juni 15, 2011 / 00:00

    semoga barokah rumah tangga adiknya..*terus belajar ya kang…terus berkarya juga..:D*nyemangatin diri sndri juga nih^^

  15. nawhi Juni 15, 2011 / 00:00

    sepintas mirip banget ya adiknya sama Mas Rifki. *ya iyalah Wan*semoga langgeng rumahtangganya, SaMaRa, aamiin.iya bener, bakat aja nggak cukup butuh kerja keras untuk menjadikannya suatu karya yang nyata. *nyemangatin diri sendiri juga yg lagi turun semangatnya*

  16. fightforfreedom Juni 15, 2011 / 00:00

    Saya sependapat dengan isi postingan ini, bakat saja memang tidak cukup.

  17. thetrueideas Juni 15, 2011 / 00:00

    jampang said: Bisakah?

    bisa mas…kamu pasti bisa! *sok motivator* 🙂

  18. nanazh Juni 15, 2011 / 00:00

    saya mau beli buku mas kok kalau beneran dipublish hehehe… gak perlu bakat untuk beli *halah*

  19. aghnellia Juni 15, 2011 / 00:00

    saya juga bikin leaflet, brosur sama cover buku juga blajar sendiri.. awalnya desain nya aneh banget..tapi makin kesini makin lumayan deh buat amatiran kaya saya ini

  20. onit Juni 15, 2011 / 00:00

    jampang said: mungkin sudah dimiliki setiap orang sejak lahir. Namun takbanyak yang mau mengasahnya. Mungkin karena faktor dalam diri ataumungkin faktor dari lingkungan.

    setuju mas.. kemauan itu penting, jika kita sudah bertanggungjawab akan diri sendiri.tapi lingkungan juga berpengaruh.. karena menentukan kesempatan. contohnya pengamen yg lagunya keren bgt, krn gak ada kesempatan utk mengasah bakatnya sehingga malah kalah dgn penyanyi yg bermodal tapi kemampuan pas2an.makanya aku suka nonton acara mencari bakat itu.. krn bener2 ngasih kesempatan buat yg emang berbakat..

  21. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @teh ayu : makasih doanya, teh. niat seh emang mau belajar. tapi seringnya…. malas 🙂

  22. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @ihwan : kan satu pabrik, wan 🙂 aamiin.sama wan, sering kendor semangat neh.

  23. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @pak iwan : makasih, pak 🙂

  24. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @mas syamsul : makasih supportnya, mas.

  25. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @mas anazh : xixixixi… meski udah ngubek2 MP saya? kan isinya bakalan sama 🙂

  26. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @teh amel : malahan udah merambah ke pia2ku ya, teh? 🙂

  27. darnia Juni 15, 2011 / 00:00

    jampang said: “Saya lebih suka orang yang punyakemauan dibandingkan dengan orang yang hanya punya bakat.”

    ketampol T_T

  28. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    @mbak dani : gak sakit, kan 🙂

  29. roelworks Juni 15, 2011 / 00:00

    memang bakat tidak cukup

  30. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    roelworks said: memang bakat tidak cukup

    ayo ditambah 🙂

  31. darnia Juni 15, 2011 / 00:00

    jampang said: @mbak dani : gak sakit, kan 🙂

    sakit, pak…sakit…*sambil ngesot*

  32. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    darnia said: sakit, pak…sakit…*sambil ngesot*

    *ngasih kotak P3K

  33. nanazh Juni 15, 2011 / 00:00

    jampang said: @mas anazh : xixixixi… meski udah ngubek2 MP saya? kan isinya bakalan sama 🙂

    iya dong…biasanya saya beli buku tuh yang isinya bisa jadi reminder, gak cuman sekali doang…nah, isinya postingan mas kan reminder yang gak lekang pada waktu apa pun dan di mana pun hehehe….ayo ayo ayooooo publish mas…^_^b

  34. mychocolatebox Juni 15, 2011 / 00:00

    terima order ngedit poto ya pak?

  35. rengganiez Juni 15, 2011 / 00:00

    jampang said: Dari kejadian itu, mungkin ada hikmah bahwa setiap orang bisa memiliki kemampuan yang lebih di suatu bidang. Asal ada kemauan.

    betulllllllll…sepakattt sekaliiii

  36. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    nanazh said: ayo ayo ayooooo publish mas…^_^b

    belum punya link 🙂

  37. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    mychocolatebox said: terima order ngedit poto ya pak?

    ada foto yang mau diedit? sini saya utak-atik wat kelinci percobaan 😛

  38. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    rengganiez said: betulllllllll…sepakattt sekaliiii

    :)))

  39. beautterfly Juni 15, 2011 / 00:00

    Hmm gt yah? Yg membedakan sepertiny memang usahanya. Usaha yg maksimal ato minimal.

  40. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    beautterfly said: Hmm gt yah? Yg membedakan sepertiny memang usahanya. Usaha yg maksimal ato minimal.

    kira-kira begitulah*teryata masih banyak usaha yg belum maksimal

  41. huflepuff Juni 15, 2011 / 00:00

    Jadi ingat, Kata dosen saya ada 4 tingkatan manusia1. Orang yang punya kemauan dan kemampuan2. Orang yang kemampuannya kurang, tetapi kemauannya keras3. Orang yang mampu, tetapi tidak punya kemauan4. Orang yang tidak mampu dan tidak ada kemauan. setidaknya,kalau kita memiliki kemauan, pasti ada jalan:D

  42. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    huflepuff said: setidaknya,kalau kita memiliki kemauan, pasti ada jalan:D

    sepakat 🙂

  43. akuahmadjuga Juni 17, 2011 / 00:00

    Semangka semangat kaka 🙂

  44. jampang Juni 18, 2011 / 00:00

    akuahmadjuga said: Semangkasemangat kaka:)

    oh…. ini maksudnya pada sebut-sebut nama buah semangka 🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s