Syaikhan Sayang Abi, Nggak?


Sepertinya, dua minggu tanpa Syaikhan kali ini tidak sesedih sebelumnya. Jika sebelumnya, malam pertama tanpa Syaikhan saya langsung merasakan betapa sepinya, bahkan sempat menciptakan aliran sungai kecil di kedua sudut mata saya, tapi tidak kali ini. Apa mungkin karena selama seminggu bersama Syaikhan kemarin terasa sekali kwalitasnya karena libur panjang atau mungkin karena sikap Syaikhan yang bijaksana dan dewasa? Atau ada sebab lain? Saya tak tahu pasti. Yang pasti saya bersyukur dengan semua itu. Alhamdulillah.Sabtu, 28 Mei

Sekitar pukul tiga belas lewat sekian menit, saya dan adik saya tiba di Margo City untuk menjemput Syaikhan yang sedang bersama umminya di arena bermain. Dengan langkah cepat, saya menuju tempat yang dimaksud. Tapi begitu tiba di tempat tujuan, saya tidak menemukan Syaikhan. Segera saya mencari tahu dengan menelpon. Ternyata Syaikhan sudah berada di tangga naik.

“Abiiiii!” Teriak Syaikhan dengan wajah penuh keceriaan ketika melihat saya yang sedang mendekat.

“Syeya di awah. Ana Abina..ana.. ana.. ndak ada.” Sambung Syaikhan lagi, bermaksud memberitahu bahwa ketika di bawah dia mencari saya tapi tidak ketemu.

Kami pun berpelukan.

“Syaikhan kangen Abi, nggak?”

“Angen.”

“Sayang Abi, nggak?”

“Ayang.”

Lalu kami pun berciuman.

Sejak detik pertemuan itu, Syaikhan tak pernah berhenti bercerita tentang dompetnya, tentang helmnya yang berwarna abu-abu, tentang kue coklat yang baru saja dimakannya, dan tentang motor putihnya. Syaikhan juga bertanya di mana motor Abinya.

Tak lama setelah berada di atas motor dalam perjalanan menuju Kebun Jeruk, Syaikhan tertidur.

Minggu, 5 Juni

Perjalanan menuju Depok di Minggu pagi itu berjalan tidak seperti biasanya. Saya harus menghentikan motor saya karena Syaikhan yang duduk di depan sudah terlihat mengantuk dan kedua matanya terpejam. Tetapi ketika saya bermaksud memindahkan duduknya ke tengah, di antara saya dan adik saya, Syaikhan terbangun dan menangis. Syaikhan tak mau
pindah dan ingin tetap duduk di depan. Kejadian tersebut terjadi beberapa kali. Barulah setelah melewati Lenteng Agung, Syaikhan sudah tidak lagi mengantuk.

Tiba di Danau UI, saya segera menuju masjid di mana kedua Eyangnya Syaikhan telah menunggu cukup lama. Ketika bertemu, tak ada keceriaan yang tersirat di wajah Syaikhan. Diam dan tak banyak bicara.

Ketika saya ingin pulang, saya gendong Syaikhan ke dalam mobil. Di dalam mobil, sebagai tanda perpisahan, saya meminta pelukan Syaikhan. Tapi tak diberi. Begitu juga ketika saya minta dicium. Syaikhan tak mau.

“Sayang Abi, nggak?”

“Nggak.” Jawab Syaikhan tanpa mau menatap wajah saya.

Entah kenapa ketika mendengar jawaban tersebut, saya tidak merasa sedih, malah saya merasa lega melepasnya. Mungkinkah Syaikhan melakukan itu sebagai tanda kematangan emosinya? Tak mau membuat dirinya dan saya bersedih karena harus berpisah sementara waktu? Bisa jadi. Setidaknya, hingga malam ini, meski ada rindu yang menggebu dalam diri, tapi tak pernah saya merasakan sedih yang berkepanjangan dan tak ada air mata seperti beberapa waktu yang lalu. Alhamdulillah.

Terimakasih Syaikhan. Abi sayang Syaikhan.


Tulisan Terkait Lainnya :

28 thoughts on “Syaikhan Sayang Abi, Nggak?

  1. jaraway Juni 15, 2011 / 00:00

    hohooho..semoga begitu

  2. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    bambangpriantono said: Pertamazzzz

    pelanggan datang

  3. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    jaraway said: hohooho..semoga begitu

    iya, mbak. semoga…

  4. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    lembarkertas said: emang knp hrs pisahan?

    jatahnya bergantian, mbak🙂

  5. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    ayudiahrespatih said: syaikhan masih mau sama abinya kali..^^

    sebelum berangkat pulang, kalau ditanya sama neneknya, pasti dijawab mau nginap dan balik lagi ke rumah nenek dan sama saya, teh :)tapi kalau sudah sampai depok, syaikhan gak pernah ngerengek mau ikut saya lagi. mudah2an itu tanda kalau dia mengerti dengan kondisi yang terjadi.

  6. hwwibntato Juni 15, 2011 / 00:00

    wah, Syaikhan jual mahal … he he he …

  7. ayudiahrespatih Juni 15, 2011 / 00:00

    jampang said: sebelum berangkat pulang, kalau ditanya sama neneknya, pasti dijawab mau nginap dan balik lagi ke rumah nenek dan sama saya, teh :)tapi kalau sudah sampai depok, syaikhan gak pernah ngerengek mau ikut saya lagi. mudah2an itu tanda kalau dia mengerti dengan kondisi yang terjadi.

    mulai faham dengan situasi kang^^

  8. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    hwwibntato said: wah, Syaikhan jual mahal … he he he …

    biarin deh… yang penting pinter :Pxixixixixixi

  9. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    ayudiahrespatih said: mulai faham dengan situasi kang^^

    aamiin. mudah2an, teh

  10. inimona Juni 15, 2011 / 00:00

    jampang said: “Sayang Abi, nggak?””Nggak.” Jawab Syaikhan tanpa mau menatap wajah saya.

    yah, kasian bertepuk sebelah tangan

  11. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    beautterfly said: Syaikhan, udah bisa apa neh skrg?

    main game😛

  12. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    armyofroses said:😦

    koq sedih, mbak?

  13. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    titintitan said: syaikhan mule dewasa, hehe

    mudah2an, syaikhan bisa mengerti

  14. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    penasulung said: T.T

    *kasih tissue

  15. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    inimona said: yah, kasian bertepuk sebelah tangan

    enggak ah… hanya sebuah cara untuk tidak menciptakan kesedihan saat perpisahan.*nyari alasan

  16. thetrueideas Juni 15, 2011 / 00:00

    Si Ibrahim, anak saya yg sepantar Syehan, kalau ditanya; Anak Ummi atau anak Abi? Jawabnya -selalu- Anak Ummi…hehehehe

  17. jampang Juni 15, 2011 / 00:00

    thetrueideas said: Si Ibrahim, anak saya yg sepantar Syehan, kalau ditanya; Anak Ummi atau anak Abi? Jawabnya -selalu- Anak Ummi…hehehehe

    hm… tes ah ke syaikhan…. xixixixixixi

  18. worotarie Juni 16, 2011 / 00:00

    mas syamsul… kyknya wajar deh klo anak lebih milih jadi anak ummi. aku aja klo nanya anak selalu jawabannya anak ummi. hihihihi. bikin para bpk cemburu ya ….

  19. jampang Juni 16, 2011 / 00:00

    saya mau coba ke syaikhan nanti aaah… “Syaikhan anak abi apa ummi?”

  20. wishknew Juni 17, 2011 / 00:00

    asal Abi jangan sayang Joko ya..

  21. jampang Juni 17, 2011 / 00:00

    wishknew said: asal Abi jangan sayang Joko ya..

    xixixixixi….. si joko cantik gak, mas? #halah

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s