Celoteh Syaikhan [10] : Syaikhan, Motor, dan Tidur

celoteh syaikhan

Hingga saat ini, jika Syaikhan ditanya apakah lebih suka naik motor Abi, motor Om, atau mobil Eyang, maka jawabnya adalah motor Abinya. Entah jawaban itu terlontar karena Syaikhan memang senang naik motor atau untuk sekedar menghibur hati Abinya yang belum bisa membeli mobil, yang pasti, saya senang mendengarnya.

Jika naik motor, Syaikhan selalu memilih duduk di depan. Kebetulan motor yang saya miliki saat ini konon dijuluki sebagai motornya lelaki dengan tangki bensin yang besar di depan, tempat Syaikhan duduk. Mungkin di posisi itulah Syaikhan merasa nyaman. Sepertinya, kebiasaan ini sering saya lakukan di masa kecil saya ketika saya dibonceng oleh salah seorang paman saya.

Dengan pisisi tersebut, pandangan Syaikhan bebas ke depan maupun ke kiri dan ke kanan tanpa ada penghalang. Jika sudah di perjalanan, maka sering kali apa yang dilihat langsung diucap. Jika ada mobil yang bentuknya sama dengan mobil eyangnya, maka Syaikhan berkata, “Itu mobil eyang, Bi!”

Untuk menanggapinya, saya pun bertanya, “Mobil eyang warnanya apa?”

“Tam-tam,” jawabnya sambil matanya memandang atau tangannya menunjuk ke arah mobil berwarna hitam.

Begitu pula jika Syaikhan melihat motor yang mirip dengan motor milik Abinya, Omnya, atau pun motor yang diakui sebagai motornya sendiri (motor umminya). Syaikhan akan melakukan hal yang sama.

Namun, semangat dan keceriaan Syaikhan tidak berlangsung lama. Jarak perjalanan yang cukup jauh antara Depok – Jakarta atau sebaliknya dan terpaan angin yang seolah-olah meninabobokan, membuat Syaikhan memgantuk dan tertidur. Kondisi inilah yang membuat saya tidak berani menjemput atau mengantarnya seorang diri. Saya meminta adik atau ayah untuk menemani. Jika Syaikhan sudah terlihat mengantuk atau bahkan tertidur, maka Syaikhan langsung saya pindahkan duduknya ke tengah, diapit saya dan adik atau ayah saya.

Pernah suatu ketika saya bermaksud mengajak Syaikhan ke tempat permainan yang ada di ITC Cipulir sebgai selingan karena terlalu sering di ajak ke arena permainan di ITC Permata Hijau. Sebenarnya perjalanannya tidak begitu jauh dari rumah, tapi nyatanya, di tengah perjalanan Syaikhan tertidur. Akhirnya, acara tersebut batal.

Dengan sedikit kesusahan saya mengendarai motor sambil menjaga posisi Syaikhan agar tidak terlalu miring ke samping atau ke depan. Saya tak berani mengendarai motor dengan kecepatan seperti biasa, khawatir ketika mengerem, tubuh Syaikhan tidak seimbang dan kepalanya terantuk stang motor. Beberapa kali saya harus berhenti untuk memperbaiki posisi tubuhnya hingga tiba di rumah.

Lain waktu, saya mengajak Syaikhan untuk membawa laptop saya ke tempat service. Dengan jaket dan helm, Syaikhan kembali duduk di depan. Di awal perjalanan, seperti biasa, Syaikhan begitu semangat. Tetapi ketika sudah hampir tiba di tempat tujuan, saya melihat kepala Syaikhan mengangguk-angguk, tanda dia mengantuk.

“Syaikhan ngantuk?” Tanya saya.

“Iya, Bi,” jawabnya singkat.

“Jadi mau gimana?”

“Ke umah aja, Bi!”

Dan batallah membawa laptop saya ke tempat service yang sebenarnya sudah di depam mata.

Jangan-jangan, tidurnya Syaikhan di atas motor, menurun dari Abinya yang dulu sering tertidur di atas motor seperti cerita dalam postingan yang berjudul “Narcolepsy”.

Diposting dengan HP Android sambil menunggu Syaikhan datang di tempat penjemputan.#pamerdotcom


Celoteh Syaikhan Lainnya :

47 thoughts on “Celoteh Syaikhan [10] : Syaikhan, Motor, dan Tidur

  1. ariputri Juli 8, 2011 / 00:00

    anak-anak kayaknya emang lebih suka naik motor deh Mas..

  2. hwwibntato Juli 8, 2011 / 00:00

    iya, betul … anak-anak memang lebih suka naik motor dan selalu ingin duduk di depan … he he he …bagusnya sih Syaikhan pakai pelindung dada yang talinya dililitkan ke pinggang Mas Rifki … -biar aman- …

  3. rengganiez Juli 8, 2011 / 00:00

    bawa gendong biar kalo ngantuk tinggal digubet pake kain..

  4. huflepuff Juli 8, 2011 / 00:00

    Asik yah mas. Bisa bikin blog lewat hp. Saya cuman bisa nulis quicknote. (lahh.. G nyambung)Ternyata ada cara baru buat meninabobokkan anak : diboncengin motor.. Heheeee,

  5. katerinas Juli 8, 2011 / 00:00

    Sedia kain gendongan aja mas kalo mau bawa2 syaikhan. Jadi pas lagi ngantuk, syaikhan nya diiket. Saya sering lihat di jalan itu, bapak2 bawa anaknya ditaruh dibelakang trus badannya dililit kain gendongan yg diiket di badan bapaknya. Hati2 mas

  6. katerinas Juli 8, 2011 / 00:00

    saya pernah lihat di jalan, bapak2 bawa anaknya di taruh di boncengan di ikat pakai kain gendongan yang diikatkan pada tubuh bapaknya. Anaknya tidur :DBiar ga jatuh kali ya. Sedia kain gendongan saja mas. Hati2 Syaikhan

  7. mylathief Juli 8, 2011 / 00:00

    Iya betul, sdiakan pengkat.Tp btw, sebenare mbonceng anak kecil d dpan it g bgs, lo! Keterpa angn langsng

  8. thetrueideas Juli 8, 2011 / 00:00

    jampang said: #pamerdotcom

    ihiks…jadi ngiler.commemang gitu anak2, kena angin dikit, langsung ngantuk kalau diajak naik motor πŸ™‚

  9. malambulanbiru Juli 8, 2011 / 00:00

    Asal ga ngebut gapapa, Bal. 20 atau 30 km/jam. Pun sama kayak boncengin ibu dengan gendongan bayi di belakang. Kalau ngebut itu baru bermasalah.

  10. bundananda Juli 8, 2011 / 00:00

    mudah2an abi bisa beli mobil biar syeya bs tertidur kpn aja ya…sementara, pakelah sabuk pengaman berupa jarit panjang tapii hati2 ujungnya masuk ruji ban motor.*koment pakai hp android juga…ikutan pamer..

  11. cawah Juli 8, 2011 / 00:00

    itu artinya syaickan kepengin abinya cepet punya mobil xixixixi…..biar kl ngantuk lgsg aja tdr :)kpn ya bisa beli Android πŸ˜€

  12. ipie Juli 9, 2011 / 00:00

    Jadi inget wkt kecil umur 6th. Dijemput paman adik mama, karena sering tidur perjalanan Sumedang Bandung*papa lg tgs di Sumedang* akhirnya badanku diikat pk tali ke badannya paman. Jadi saat ketiduran tangan lepas ga pegangan, tetap aman.

  13. zaffara Juli 9, 2011 / 00:00

    Dulu sering dibonceng bapak pake motor vespa, berdiri di depan. Sekarang kl liat anak dibonceng di motor matic jadi inget lagi.

  14. ekspresilepas Juli 9, 2011 / 00:00

    Senangnya naik motor.. Hehe.. :DWaktu kecil2 aku jarang2 naik motor jadi ga punya memori ttg motor.. Hehe *nggak nanya ya? :p*Kalo Syaikhan sering tertidur, emang baiknya bawa gendongan bayi, yang model Oshin itu kali ya, diiket di punggung.. Hihi.. Jadi inget Oshin :p

  15. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @teh ari : iya, teh. sama seperti saya dulu.

  16. ipie Juli 9, 2011 / 00:00

    Lupa.. Komentar pk classic 6330i mercy.

  17. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mas hendra : iya mas. emang lagi masanya. dulu seh syaikhan pernah dibeliin kevlar alias pelindung dada tp yg buat sendiri, gak bisa diikat ke pinggang saya.

  18. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak aniez : dulu waktu diajak ngantor pertama kali, pakai gendongan. tp sekarang udah gak muat, mbak πŸ™‚

  19. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mas haryo : via email aja mas. cuma memang karakternya terbatas.kadang kalau diniatin malah gak bobo…. xixixixi

  20. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak rien : nanti dicoba deh mbak. cuma pertama2 saya hrs belajar cara ngikatnya dulu πŸ™‚

  21. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak titin : sudah punya nomor teleponnya kan?

  22. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak rien : nanti dicoba deh pas ngajak syaikhan ke kantor.

  23. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mas latief : iya mas. tapi berhubung adanya cuma motor jdi ya menikmati yg ada dulu. sekarang jarang ngajak syaikhan jarak jauh. kalau pun diajak pasti ngajak temen suapaya bisa mangku syaikhan.

  24. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mas syamsul : kirain syaikhan nurunin abinya… πŸ™‚

  25. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak desi : wah saya jarang naik motor 20 – 30 km/jam, mbak πŸ™‚

  26. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak siska : aamiin, makasih mbak. kalau pakai itu belajar cara ngikatnya dulu. kayanya kalau ibu2 gampang banget tp kalau praktek kayanya gak segampang keliatannya.

  27. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mas catur : mengaminkan dulu.semoga bisa beli… segera πŸ™‚

  28. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @teh ayu : jadi malu πŸ™‚

  29. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @teh ipie : tali apa teh? bukan tali rapia kan? xixixixi

  30. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @teh winny : kenangan yg indah ya teh πŸ™‚

  31. ipie Juli 9, 2011 / 00:00

    Tali rapia lah.. Kan dus

  32. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak dian : kalau untuk yg balita ada nggak yah? soalnya syaikhan bukan bayi lagi πŸ™‚

  33. ninelights Juli 9, 2011 / 00:00

    saya waktu kecil juga suka duduk di depan, di atas tangki bensin itu..selain kakak sepupu,om,pakde suka naruh saya untuk duduk di depan, saya juga merasa enak, pandangan kemana-mana.em.tapi pernah buat saya gak sengaja megang “gas motor” dan motor itu maju, nabrak sepedanya orang sampe bannya peyok.dan saya ketakutan setengah mati, terus ngumpet pas sampe rumah. πŸ˜€

  34. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @teh ipie : ih…. ikut2an πŸ˜›

  35. onit Juli 9, 2011 / 00:00

    katerinas said: saya pernah lihat di jalan, bapak2 bawa anaknya di taruh di boncengan di ikat pakai kain gendongan yang diikatkan pada tubuh bapaknya. Anaknya tidur πŸ˜€

    wah ini juga yg mau saya usulin mas ^^

  36. bundananda Juli 9, 2011 / 00:00

    Ngikat aja kok pake belajar?cuma dililit kebadan syaikhan n ke badan abinya aja. mo pake ikatan pita?ato diselipin aja?yg penting lilitannya kuat..

  37. nanabiroe Juli 9, 2011 / 00:00

    Pernah liyat juga bapak2 bawa anak kecil di depan naik motor sambil pegang hape pulakkk,ckckck

  38. ipie Juli 9, 2011 / 00:00

    Bundananda.. Abina musti belajar soalnya tkt tali2nya ga muat buat ngiket ke pinggangna. Xixixi.. *kabuur

  39. bundanyarafi Juli 9, 2011 / 00:00

    rafi juga sering tertidur kalo naik motor..yg ribet memang kalo pas si ayah cuma pergi berdua rafi aja, jd harus berhenti sebentar2.. Dgn kondisi 3 anak skrg, lg mikir mau ganti kendaraan.. (hehe..baru tahap mikir..dananya blm keliatan..)

  40. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak onit : iya mbak, terima kasih πŸ™‚

  41. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak siska : ya ngikatnya emang gampang, tapi yakin kalau itu kencang apa enggak.

  42. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @mbak nana : kalau yg begitu namanya. ….. TERLALU!

  43. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @teh ipie : weks… main fisik neh 😦

  44. jampang Juli 9, 2011 / 00:00

    @bundanyarafi : kalau udah berlima seh gak mungkin naik motor, bun. semoga rezekinya ada πŸ™‚

  45. dian farida Desember 14, 2013 / 19:59

    Ada pengikat dimotor,namanya sabuk bonceng motor tambora salah satu merknya.buat anak2.wah ternyata tinggalnya didepok to syaikhan?

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s