Ketika…

ilustrasi : http://shutterstock.com/

ketika….
kudengar kicau burung duta suara
bahwa aku lah yang beruntung kala bersama
saat itu kusadari
aku yang merugi
tanpa transaksi

ketika….
kudengar kabar angin pengembara
bahwa apa yang terjadi adalah sebuah strategi belaka
adalah kenyataan
bahwa diri ini sebuah permainan
tanpa aturan

ketika….
kudengar gesekan dedaunan berkata
ada yang tak rela jika hati ini terbuka
lantas adakah yang pernah merasa
jika hati ini pernah terluka
tak terkira

ketika….
kudengar batu dan dinding meragu
tentang kasih sayang yang tak pernah lesu
aku hanya merindu
suara itu berlalu
tanpa batas waktu

ketika….
kudengar rintik hujan menderu
membangkitkan asa yang pupus di masa lalu
aku tersadar
tak boleh terkapar
sedang matahari masih berpijar
 
 

54 respons untuk ‘Ketika…

  1. puteriamirillis Juli 27, 2011 / 00:00

    terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan..^^*tak pernah ada kata terkapar..ketika kita bangkit…

  2. jampang Juli 27, 2011 / 00:00

    puteriamirillis said: terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan..^^*tak pernah ada kata terkapar..ketika kita bangkit…

    sahabat…panggilan yang sungguh memikattak terlihat tapi terasa begitu dekat*sama-sama mbak.

  3. nanazh Juli 27, 2011 / 00:00

    subhanallah mas…spontaneously nulis puisinya yaks…wuaaaaaaaa mas rifki pujangga cendekia dah

  4. jampang Juli 27, 2011 / 00:00

    tapi udahan ah. cukup sampe sini aja 😛

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s