Silaturahim : Ziarah, Kisah, dan Hiburan Murah

cemetary
cemetary

Hari Minggu kemarin, saya mengikuti acara keluarga besar dari garis ibu saya yang memang rutin dilakukan setiap satu bulan sekali dari rumah ke rumah secara bergantian. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah menyambung tali silaturahim anggota keluarga atau keturunan ayahnya nenek saya dari garis ibu yang kalau dihitung-hitung jumlahnya sangat banyak. Jika saya tidak salah hitung, saudara kandung nenek saya itu berjumlah kurang lebih 13 orang.Acara kemarin diawali dengan ziarah kubur. Dengan kegiatan ini, saya bisa tahu di mana makam kakek yang tak pernah saya kenal, beliau meninggal sebelum saya lahir. Saya juga tahu di mana makam ayah dari nenek saya yang ternyata semasa hidupnya merupakan orang yang terpandang dan cukup disegani karena ilmu agamanya.

Dengan ziarah ke makam pula, saya bisa melihat bagaimana penuhnya tempat pemakaman umum. Bahkan ada beberapa makam yang ‘dihuni’ oleh dua orang, tentunya dalam jangka waktu yang jauh berbeda.

Jika melihat penuhnya tanah pemakaman umum, saya jadi berpikir, kira-kira di mana kelak saya akan dimakamkan dengan kondisi semakin penuhnya tanah pemakaman? Padahal pertanyaan yang jauh lebih penting adalah sudah cukupkah bekal yang nantinya saya akan bawa pulang ke ‘kampung halaman’?

bila tiba masanya
bumi pun akan bicara

di punggungku engkau berlari
ke dalam perutku engkau kembali

di atasku engkau puas menikmati hidangan
di perutku engkau menjadi santapan

di atasku engkau dalam kebersamaan
di perutku engkau dalam kesendirian

di punggungku engkau bermandikan cahaya
di perutku engkau dalam gulita

Ziarah kubur merupakan salah satu bentuk ibadah yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Meski sebelumnya pernah dilarang, karena umat Islam saat itu masih belum terlalu kuat dalam masalah aqidah, namun kemudian Rasulullah SAW membolehkan ziarah kubur. Selain karena secara aqidah sudah dianggap kuat, juga ada hikmah lainnya. Misalnya, untuk mengingat kematian dan juga untuk mendoakan ahli kubur itu sendiri.

“Dahulu aku (Rasulullah SAW) melarang kalian ziarah kubur, namun sekarang silahkan berziarah kubur.” (HR Muslim dan merupakan hadits Shahih dan terdapat dalam syarah imam Nawawi)

Tidak ada riwayat yang menyatakan bahwa ziarah kubur akan memiliki nilai lebih jika dilakukan pada hari tertentu, seperti ketika mendekati Bulan Ramadhan atau menjelang Idul Fitri. Mungkin pemahaman ini yang perlu diluruskan di dalam masyarakat. Ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja.

Bicara soal ziarah kubur, ada suatu pegangan yang menurut saya aneh. Ketika seorang bertanya kepada seorang guru mengaji tentang apa hukumnya seorang perempuan melakukan ziarah kubur orang tuanya, maka sang guru berkata bahwa seorang perempuan tidak diperbolehkan untuk ziarah kubur tersebut. Tetapi di sini lain, ketika ada serombongan ibu-ibu pengajian yang mengadakan acara ziara kubur ke makam-makam yang ditempeli dengan embel-embel ‘keramat’ diperbolehkan. Aneh?

Mengenai hukum ziarah kubur bagi perempuan memang ada perbedaan pendapat. Ada yang mengharamkan secara mutlak, ada yang membolehkan secara mutlak, dan ada yang membolehkan dengan syarat tertentu. Namun untuk kehati-hatian dan keluar dari khilaf yang ada sebaiknya wanita tidak menziarahi kubur kecuali sesekali saja jika diperlulan.

Wallahu A’lam

********

Selesai acara ziarah, kami berkumpul dengan anggota keluarga lain terutama kaum ibu yang telah menunggu di rumah encing saya untuk melanjutkan acara dengan makan siang bersama.

Namun sebelum makan siang, ada acara sambutan yang disampaikan oleh salah satu anggota keluarga……

Usia saya tujuh puluh dua tahun. Jika dibandingkan, usia saya lebih tua dari usia ayah saya. Ayah saya pernah menjadi staf ahli dalam Laskar Hizbullah. Saya sering diajak ayah saya ke tempat kerjanya. Di sana terdapat semacam sekolah untuk mengajarkan baca tulis. Karenanya saya bangga ketika saya masuk sekolah dasar saya sudah bisa membaca dan menulis.

Ayah saya menanamkan bahwa pendidikan itu sangat penting. Maka tak heran jika anak-anak beliau banyak yang menjadi guru. Dan indikasi keberhasilan orang tua dalam mendidik anak-anaknya adalah ketika anak-anak menjadi lebih pintar dibandingkan kedua orang tuanya.

Cara mendidik ayah saya mungkin adalah cara yang baik menurut saya dan mudah-mudahan menurut agama. Di masa remaja, saya pernah meninggalkan sekolah. Dan baru beberapa minggu kemudian, saya mengaku kepada ayah saya bahwa saya sudah lama membolos. Ayah saya tidak memarahi saya.

“Sebenernye, seminggu setelah loe bolos sekolah, Babe udah tahu karene ade guru yang ngasih tahu. Babe cuma pengen nunggu sampe kapan loe sadar. Sebab kalao Babe bawa golok dan loe mau sekolah, itu artinya loe sekolah cuma karena takut doang, bukan karene kesadaran loe.”

Ayah saya tidak pernah memaksa saya untuk menjadi apa pun. Beliau hanya berpesan, menjadi apa pun saya, jangan pernah mninggalkan shalat.

Di sekitar tahun tujuh puluhan, saya pernah ditawari untuk menjadi anggota DPR dan dipastikan akan lolos. Sebelum menerima tawaran tersebut, saya memberitahukan ayah saya.

“Kalau loe jadi anggota dewan dan ade yang dibenci agame sedangkan temen-temen loe pade setuju. Sikap loe gimane?”

Ketika ditanya begitu, saya menjawab berdasarkan hadits yang menyatakan bahwa jika melihat kemunkaran, ubahlah dengan tanganmu. Jika tidak mampu, dengan lidahmu. Jika tidak mampu maka dengan hatimu. Maka saya menjawab akan saya tentang dengan hatimu.

“Kalau begitu, loe bukan anak Babe!”

Dengan jawaban itu, saya menolak tawaran tersebut.

Ayah saya pernah berkata, “Kalau loe jadi penceramah, paling-paling yang dengeri ceramah loe cuma segelintir orang, seratus sampe lima ratus orang, itu mungkin sudah hebat. Tapi kalau loe nulis, ribuan bahkan ratusan ribu orang bise bace tulisan loe. Apelagi kalo loe bise nyelipin nasihat-nasihat yang bakalan ngasih manfat dan bikin sadar banyak orang.”

Karenanya, hingga kini, saya tetap membaca dan menulis.

********

Selesai acara, maka tinggal anak, cucu, dan cicit almarhumah nenek saya yang masih tinggal. Dari lima anak nenek saya, empat yang hadir. Di antara empat itu, yang paling banyak anggota keluarganya adalah dari keluarga kakak ibu saya, yang anaknya banyak bahkan sudah punya cucu dan cicit.

Karena banyak anak-anak, maka jajanan pun disediakan, mulai dari permen, wafer, hingga mainan berupa balon. Semuanya kebagian. Sayang, Syaikhan tidak bersama saya, sehingga tidak bisa merasakan keceriaan tersebut.

Ada salah seorang encing saya, yang biasa dipanggil Aki oleh Syaikhan dan cucu dari keponakannya, yang memang senang dengan anak-anak dan membuat suasana sore itu menjadi penuh dengan keceriaan.

“Pokoknye, kalau ada balon yang pecah dan mau lagi, harus cium Aki dulu yeh!” Pinta beliau yang kontan mengundang tawa anggota keluarga yang lain.

Maka beberapa saat kemudian, beberapa dari cucu (anak dari keponakan encing) yang hadir mendekati dan mencium Aki. Tapi tidak semuanya mau, ada juga yang malu-malu.

Dengan bercanda, saya pun menimpali, “Untung nggak ada Syaikhan. Kalau ada Syaikhan dan mau balon terus disuruh cium, bisa-bisa Syaikhan langsung bilang : Abi aja!”

Repot!

Tak cukup sampai situ, Aki pun ‘berulah’ lagi. “Pokoknya, mulai sekarang, kalau ada yang mau balon lagi, ibunya yang harus cium!”

Kembali suasana ramai dengan gelak tawa. Tapi kali ini tak ada satu pun yang ‘rela’ mencium Aki.

Soal cium-mencium ini, saya teringat dengan sebuah hadits :

Dari Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah saw menggendong Ibrahim dan menciuminya. (HR. Al Bukhari)

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah saw menciumi Al Hasan bin Ali, di hadapan Al Aqra’ bin Habis At Tamimiy yang sedang duduk. Lalu Al Aqra’ berkata: Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, dan aku belum pernah menciumi seorang pun. Lalu Rasulullah saw memandanginya dan bersabda: “Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi” (HR. Al Bukhari)

Jadi kangen Syaikhan….


Tulisan Terkait Lainnya :

40 thoughts on “Silaturahim : Ziarah, Kisah, dan Hiburan Murah

  1. cawah Juli 26, 2011 / 00:00

    asyik ini dia ceritanya …pertama dl ah

  2. cawah Juli 26, 2011 / 00:00

    wah mas bambang kali ini gagal merawanin keknya😀

  3. cawah Juli 26, 2011 / 00:00

    waduh udah adzan ni…..lanjut nanti ah hehe

  4. bundananda Juli 26, 2011 / 00:00

    ramai sekali tampaknya kalo ngumpul gt ya?

  5. cawah Juli 26, 2011 / 00:00

    iya pengen ziarah juga ke alm kakek…..

  6. cawah Juli 26, 2011 / 00:00

    loh belum ketemu syaikhan ya…

  7. cawah Juli 26, 2011 / 00:00

    hmpir mirip sama alm kakek……kakek juga minta cium dulu sama cucunya…..wah jadi keinget wajahnya lg setelah bertahun-tahun hilang…

  8. medilubis Juli 26, 2011 / 00:00

    dulu selalu diajak ziarah kalo udah mau ramadhan. Tapi gitu udah gede, yg ziarah cuma si mama papa aja, aku? males… hehehehe… Ntah kenapa gak suka pergi ziarah. Baru tau kalo perempuan ziarah itu haram. Setau aku kalo mengantarkan jenazah ke kubur yang haram. Gak tau hadisnya juga sih, cuma tau dari cerita2 gitu aja.

  9. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    cawah said: asyik ini dia ceritanya …pertama dl ah

    selamat deh….*kasih tanda tangan

  10. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    cawah said: wah mas bambang kali ini gagal merawanin keknya😀

    sementara…. aman

  11. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    cawah said: waduh udah adzan ni…..lanjut nanti ah hehe

    silahkan….

  12. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    tranparamole said: *pengen ziarah

    jika ada waktu… boleh lah…

  13. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    bundananda said: ramai sekali tampaknya kalo ngumpul gt ya?

    rame banget mbak, apalagi kalau semuanya kumpul. ngebayangin anak2 yg di album ini pada main, bercanda…🙂

  14. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    cawah said: iya pengen ziarah juga ke alm kakek…..

    sementara doakan aja dulu🙂

  15. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    cawah said: loh belum ketemu syaikhan ya…

    belum. insya Allah sabtu depan.

  16. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    itsmearni said: Lho Syaikhan ndak ikut?

    belum mbak, sabtu depan baru sama saya lagi.

  17. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    cawah said: hmpir mirip sama alm kakek……kakek juga minta cium dulu sama cucunya…..wah jadi keinget wajahnya lg setelah bertahun-tahun hilang…

    cium-mencium anak dan cucu…. sunnah Nabi lho🙂

  18. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    medilubis said: dulu selalu diajak ziarah kalo udah mau ramadhan. Tapi gitu udah gede, yg ziarah cuma si mama papa aja, aku? males… hehehehe… Ntah kenapa gak suka pergi ziarah. Baru tau kalo perempuan ziarah itu haram. Setau aku kalo mengantarkan jenazah ke kubur yang haram. Gak tau hadisnya juga sih, cuma tau dari cerita2 gitu aja.

    seperti tulisan saya di atas, ada perbedaan pendapat, ada yang mengharamkan mutlak, ada yang membolehkan mutlak, ada juga yang membolehkan dengan syarat tertentu.lebih rincinya bisa klik di sini

  19. ipie Juli 26, 2011 / 00:00

    Perempuan dilarang ke pemakaman krn tkt lg ga suci kali ya?

  20. ayudiahrespatih Juli 26, 2011 / 00:00

    jampang said: “Kalau loe jadi penceramah, paling-paling yang dengeri ceramah loe cuma segelintir orang, seratus sampe lima ratus orang, itu mungkin sudah hebat. Tapi kalau loe nulis, ribuan bahkan ratusan ribu orang bise bace tulisan loe. Apelagi kalo loe bise nyelipin nasihat-nasihat yang bakalan ngasih manfat dan bikin sadar banyak orang.”

    hm betul juga..tapi saya jarang nulis nih:D

  21. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    ipie said: Perempuan dilarang ke pemakaman krn tkt lg ga suci kali ya?

    di komen sebelumnya sudah saya kasih link kenapa ada pendapat yg mengharamkan dan membolehkan. silahkan dicek.

  22. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    ayudiahrespatih said: hm betul juga..tapi saya jarang nulis nih:D

    kan sering update resep, teh🙂

  23. nanazh Juli 26, 2011 / 00:00

    huaaaa gado2nya sarat hikmah nih….eh mas… yang hadits dilarang ziarah selain ke tiga tempat, masjid nabawi, masjid al aqsa, masjidil haram tuh kaitannya ma ziarah kubur atau wisata ya?ziarah artinya kan perjalanan kan yaks? CMIIW

  24. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    nanazh said: huaaaa gado2nya sarat hikmah nih….eh mas… yang hadits dilarang ziarah selain ke tiga tempat, masjid nabawi, masjid al aqsa, masjidil haram tuh kaitannya ma ziarah kubur atau wisata ya?ziarah artinya kan perjalanan kan yaks? CMIIW

    kalau yang dibahas di sini seh tentang ziarah kubur, mas.kalau hadits tersebut saya pernah denger juga, cuma apakah merujuk untuk ziarah seperti bahasan di atas atau tentang wisata, saya kurang tahu.maaf🙂

  25. anotherorion Juli 26, 2011 / 00:00

    jampang said: Ayah saya pernah berkata, “Kalau loe jadi penceramah, paling-paling yang dengeri ceramah loe cuma segelintir orang, seratus sampe lima ratus orang, itu mungkin sudah hebat. Tapi kalau loe nulis, ribuan bahkan ratusan ribu orang bise bace tulisan loe. Apelagi kalo loe bise nyelipin nasihat-nasihat yang bakalan ngasih manfat dan bikin sadar banyak orang.”

    jadi inget pepatah cina nek gak salah masjika kamu ingin dikenang berpuluh2 tahun tanamlah pohonjika ingin dikenang ratusan tahun menikahlahjika ingin dikenang ribuan tahun maka menulislahkarena dengan menulis, orang dapat membaca tulisan kita ribuan tahun berikutnya

  26. jampang Juli 26, 2011 / 00:00

    anotherorion said: jadi inget pepatah cina nek gak salah masjika kamu ingin dikenang berpuluh2 tahun tanamlah pohonjika ingin dikenang ratusan tahun menikahlahjika ingin dikenang ribuan tahun maka menulislahkarena dengan menulis, orang dapat membaca tulisan kita ribuan tahun berikutnya

    cocok, mas🙂

  27. hwwibntato Juli 26, 2011 / 00:00

    tulisan yang komplit …ada nasihat, ilmu, dan potret keluarga …indah …jazakallahu khairan …

  28. debapirez Juli 26, 2011 / 00:00

    mantaff,…..jd pengen nulis trus neh. tp nulis yg baik2 aja deh hehe…

  29. debapirez Juli 26, 2011 / 00:00

    foto istrinya mana?kok cm sm anaknya?tuh kan bener om Jampang mau tepe2 hehe…

  30. jampang Juli 27, 2011 / 00:00

    hwwibntato said: tulisan yang komplit …ada nasihat, ilmu, dan potret keluarga …indah …jazakallahu khairan …

    terima kasih, mas🙂

  31. jampang Juli 27, 2011 / 00:00

    debapirez said: mantaff,…..jd pengen nulis trus neh. tp nulis yg baik2 aja deh hehe…

    alhamdulillah… sudah sadar*heh!

  32. jampang Juli 27, 2011 / 00:00

    debapirez said: tuh kan bener om Jampang mau tepe2 hehe…

    kan mau cari istri lagi😛

  33. bundel Juli 27, 2011 / 00:00

    Senang sekali punya keluarga yang mau sharing begini. Salam hormat untuk beliau ya, saya juga akan meniru kebiasaannya sharing ah.

  34. jampang Juli 27, 2011 / 00:00

    alhamdulillah bunda, acara itu ada manfaatnya.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s