Mendekap Rindu Sementara Waktu

Manusia hanya bisa merencanakan segala sesuatu, sedangkan hasil dan takdir, Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menentukan.Hari ini sebenarnya adalah hari di mana saya akan menjemput sang buah hati, Syaikhan, setelah berpisah selama dua minggu. Namun, rindu untuk berjumpa dengannya harus saya dekap sendiri.

Kemarin sore, Syaikhan sedang asyik bermain dengan teman-temannya ketika saya menelpon. Meski hanya mendengar beberapa kata saja yang terlontar dari mulut Syaikhan, beberapa rencana untuk kegiatan hari ini sudah hadir di dalam pikiran saya.

Ketika Syaikhan menjawab mau dijemput di Detos, saya berencana akan membelikan dua buah permen lolypop kesukaannya sebelum berangkat ke Kebon Jeruk. Selanjutnya, mengingat perlengkapan mandi yang sudah habis, seperti sabun, shampo, dan pasta gigi, saya berniat mengajaknya berbelanja. Semalam pun rencana tersebut sudah saya sampaikan kepada ibu saya dan menambahkan keinginan membeikan baju koko untuk Syaikhan serta mesin cuci untuk Ibu yang masih tertunda hingga hari ini. Sebenarnya penundaan ini pun karena keinginan ibu saya. Terakhir alasan beliau adalah supaya beliau banyak gerak dengan mencuci menggunakan tangan. Namun akhirnya ibu setuju untuk membeli mesin cuci.

Beberapa waktu sebelumnya, Ibu juga sudah membelikan buah-buahan kesukaan Syaikhan, yaitu anggur dan salak. Saya pun telah membelikan nugget sayuran sebanyak dua kantong serta memesan kelengkeng sebanyak dua kilo untuk Syaikhan kepada teman seruangan yang tinggal di Bekasi. Konon katanya, harga kelengkeng di sana lebih murah. Bahkan pagi tadi, Ibu sudah membeli seekor ayam yang akan diolah menjadi lauk kesukaan Syaikhan, ayam goreng.

Esok, hari Minggu, saya berencana akan mencuci motor bersama Syaikhan di depan rumah. Salah satu kegiatan yang dulu sering saya lakukan bersama Syaikhan. Saya mencuci motor, sementara Syaikhan asyik berendam di dalam bak.

Namun rencana tinggal rencana. Sekitar pukul enam pagi kurang beberapa menit, saya mendapat kabar bahwa Syaikhan sakit panas. Ada keinginan untuk tetap mengajak Syaikhan ke Kebon Jeruk meski tidak menggunaan motor, tapi saya khawatir itu bukan pilihan yang terbaik dan mungkin agak memaksa. Menuruti ego dan kesenangan diri saya tanpa memperhatikan kondisi Syaikhan. Rindu dan sayang bercampur dalam kebingungan.

Akhirnya, saya telpon dan menanyakan langsung kepada Syaikhan.

“Syaikhan sakit?”
“Ini hari sabtu, waktunya Abi jemput Syaikhan?”
“Syaikhan mau sama ummi aja?”

Melalui umminya, Syaikhan menjawab dengan anggukan.

“Syaikhan istirahat yah!”
“Syaikhan minum obat yah!”
“Syaikhan makan yang banyak yah!”
“Kalau sudah sembuh kabari Abi, yah!”

Itu saja pesan saya kepada Syaikhan. Mungkin ini yang terbaik, insya Allah.

Untuk melepas kerinduan, mungkin saya akan membuat kolase foto-foto Syaikhan, atau mungkin memutar kembali video-video Syaikhan sejak lahir, belajar duduk, merangkak, dan berjalan. Atau mungkin saya manfaatkan waktu libur ini untuk mengerjakan tugas tambahan membuat modul untuk kampus tempat saya menimba ilmu dulu karena kantor telah meminjamkan sebuah laptop, siapa tahu ada rezeki yang bersumber dari sini. Semoga ini baik, insya Allah.

#Syaikhan, cepat sembuh yah. Abi sayang Syaikhan.

Tulisan Terkait Lainnya :

83 thoughts on “Mendekap Rindu Sementara Waktu

  1. jampang Juli 30, 2011 / 00:00

    bundanyarafi said: mengerti sekali rasa rindu itu… *meski anak udah 3, tapi kalo salah satu dibawa nginep mbahnya, ttp aja seperti ada separuh jiwa yg hilang..Setuju saran teman2 di atas, syaikhan dijenguk dong..

    ini dalam perjalan…. buswaynya lama banget🙂

  2. jampang Juli 30, 2011 / 00:00

    lailatulqadr said: Cepat sembuh ya, Syaikhan…

    makasih mbak….

  3. mylathief Juli 30, 2011 / 00:00

    Syaikhan cepat sembuh, biar dapat main lg sama abi.

  4. aishachan Juli 30, 2011 / 00:00

    syaikhaan cepet sembuh :Djadi inget aku sama ayah. serumah tapi jarang ketemu

  5. itsmearni Juli 30, 2011 / 00:00

    Syaikhan cepat sembuh yaaaaJadi sekarang dah nyampe dong masUdah kecup2 syaikhan dong🙂

  6. melatidesa Juli 30, 2011 / 00:00

    jampang said: “Kalau sudah sembuh kabari Abi, yah!”

    Cepat sembuh Syaikhan yah..biar abi dan ummi tersenyum lagi..Abi nya koq hanya sudah sembuh aja mau d kabarin?😀

  7. ariputri Juli 30, 2011 / 00:00

    🙂, cepet sehat ya Syaikhan

  8. inimona Juli 30, 2011 / 00:00

    trus gimana itu nasib kelengkeng, nugget dan ayam goreng? *lostfokus*

  9. jampang Juli 31, 2011 / 00:01

    mylathief said: Syaikhan cepat sembuh, biar dapat main lg sama abi.

    terima kasih, mas :)alhamdulillah sudah main, meskipun belum fit…

  10. jampang Juli 31, 2011 / 00:01

    aishachan said: syaikhaan cepet sembuh :Djadi inget aku sama ayah. serumah tapi jarang ketemu

    makasih, mbak.beda waktu berangkat dan pulang?

  11. jampang Juli 31, 2011 / 00:01

    itsmearni said: Syaikhan cepat sembuh yaaaaJadi sekarang dah nyampe dong masUdah kecup2 syaikhan dong🙂

    makasih, mbak.alhamdulillah… menjlang maghrib sudah bisa meluk2, cium2 dan gendong2 syaikhan

  12. jampang Juli 31, 2011 / 00:01

    melatidesa said: Cepat sembuh Syaikhan yah..biar abi dan ummi tersenyum lagi..Abi nya koq hanya sudah sembuh aja mau d kabarin?😀

    makasih, mbak.xixixixixi… maksudnya bisa bisa langsung dijemput gitu🙂

  13. jampang Juli 31, 2011 / 00:01

    ariputri said:🙂, cepet sehat ya Syaikhan

    makasih, teh…🙂

  14. jampang Juli 31, 2011 / 00:01

    inimona said: trus gimana itu nasib kelengkeng, nugget dan ayam goreng? *lostfokus*

    syaikhan sudah bisa menikmatinya, alhamdulillah🙂

  15. jampang Juli 31, 2011 / 00:01

    ayudiahrespatih said: syaikhannn..:(

    alhamdulillah… meski masih panas, tapi anaknya aktif

  16. jampang Juli 31, 2011 / 00:01

    rafa1331 said: Cepet sehat syaikhan…

    makasih, mbak..

  17. ayudiahrespatih Juli 31, 2011 / 00:01

    jampang said: alhamdulillah… meski masih panas, tapi anaknya aktif

    hiyaaah tapi semoga cepat sembuh biar abinya bisa ngajak maen lagi..

  18. debapirez Agustus 1, 2011 / 00:01

    duh….om Jampang is trully family man neh😉. semoga Syaikan selalu dalam lindungan-Nya…

  19. jampang Agustus 1, 2011 / 00:01

    ayudiahrespatih said: hiyaaah tapi semoga cepat sembuh biar abinya bisa ngajak maen lagi..

    aamiin… makasih teh

  20. jampang Agustus 1, 2011 / 00:01

    debapirez said: duh….om Jampang is trully family man neh😉. semoga Syaikan selalu dalam lindungan-Nya…

    karena gak mungkin jadi trully family woman :Paamiin. terima kasih doanya, mas

  21. aishachan Agustus 1, 2011 / 00:01

    jampang said: beda waktu berangkat dan pulang?

    akunya mah di rumah aja, tapi ayah pulang aku udah tidur

  22. jampang Agustus 1, 2011 / 00:01

    aishachan said: akunya mah di rumah aja, tapi ayah pulang aku udah tidur

    oooo…. *manggut2

  23. ipie Agustus 5, 2011 / 00:01

    Nyengir baca Syaikhan mandi di bak. Jd inget video nyaaga sedih bc puisinya

  24. jampang Agustus 5, 2011 / 00:01

    emang tulisannya campur rasa🙂

  25. ipie Agustus 5, 2011 / 00:01

    Nano2 rasanya ya.. Manusia emang hanya bs berusaha n ikhtiar ya..

  26. jampang Agustus 5, 2011 / 00:01

    yup… jika usaha sudah, berdoa langkah berikutnya… semoga hasilnya sesuai harapan. aamiin

  27. ipie Agustus 5, 2011 / 00:01

    Aamiin. YRA🙂

  28. jampang Agustus 5, 2011 / 00:01

    kalau hasilnya gak sesuai harapan jangan putus asa… bisa nyoba lain di waktu di lain tempat di lain alamxixixixixix

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s