Pernah Menjadi…

Narsis Dengan Latar Cover Buku JJYT
Narsis Dengan Latar Cover Buku JJYT

Guru merupakan salah satu profesi yang paling banyak digeluti di lingkungan keluarga besar saya dari garis ibu. Adik ibu saya dan suaminya berprofesi sebagai guru. Beberapa orang encing saya juga demikian. Karena banyaknya keluarga yang menjadi guru, salah seorang nenek saya selalu bertanya kepada saya ketika mengetahui saya sudah bekerja. “Ngajar di mana?” Begitu pertanyaan beliau.

Profesi atau pekerjaan yang saya jalani hingga saat ini memang bukan menjadi seorang guru. Tetapi, saya pernah mengalami menjadi guru atau tenaga pengajar beberapa kali sebagai bagian dari tugas yang diamanahkan kepada saya.

Awalnya merasakan menjadi seorang guru atau tepatnya guru private adalah ketika masih menjadi mahasiswa. Seingat saya, ada rekrutmen tenaga pengajar yang dilakukan oleh sebuah bimbingan belajar yang berkantor di lingkungan kampus. Setelah mendaftar dan mengikuti tes, akhirnya saya diterima.

Tugas pertama saya adalah mengajarkan seorang pelajar SMP yang akan menghadapi EBTANAS. Bayu, namanya. Anaknya tergolong cerdas, sehingga saya tidak mengalami kesulitan ketika mengajarkan mata pelajaran Matematika dan Fisika.

Alhamdulillah, ketika pengumuman hasil EBTANAS, Bayu lulus dengan nilai memuaskan dan melanjutkan sekolah di daerah Bandung kalau saya tidak salah ingat.

Di kemudian hari, orang tua Bayu menelpon saya kembali untuk mengajarkan adiknya Bayu, Gema. Gema yang duduk di kelas enam SD akan menghadapi EBTANAS juga. Saya langsung memenuhi permintaan tersebut. Dari orang tua Bayu inilah, saya direkomendasikan kepada teman-teman beliau yang anak-anaknya juga akan menghadapi EBTANAS. Jadilah saya mengajar beberapa anak sekaligus dan tanpa perantara Bimbel yang menugaskan saya dahulu.

Dari beberapa kali ngobrol-ngobrol dengan orang tua Bayu, saya dapat informasi kalau Bayu menanyakan apakah saya bisa mengajarkan mata pelajaran SMA. Kalau bisa, Bayu ingin diajar oleh saya kembali. Tentu saja permintaan tersebut tak bisa saya penuhi karena Bayu bersekolah di Bandung sementara saya tinggal dan bekerja di Jakarta.

Mengajarkan Bayu dan Gema begitu berkesan bagi saya. Mungkin karena Bayu adalah menjadi murid pertama saya, rajin, pandai, dan hubungan dengan orang tuanya juga baik. Sesekali ketika jam pelajaran les selesai, saya dan kedua orang tua Bayu ngobrol.

Selanjutnya, saya mendapatkan beberapa orang murid lagi untuk diberikan les. Tetapi dari segi kepandaian dan sikap, semuanya di bawah Bayu dan Gema. Belajarnya malas-malasan, meski sudah dijelasin beberapa kali tetap tidak mengerti, kalau pun mengerti hanya sebentar kemudian langsung lupa lagi, dan sebagainya. Bahkan ada yang meminta izin untuk masuk kamar ketika belajar, kemudian saya ditinggal tidur.:D

Setelah saya pindah kantor dan jenis pekerjaan, akhirnya saya merasakan kembali dunia belajar-mengajar. Di tahun 2007, saya kembali ke kampus tempat saya menimba ilmu sebagai seorang dosen. Ada tiga kelas yang dipercayakan kepada saya selama satu semester.

Seiring berjalannya waktu, saya pun sering ditunjuk sebagai tenaga pengajar di beberapa kegiatan pendidikan dan pelatihan. Tidak seperti mengajar di kampus yang rutin seminggu sekali, untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan biasanya hanya satu atau du hari saja. Namun demikian, Alhamdulillah, ada selingan dari rutinitas sehari-hari di kantor. Walaupun begitu kembali ke kantor kerjaan kembali menumpuk karena ditinggal seharian penuh sebelumnya.

Hari ini, saya hampir menyelesaikan sebuah modul lagi yang nantinya akan digunakan di kampus. Jika ada rezeki saya di kampus tersebut, beberapa bulan ke depan saya akan kembali ditugaskan mengajar di sana. Demikian pula jika modul ini diperlakukan seperti modul sebelumnya, maka ada lagi rezeki untuk saya. Insya Allah.


Tulisan Terkait Lainnya :

74 thoughts on “Pernah Menjadi…

  1. jampang Agustus 12, 2011 / 00:00

    fightforfreedom said: Guru / Pengajar itu profesi mulia.Saya punya teman (seorang business owner yg usahanya sudah mendunia), waktu ketemu saya (4 th lalu) ia bilang punya cita-cita ingin menjadi guru TK/SD. Aneh, khan? Padahal usahanya melejit.Nah… sekarang kabarnya ia sudah menjadi guru, ia ingin mengajarkan budi pekerti. Bisnisnya juga jalan bareng.

    keren banget temennya, pak.budi pekerti emang kurang diajarkan di sekolah. hasilnya ya….. gitu deh

  2. jampang Agustus 12, 2011 / 00:00

    topenkkeren said: Mantab, bang. Ibu saya juga guru. Kalau soal mengajar cuma pas kuliah aja ngajar privat. Kalau sekarang, ngajar tiap wiken sore kalau pas gak ada kegiatan. ;d

    wah…. masih rutin…. lanjutkan 🙂

  3. jampang Agustus 12, 2011 / 00:00

    thetrueideas said: Mau dong jadi muridnya 🙂

    wah…. ilmunya banyakan mas syamsul 🙂

  4. utewae Agustus 12, 2011 / 00:00

    waah… diklat ar kah itu?tadi sempet mikir ada tulisan ‘tulisan ini disertakan dalam lomba bla bla ‘ di bawah. ternyata gak ada. =)

  5. binarlangitbiru Agustus 12, 2011 / 00:00

    ditinggal tidur?Iih mirip banget ma ponakanku, guru ngajinya datang dia langsung pura2 tidur, gurunya pulang eh dia langsung bangun dan main hehehe.Alhamdulillah sekarang udah tidak lagi

  6. ninelights Agustus 12, 2011 / 00:00

    Hehehe…:)jadi guru memang harus ekstra sabar ya,Mas..Paling senang kalo dapat murid yang sangat berminat dan antuias dengan apa yang kita sampaikan. Belum pernah jadi guru sih,Rana…tapi pernah mengajar untuk workshop penulisan di sebuah kampung yang ‘asing’ di pinggiran kota Semarang…Dan berasa jadi guru juga akhirnya, karena ternyata memiliki ilmu saja tidak cukup..:)

  7. jampang Agustus 12, 2011 / 00:00

    utewae said: waah… diklat ar kah itu?tadi sempet mikir ada tulisan ‘tulisan ini disertakan dalam lomba bla bla ‘ di bawah. ternyata gak ada. =)

    yups.kalau ada lombanya ya didaftarin donk. xixixixixixi

  8. jampang Agustus 12, 2011 / 00:00

    binarlangitbiru said: ditinggal tidur?Iih mirip banget ma ponakanku, guru ngajinya datang dia langsung pura2 tidur, gurunya pulang eh dia langsung bangun dan main hehehe.Alhamdulillah sekarang udah tidak lagi

    iyah.ikutan seneng dan alhamdulillah

  9. jampang Agustus 12, 2011 / 00:00

    ninelights said: karena ternyata memiliki ilmu saja tidak cukup..:)

    berbagi juga perlu 🙂

  10. mylathief Agustus 12, 2011 / 00:00

    pengen nyoba sensasi ngajar di kelas sebenarnya…#pernahnya cm di acara bedah soal jaman Kuliah saja

  11. jampang Agustus 12, 2011 / 00:01

    mylathief said: pengen nyoba sensasi ngajar di kelas sebenarnya…#pernahnya cm di acara bedah soal jaman Kuliah saja

    semoga tercapai niat baiknya :)aamiin

  12. trewelu Agustus 12, 2011 / 00:01

    paling gak enak kalau yang diajar bandel, usianya jauh lebih tua dari yang ngajarin, pejabat pula hehe

  13. jampang Agustus 12, 2011 / 00:01

    trewelu said: paling gak enak kalau yang diajar bandel, usianya jauh lebih tua dari yang ngajarin, pejabat pula hehe

    untungnya waktu ngajar pejabat, pejabatnya gak banyak tingkah 🙂

  14. zaffara Agustus 12, 2011 / 00:01

    pernah merasakan mengajar juga sebelum menikah dari mulai anak SD sampai karyawan rumah sakit, ternyata, ngajar anak SD sama org dewasa sama aja, sama2 ada yg bandelnya hehehe

  15. myelectricaldiary Agustus 12, 2011 / 00:01

    semoga barokah yaaaa ^^

  16. jampang Agustus 12, 2011 / 00:01

    zaffara said: pernah merasakan mengajar juga sebelum menikah dari mulai anak SD sampai karyawan rumah sakit, ternyata, ngajar anak SD sama org dewasa sama aja, sama2 ada yg bandelnya hehehe

    wah…. ternyata teteh guru juga :-)bandelnya karyawan kaya apa teh?

  17. jampang Agustus 12, 2011 / 00:01

    myelectricaldiary said: semoga barokah yaaaa ^^

    aamiin….makasih, mbak

  18. myelectricaldiary Agustus 12, 2011 / 00:01

    jampang said: aamiin….makasih, mbak

    sami-sami ;-)ibuku jg guru,,,, guru SMA…kakekku jg guru,, guru SD,,btw, yang namanya keluarga guru pasti deh ada sisi “bawel” mereka dan kritis thdp pendidikan,hehehehe

  19. fauziatma Agustus 13, 2011 / 00:01

    Ngajar itu enyaaak. Udah tiga tahun ngajar di bimbel dan setahun belakangan nentir pajak.

  20. bundanyarafi Agustus 13, 2011 / 00:01

    masih bermimpi jd guru sd aja..mendamba waktu kerja yg fleksibel..

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s