[Melatipelayu] Jampang Mencari Bini Lagi

ilustrasi

Matahari sudah meninggi ketika Jampang tiba di halte. Sambil duduk menunggu bis yang menuju Kampung Melatipelayu datang, dia pun mengeluarkan handphone, bermaksud menulis sebuah puisi romantis. Mulailah dia membuka aplikasi notepad dan mulai mengetik kumpulan aksara menjadi baris dan bait berima.

Sejak pertama kupandang
Wajah cantikmu selalu terbayang
Senyum manismu selalu terkenang
Merdu suaramu selalu terngiang
Dalam mimpi-mimpiku kau selalu datang

Di balik kerudung wajahmu bersembunyi
Di balik tutur katamu bersinar budi pekerti
Di balik tingkah lakumu memancar kehambaan kepada Ilahi
………..

Konsentrasi Jampang tiba-tiba buyar, manakala datang dua orang perempuan dan duduk di sampingnya sambil berbicara tiada henti.

Awalnya perempuan pertama bercerita panjang lebar tentang masalah yang dihadapinya. Sepertinya cukup berat. Kata-kata yang yang keluar dari mulutnya agak sedikit bergetar. Kadang-kadang bicara terputus karena menahan sesuatu yang ingin keluar dari dalam jiwanya. Dan akhirnya, air mata pun keluar dari kedua sudut matanya, mengiringi curhat terbaiknya hari itu. Dialah Mbak Shant.

Perempuan kedua kemudian menanggapi masalah yang dihadapi dan telah diceritakan oleh Mbak Shant. Entah memang sudah kebiasaan perempuan kedua tersebut atau bukan, nada dan tempo bicaranya sunggu cepat sekali. Bahkan sesekali agak meninggi. Alih-alih memberikan solusi, perempuan yang menyandang tercerewet itu malah justru mengundang emosi. Sepertinya, Mbak Shant salah orang karena memilih Mbak Raya sebagai tempat curhatnya.

Untunglah bis yang ditunggu Jampang datang, sehingga dia tidak berlama-lama mendengar kalimat-kalimat curhat dan kecerewetan yang silih berganti dari kedua perempuan itu.

Jampang segera naik ke atas bis, lalu memilih temoat duduk di barisan tengah sebelah kanan, dekat jendela. Dengan harapan, dia bisa menikmati pemandangan sepanjang jalan menuju Kampung Melatipelayu.

Tak lama berjalan, bis berhenti lagi di sebuah halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Seorang penumpang laki-laki mendekati Jampang.

“Mas, saya boleh duduk dekat jendela? Soalnya kursi yang Sampeyan duduki sekarang adalah kursi yang biasa saya tempati,” ucap lelaki itu.

Meski merasa agak aneh dengan permintaan lelaki tersebut, Jampang akhirnya rela menggeser tempat duduknya, sambil berharap, apa yang baru saja dilakukannya menjadi amal kebaikan yang dapat mempermudah perjalanan dan pencarian yang sedang dilakukannya.

Sesaat kemudian, Jampang dan laki-laki tersebut yang ternyata bernama Bambang Priantono sudah duduk bersebelahan.

“Mas, jam berapa yah?” Tanya Jampang.

“Jam Sepuluh,” jawab Bambang.

“Terima kasih,” sahut Jampang.

Hanya dialog itu saja yang terjadi di antara keduanya. Selanjutnya, keduanya tertidur di dalam bis tang melaju cukup kencang.

“Melatipelayu… Melatipelayu… Siap-siap!”

Teriakan kondektur bia rersebut membangunkan Jampang. Setelah membuka kedua matanya sambil mengumpulkan nyawanya yang sejak tadi melayang, Jampang memperbaiki posisi duduknya.

Di sebelahnya, Bambang terlihat sedang memandang keluar jendela. Jampang bertanya kembali kepada Bambang, “Mas, Maaf saya nanya lagi. Jam berapa sekarang?”

“Jam sepuluh!” Jawab Bambang enteng.

Mendengar jawaban yang sama dengan pertanyaan sebelumnya tentu saja membuat Jampang heran dan agak terpancing emosinya karena berpikir Bambang menjawab dengan main-main.

“Mas, kok jawabannya sama dengan yang tadi. Mas ngeledek saya yah?”

“Nggak, saya nggak ngeledek. Tapi sampeyan perlu tahu bahwa saya adalah orang yang sangat konsisten,” jelas Bambang.

Mendengar penjelasan tersebut, Jampang hanya menghela napas. Lalu berdiri dan melangkah menuju pintu keluar bis, kemudian turun tepat di gerbang pintu masuk Kampung Melatipelayu.

Jampang melangkah melewati pintu gerbang tersebut. Jalan terlihat sepi. Beberapa meter setelah pintung gerbang terdapat pangkalan ojek yang dilengkapi dengan sebuah bangunan mirip pos ronda yang mungkin dijadikan tempat istirahat para tukang ojek yang sedang beroperasi.

Pangkalan tersebut sepi. Hanya sebuah sepeda motor yang teraparkir di situ. Di bagian depan motor tersebut, tergantung sebuah tulisan “Othrie Ojek Ngalong”, sementara di dalam poa ronda terlihat seaeorang sedang tidur dengan pulasnya. Mungkin dialah pemilik motor yang parkir, juga tukang ojek yang hanya beroperasi di malam hari, sesuai dengan papan nama di motor, ojek ngalong.

Jampang pun melanjutkan langkahnya menyusuri jalan utama Kampung Melatipelayu.

Setelah cukup lama melangkah, Jampang tiba di depan sebuah rumah dengan pohon mangga dengan buah yang lebat. Jampang langsung mendekati pohon mangga tersebut setelah melihat ada seseorang yang sedang memanjat untuk memetik buahnya.

“Mas, boleh minta mangganya?” Teriak Jampang dari bawah pohon.

Mendengar teriakan tersebut, orang yang di atas pohon langsung turun. Tiba di bawah, orang tersebut langsung memberikan sebuah mangga tanpa berkata apa-apa, kemudian berjalan cepat meninggalkan Jampang sendiri yang langsung menikmati mangga yang rasanya manis sekali.

Sudah separuh mangga yang masuk ke mulut Jampang ketika sepasang matanya menangkap sosok seorang perempuan datang mendekat.

Di dalam pandangan Jampang, perempuan berjilbab kuning itu begitu cantik luar biasa. Sosoknya seolah-olah memancarkan cahaya, ibarat bidadari turun dari surga.

Jampang hanya memandang terpesona. Mulutnya terbuka. Mangga di tangganya terlepas dan jatuh di tanah. Sementara, perempuan berjilbab kuning berlari memasuki rumah sambil berteriak, “Mbak Reny… Ada pencuriiiiii!”

Jampang kaget bukan kepalang. Bingung tak bisa berpikir apa-apa mendengar teriakan tersebut.

Sedetik kemudian seorang perempuan bertampang galak luar biasa keluar dari dalam rumah dengan berlari sambil memegang sebuah tongkat kayu. “Hei… Jangan lari kamu pencuri! Kalau ketangkap akan kurajam kamu!”

Jampang berusaha bangkit dan mengambil jurus langkah seribu. Malang tak dapat dielak, kakinya tersandung sebuah batu. Tubuhnya jatuh. Wajahnya mencium tanah.

Mbak Reny langsung menari baju Jampang dan memaksanya bangun. “Bangun kamu pencuri. Kali ini kamu tidak akan bisa lari!”

“Ampun… Ampun, Mbak. Saya bukan pencuri,” teriak Jampang.

“Huh… Mana ada pencuri yang mau ngaku. Kalau semua pencuri ngaku, penjara bakal penuh.” Mbak Reny tidak menggubris permohonan Jampang.

“Ayo Bangun! Bangun!”

Tiba-tiba pandangan Jampang menjadi gelap. Suara Mbak Reny lama-lama aemakin tidak terdengar. Hanya tubuhnya yang dirasakan Jampang masih digoyang-goyangkan seseorang.

Perlahan kesadaran Jampang mulai kembali. Matanya mulai terbuka. Telinganya kembali berfungsi.

“Angun… Angun!”

Teriakan itu masih terdengar, tapi berbeda dengan suara sebelumnya.

“Bi, angun! Udah siang…”

Rupanya sang buah hati Jampang, Syikhan, mencoba membangunkan Abinya yang masih tidur.

The End.

#untuk dilombakan di sini

121 respons untuk ‘[Melatipelayu] Jampang Mencari Bini Lagi’

  1. cindil Agustus 23, 2011 / 00:01

    hihihi…. lucu…

  2. jampang Agustus 24, 2011 / 00:01

    ipie said: Iyaaaa.. Asyiiik.. *lari2 ngelilingi tiang

    kaya film india 😛

  3. jampang Agustus 24, 2011 / 00:01

    cindil said: hihihi…. lucu…

    :)makasih…yang sebelumnya udah baca belum…. ini bagian kedua soalnya

  4. rirhikyu September 5, 2011 / 00:01

    akhirnya selesai jg baca semuanya 🙂

  5. ipie September 6, 2011 / 00:01

    *nunggu kecepretan hadiah

  6. fenny Oktober 23, 2013 / 09:56

    Ternyata hny mimpi … Tp mimpinya panjang bgt ya smp 2 episode … 😀

    • jampang Oktober 23, 2013 / 10:08

      di film aja cerita mimpinya bisa sampe dua jam 😀

      • fenny Oktober 23, 2013 / 10:28

        2 jam sm 2 episode panjangan mn ye … :p

      • jampang Oktober 23, 2013 / 10:31

        coba aja nonton 2 jama sama baca 2 episode tadi panjangan dan lamaan mana

      • fenny Oktober 23, 2013 / 10:38

        Ya klo baca sih cptan yg 2 episode, tp kyknya klo d film itu bs 2 hari (crt bersambung) … 🙂

      • jampang Oktober 23, 2013 / 10:48

        makanya saya buat cerita aja daripada buat film

      • fenny Oktober 23, 2013 / 11:28

        Iya ka, nnt kasihan jg ma org filmnya ngga kebagian job … Xixixixi 😀

      • jampang Oktober 23, 2013 / 11:40

        😀

      • fenny Oktober 23, 2013 / 17:55

        Cb syaikhan ngga bangunin ya, kan jd ktm tuh ma calon bininya jampang … Xixixixi 😀
        BTW melatipelayu daerah mn tuh, kyknya jauh bener …

      • jampang Oktober 23, 2013 / 18:28

        nama khayalan. fiksi.

      • fenny Oktober 23, 2013 / 19:34

        Ooo … Kirain nama fiksinya itu da arti n mksd …

      • jampang Oktober 23, 2013 / 19:49

        Dari multiply -> melatipelayu

      • fenny Oktober 23, 2013 / 21:29

        Ooo … Sorry

      • jampang Oktober 24, 2013 / 04:45

        Gpp

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s