Celoteh Syaikhan [15] : Abi Pulang, Bi!

celoteh syaikhan

Langit mendung memayungi perjalanan pulang saya dari kantor ke rumah. Saya mencoba untuk menambah laju motor saya agar tiba di rumah sebelum turun hujan.Langit semakin gelap. Rintik hujan mulai turun. Ketika saya tiba di perlintasan kereta api Permata Hijau, hujan langsung turun dengan derasnya.

Biasanya, saya akan tetap melanjutkan perjalanan menuju rumah sambil menikmati siraman hujan di seluruh tubuh saya, apalagi di rumah ada Syaikhan yang menunggu. Tapi kemarin sore, hal tersebut tidak saya lakukan. Saya memilih berteduh di sebuah warung. Saya tidak berani melanjutkan perjalanan karena di dalam tas, saya membawah sebuah laptop kantor. Jika kehujanan sudah pasti akan rusak seperti nasib handphone saya beberapa waktu yang lalu.

Ketika berteduh, saya menelpon Syaikhan di rumah.

“Assalaamu ‘alikum!”

“Kum ayam.”

“Syaikhan, Abi kehujanan.”

“Abi di ana?”

“Abi lagi neduh.”

“Terus?”

“Ya pulangnya nanti kalau hujannya berhenti.”

“Ah… pulang sekarang aja!”

“Nggak bisa. Abi bawa laptop. Nanti kalau kehujanan laptopnya rusak.”

“Pulang sekarang aja, Bi!”

“Nanti yah.”

“Sekarang, Bi! Hwaaa….” Syaikhan menangis dan tidak mau bicara di telpon lagi.

Sekitar setengah jam kemudian, hujan mulai menyisakan rintik-rintik gerimis. Segera saya keluar dari warung tersebut setelah mengucapkan terima kasih kepada pemiliknya. Selanjutnya saya sudah berada di atas motor menuju rumah.

Tiba di rumah, Syaikhan menyambut saya di depan pintu. Setelah membuka jaket dan meletakkan tas, saya mencium dan menggendongnya sebentar. Lalu saya menuju kamar mandi untuk berwudhu.

Keluar dari kamar mandi, Ibu saya bertanya kepada Syaikhan, “Tadi siapa yang nangis?”

Yang ditanya diam saja. Saya yang mempertegas pertanyaan tersebut kepada ibu, “Nangisnya lama?”

“Lama juga. Lari ke tempat tidur sambil teriak-teriak : Abi pulang, Bi! Syeha sayang Abi!” Cerita ibu.

Selepas shalat, Syaikhan langsung bercerita macam-macam. Ketika saya tanya kenapa tadi menangis, Syaikhan tak menjawab. Mungkin Syaikhan tidak mau membahasnya lagi.


Celoteh Syaikhan Lainnya :

66 respons untuk ‘Celoteh Syaikhan [15] : Abi Pulang, Bi!’

  1. jampang September 16, 2011 / 00:00

    bundel said: Coba selalu bawa jas hujan, masukin di tas. Pas hujan, berhenti neduh, pasang jas terus jalan lagi. Jadi nggak bikin Syaikhan nangis, bi!

    tadinya saya punya box motor, bunda. Aman kalau naro di situ. sayangnya ketika saya tertimpa pohon, boxnya ikutan rusak. jadi nggak bisa dipake lagi. harus dibetulin dulu

  2. jampang September 16, 2011 / 00:00

    trewelu said: lain kali bawa minim 2 tas kresek buat bungkus laptop, dan buat bungkus tasnya… jadi tetep bisa lanjut, abu syaikhan…

    insya Allah, mbak.biasanya saya bawa satu kantong plastik untuk masukin HP dan hardisk eksternal. sayangnya kemaren ketika tugas ke bandung, plastiknya saya keluarin dan lupa saya masukin lagi.

  3. jampang September 16, 2011 / 00:00

    debapirez said: lg ngambek kali ya,Om.

    lagi kangen yang bener :)))

  4. mywolly September 16, 2011 / 00:00

    jampang said: umurnya 3 tahun 3 bulan

    Woow pinter sekali… Hebat! Seru ya udah bisa cerita… Baca cerita yang lain malah udah kenal banyak warna ya.. Keren..!

  5. wib711 September 16, 2011 / 00:00

    Syaikhan : ya udah abi pulangnya minggu depan ga papa, tapi bawain PS 2 ya bi :p

  6. jampang September 16, 2011 / 00:00

    mywolly said: Woow pinter sekali… Hebat! Seru ya udah bisa cerita… Baca cerita yang lain malah udah kenal banyak warna ya.. Keren..!

    alhamdulillah, mbak :)mudah2an tambah pinter syaikhannya

  7. jampang September 16, 2011 / 00:00

    wib711 said: Syaikhan : ya udah abi pulangnya minggu depan ga papa, tapi bawain PS 2 ya bi :p

    xixixixixi….. syaikhan belum kenal PS 2 😛

  8. fauziatma September 16, 2011 / 00:00

    Syaikhan pernah dihukum enggak karena kenakalannya?

  9. mywolly September 16, 2011 / 00:00

    jampang said: alhamdulillah, mbak :)mudah2an tambah pinter syaikhannya

    Amiin… Semoga makin sayang juga sama abiy nya ya tentunya.

  10. eroza September 16, 2011 / 00:01

    Picnya kereeen

  11. jampang September 17, 2011 / 00:01

    fauziatma said: Syaikhan pernah dihukum enggak karena kenakalannya?

    saya nggak pernah dengan sengaja memberi hukuman. setahu saya… belum ada dalil yg menjelaskan bahwa anak seusia syaikhan untuk dihukum

  12. jampang September 17, 2011 / 00:01

    mywolly said: Amiin… Semoga makin sayang juga sama abiy nya ya tentunya.

    makasih, mbak.

  13. jampang September 17, 2011 / 00:01

    eroza said: Picnya kereeen

    makasih uni. itu hasil editan bukan foto asli.

  14. yuniezalabella September 17, 2011 / 00:01

    jampang said: Selepas shalat, Syaikhan langsung bercerita macam-macam. Ketika saya tanya kenapa tadi menangis, Syaikhan tak menjawab. Mungkin Syaikhan tidak mau membahasnya lagi.

    melted…. huaaaaa

  15. jampang September 17, 2011 / 00:01

    yuniezalabella said: melted…. huaaaaa

    untungnya syaikhan gak ngebahas lagi. kalau dibahas… bisa ikutan nangis juga

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s