Khayalan Tingkat Tinggi, Semoga Bukan Tamanni

Di suatu masa, di sebuah daerah antah berantah, seluruh manusia bumi sedang berkumpul untuk diberangkatkan ke suatu tempat di luar bumi. Bumi pada masa itu sudah berada di ambang kehancuran. Sementara lokasi yang dituju adalah sebuah planet yang dikenal dengan sebutan J2YT adalah sebuah planet yang ditemukan satu dekade sebelumnya. Di sana sudah dibangun berbagai fasilitas kehidupan agar manusia yang semula tinggal di bumi bisa hidup dengan nyaman.

Namun luas planet tersebut tidak seluas bumi. Karenanya, tak semua manusia bumi bisa diberangkatkan. Untuk itu diperlukan proses seleksi terhadap seluruh manusia yang ada. Hanya sekelompok manusia yang masuk dalam kategori golongan baik sajalah yang bisa berangkat, sementara sisanya harus tinggal di tempat, menyaksikan dan merasakan langsung kehancuran bumi.

Yang masuk ke dalam golongan baik adalah manusia yang memiliki catatan kebaikan lebih banyak daripada catatan keburukan. Semua catatan tersebut tersimpan dalam sebuah mikrocip yang tertanam di setiap kepala mereka sejak mereka lahir ke dunia.

Setiap orang yang akan diseleksi harus melewati sebuah alat super canggih yang bisa melakukan scanning untuk membaca data-data di dalam mikrocip tersebut tanpa perlu mengeluarkannya dari kepala setiap orang.

Seorang lelaki berdiri di depan pintu masuk alat tersebut dengan harap-harap cemas. Beberapa saat lagi, tiba gilirannya.

Dia arahkan pandangan matanya ke sisi kanan. Dilihatnya wajah-wajah orang yang berseri. Senyum dan tawa bahagia terlihat di wajah mereka. Sementara di sisi kiri, didapatinya kondisi yang berbeda seratus delapan puluh derajat. Semua wajah terlihat lesu, sedih, dan menangis.

Nama lelaki itu kemudian dipanggil. Dia melangkah perlahan memasuki alat scanning. Selama beberapa saat, alat tersebut bekerja. Tak lama kemudian, sebuah suara terdengar dari alat tersebut sebagai pertanda proses scanning selesai. Lelaki itu kemudian keluar.

Langkahnya terhenti di depan sebuah layar besar bertuliskan kata “proses” berkedip-berkedip. Jantung lelaki itu berdetak semakin cepat, begitu juga dengan aliran darah di dalam tubuhnya.

Tak lama kemudian, layar tersebut berubah hitam. Sedetik kemudian,layar itu menyala kembali, menampilkan data hasil scanning.

Seimbang. Itu hasil yang didapat oleh lelaki itu. Catatan kebaikannya sama banyak dengan catatan keburukannya.

Lelaki itu menatap hasil tersebut dengan bingung, sama seperti halnya para petugas yang mengawasi kerja mesin tersebut.

Kegaduhan terjadi. Para petugas kebingungan akan dikemanakan lelaki tersebut, apakah ke kanan untuk ikut serta berangkat atau ke kiri untuk ditinggal selamanya.

Beberapa orang di kelompok kanan yang melihat kegaduhan tersebut mendekat, mencoba mencari tahu. Setelah beberapa lama memperhatikan, beberapa orang di antara mereka mengenali lelaki itu.

“Bapak yang penulis buku itu kan?” Tanya salah seorang di antara mereka.

Dalam keadaan bingung tersebut, lelaki itu tidak bisa menjawab.

“Iya, benar. Ini si penulis buku itu.” Seseorang yang lain dari kelompok tersebut merasa yakin atas apa yang diucapkan orang sebelumnya.

“Bapak tahu?” Tanya orang tersebut kepada lelaki itu. “Karena saya membaca kisah kebersamaan Bapak dengan anak Bapak, saya jadi terinspirasi untuk banyak menyediakan waktu bersama anak saya. Karenanya, hubungan kami menjadi sangat dekat. Anak saya pun menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya.”

“Saya juga terinspirasi dengan cerita Bapak tentang optimisme yang dimiliki oleh seorang pemulung sehingga saya tetap yakin dengan rahmat Allah ketika masalah datang bertubi-tubi.” Kata orang yang berdiri di samping orang yang pertama kali bicara.

Lalu secara bergantian, beberapa orang lain menceritakan hal yang serupa.

Akhirnya, orang-orang tersebut sepakat untuk menceritakan pengalaman mereka kepada petugas penjaga dan meminta agar lelaki tersebut diikutsertakan dalam kelompok yang akan pergi ke Planet J2YT, karena salah satu penyebab orang-orang tersebut berbuat baik adalah karena terinspirasi cerita-cerita yang pernah dituliskan oleh lelaki itu dalam sebuah bukunya.

Para petugas tersebut akhirnya mengabulkan permintaan tersebut.

28 respons untuk β€˜Khayalan Tingkat Tinggi, Semoga Bukan Tamanni’

  1. jaraway Oktober 28, 2011 / 00:00

    cieeeeee.. yang udah bikin buku

  2. cawah Oktober 28, 2011 / 00:00

    ini cerpen ap yak? jd pngen nulis buku πŸ˜€

  3. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    bukan, mas. ini nonfiksi.

  4. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    promosi terselubung πŸ™‚

  5. ipie Oktober 28, 2011 / 00:00

    Alhamdulillah.. Promosi euy.. Prikitiwiw.. Switwiw

  6. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    namanya juga usaha πŸ˜€

  7. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    makasih, mbak πŸ™‚

  8. bundel Oktober 28, 2011 / 00:00

    Oh kalau nerbitin sendiri bener saya bilang, kudu bisa promosiin sendiri ya bang?! Beda jalannya sama yang diterbitin penerbit, tau beres aja penulisnya. Semoga laris manis dan cepet balik modal.

  9. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    bunda beli donk, dan tawarin ke temen-temen diplomat, siapa tahu buku saya bisa ke luar negeri… selanjutnya… si penulis…. xixixixixixi

  10. lailatulqadr Oktober 28, 2011 / 00:00

    Semakin tertarik untuk membeli… Dimurahin dikit donk, Om harganya…

  11. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    dimurahin kalau ada diskon πŸ˜€

  12. mywolly Oktober 28, 2011 / 00:00

    Amiin. Semoga bukunya menjadi inspirasi orang byk…. Cihuy… Jadi gak sabar pengen punya πŸ™‚ *wink wink*

  13. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    cepetan…. nanti bisa gratis ongkos kirim untuk yg di bandung

  14. nanazh Oktober 28, 2011 / 00:00

    luaaaaaaaaaaaaaar biasaaaaaaaaaaa semoga kisahnya menjelma menjadi nyata ya mas πŸ™‚

  15. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    aamiin. terima kasih, mas

  16. hwwibntato Oktober 28, 2011 / 00:00

    gambar itu pasti permukaan planet J2YT, ya? he he he …

  17. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    xixixixixi…. itu kan singkatan judul buku saya, mas πŸ™‚

  18. akuai Oktober 28, 2011 / 00:00

    ini lagi berkhayal atau promosi? eh? πŸ˜€

  19. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    dua-duanya πŸ™‚

  20. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    nggak dapat royalti. mungkin ada pajak penghasilan kalau banyak yg beli, kalau nggak ada ya nggak bayar… kan statusnya rugi…. bisa dapat kompensasi kerugian… xixixixxi

  21. jampang Oktober 28, 2011 / 00:00

    itu baru khayalan mbak… semoga busa jadi kenyataan.

  22. utewae Oktober 28, 2011 / 00:00

    Kalo nerbitin sendiri, dapet royalti nya darimana? Kenanya pajak apa?

  23. melatidesa Oktober 28, 2011 / 00:00

    Bagus bgd yah….ramai yg terinspirasi tu…selamat yah:-)

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s