Desember Kelabu di Tahun Lalu

Semua orang di ruangan, termasuk saya, sudah larut dengan dalam penyelesaian tugas di meja kerja masing-masing. Tiba-tiba telepon ruangan berdering. Salah seorang rekan kerja saya yang kebetulan berada tak jauh dari telepon, mengangkat dan menerimanya.

“Ki, ada telpon!” Panggil kawan saya itu.

Semula saya berpikir bahwa telepon itu berasal dari klien atau user. Tetapi begitu mendengar jawaban rekan saya, saya terkejut.

“Dari sodara, loe!”

Saya menerima tersebut dan melangkah ke ruang rapat di mana tak seorang pun di sana dan kedap suara.

“Dari keluarga?” Tanya saya dalam hati. “Mustahil! Kalau benar itu dari keluarga, kenapa tidak langsung menelpon ke handphone? Bukankah keluarga saya memegang nomor handphone saya?” Pertanyaan itu-pertanyaan itu tak terjawab hingga saya mendengar suara dari seberang telepon. Encing saya yang menelpon yang kemudian menyerahkannya kepada ibu saya.

“Assalaamu ‘alaikum.” Ucap ibu mengawali pembicaraan.

“Wa ‘alakumussalaam,” jawab saya.

“Sudah sarapan?” Tanya ibu yang tak pernah luput memperhatikan saya.

“Sudah,” jawab saya singkat. “Mama lagi di Semarang yah?” Saya menyambung jawaban dengan sebuah pertanyaan.

“Iya, Mama mau nyenengin hati.”

Jawaban Ibu tersebut membuat saya merasa sedih karena mengingatkan saya akan peristiwa beberapa hari sebelumnya.

“Mama mau lama di Semarang?” Tanya saya.

“Mungkin seminggu,” jawab Ibu.

Mendengar jawaban tersebut, saya tak bisa berkata-kata apa-apa. Yang ada hanya dorongan dari rongga dada yang mendesak hingga ke kerongkongan saya dan akhirnya keluar dalam bentuk tangisan. Air mata saya mengalir deras.

“Maafin Kiki, Ma!” Ucap saya terbata-bata. Sementara air mata saya tak kunjung berhenti.

Awalnya, keluarga saya berencana akan menginap di rumah saya di saat tahun baru. Tak hanya ayah, ibu, dan adik-adik saya, beberapa encing saya juga. Bahkan, sepupu saya sempat membatalkan rencana liburan bersama teman-temannya demi menginap di rumah saya.

Namun rencana tersebut saya batalkan secara sepihak dengan alasan ada masalah yang saya hadapi dan dalam proses penyelesaian. Saya belum bisa menceritakan kepada siapa pun, termasuk kepada ibu.

Tak hanya saya yang menangis di ruangan itu, di ujung telepon sana, ibu saya juga menangis. Kecewa.

“Anak mana yang tidak ingin dikunjungi oleh orang tuanya?”

Saya hanya terdiam mendengar pertanyaan tersebut.

Di akhir pembicaraan jarak jauh yang penuh dengan isak tangis dan air mata itu, saya berjanji akan menceritakan semuanya di akhir tahun.

Namun Allah berkehendak lain, sebelum akhir tahun, saya mendapat jalan untuk menceritakan semuanya dengan perantara batang pohon yang tumbang yang menyebabkan saya terluka dan menginap di rumah orang tua sebelum akhir tahun.

Pada akhirnya, ibu, ayah, adik-adik, serta sanak-saudara saya pun tahu tentang masalah yang saya hadapi saat itu.

Kaget. Sedih. Kecewa. Mungkin semua rasa itu ada di hati ibu ketika mengetahui apa yang terjadi.

Saya hanya berharap, saat itu adalah kali terakhir saya membuat ibu bersedih dan kecewa. Tak ingin lagi…


Robbighfirlii wa li walidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa


Tulisan Terkait Lainnya :

66 thoughts on “Desember Kelabu di Tahun Lalu

  1. roelworks Desember 22, 2011 / 00:00

    jampang said: katanya seh begitu. tapi semuanya kembali kepada cara kita menerimanya…. bisa jadi kalau cara menerimanya bagus… bisa bahagia dan senang stp saat.#benernggaksih

    (masih) mencoba untuk terus belajar

  2. jampang Desember 22, 2011 / 00:00

    roelworks said: (masih) mencoba untuk terus belajar

    lho…. itu kan moto MP saya🙂

  3. huflepuff Desember 22, 2011 / 00:00

    jampang said: mau tahu…. mau tahu…. silahkan cek ke TKP.masalah tahun lalu…. udah selesai, koq

    masalah pohon jatuh kan?

  4. jampang Desember 22, 2011 / 00:00

    huflepuff said: masalah pohon jatuh kan?

    itu musibah mas.xixixixixixixixi

  5. huflepuff Desember 22, 2011 / 00:00

    jampang said: itu musibah mas.xixixixixixixixi

    saya gak nemu di postingan tadi sih mas.. tapi pernah membaca entah dimana..yang jelas masalah keluarga.. hhaaa

  6. jampang Desember 22, 2011 / 00:00

    huflepuff said: saya gak nemu di postingan tadi sih mas.. tapi pernah membaca entah dimana..yang jelas masalah keluarga.. hhaaa

    ya mungkin yg itu… tp sudah selesai koq masalahnya🙂

  7. jampang Desember 22, 2011 / 00:00

    mywolly said: Long December…

    long long a go….. #halah

  8. topenkkeren Desember 22, 2011 / 00:00

    aamiin..sekarang waktunya bikin mereka tersenyum, Bang~semarangnya mana, eh?

  9. debapirez Desember 22, 2011 / 00:00

    saya agak kaget pas tahu ceritanya. maaf ya pas ultah MPID smpt ngeledekin om Jampang hehe…

  10. jampang Desember 22, 2011 / 00:01

    topenkkeren said: aamiin..sekarang waktunya bikin mereka tersenyum, Bang~semarangnya mana, eh?

    niatnya begitu.di kendal tepatnya…. cipiring kalau nggak salah.

  11. jampang Desember 22, 2011 / 00:01

    debapirez said: saya agak kaget pas tahu ceritanya. maaf ya pas ultah MPID smpt ngeledekin om Jampang hehe…

    gpp mas.lg pula… cerita di atas bukan menyoroti yg itu… tp tentang batalnya acara yg udah direncanain jauh-jauh hari…

  12. myshant Desember 22, 2011 / 00:01

    eh, saya pernah lho dalam posisi hampir mirip tentang menolak kunjungan karena ada hal yg harus diselesaikanibu mertua tersinggung karena saya bilang belum bisa menerima tamu menginap (lg ribet dan heboh bongkar rumah yg mau direnov-tapi gak bilang2)dikiranya saya gak mau dikunjungi ibu mertua ibu mertua tersinggung…saya juga tersinggung, kasian suwami kejepit …hahaha

  13. jampang Desember 22, 2011 / 00:01

    myshant said: eh, saya pernah lho dalam posisi hampir mirip tentang menolak kunjungan karena ada hal yg harus diselesaikanibu mertua tersinggung karena saya bilang belum bisa menerima tamu menginap (lg ribet dan heboh bongkar rumah yg mau direnov-tapi gak bilang2)dikiranya saya gak mau dikunjungi ibu mertua ibu mertua tersinggung…saya juga tersinggung, kasian suwami kejepit …hahaha

    kalau soal renovasi pastinya saya bilang dan kemungkinan besar bisa dimaklumi🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s