Dari Waya Titet Sampai Waya Dur

Siang itu saya mendengar kalimat yang menjadi judul tulisan ini untuk kali yang kedua. Sedang kali pertamanya adalah ketika saya duduk di bangku SMP, kira-kira dua puluh tahun yang lalu.

Kalimat tersebut adalah kalimat yang menunjukkan keterangan waktu dalam bahasa Betawi yang nyatanya jarang sekali saya dengar pengucapannya. Hal ini bisa jadi, karena meski sama-sama suku Betawi namun kata maupun logat atau dialek antara beberapa daerah di Jakarta bisa berbeda. Logat masyarakat Betawi di daerah Kebon Jeruk misalnya, akan berbeda dengan masyarakat Betawi di daerah Cidodol. Bagi yang mengikuti sinetron Si Doel Anak Sekolahan mungkin bisa membedakan logat Betawi antara Babe Sabeni dengan Mandra.

Jika saya tidak salah ingat, guru SMP saya menjelaskan bahwa arti “waya titet” adalah pagi hari, karena “titet” adalah kicauan burung yang bersuara di pagi hari. Sementara “waya dur” adalah sore hari. Konon, “dur” diidentikan dengan suara beduk Maghrib.

Nah, di hari itu, ketika menjelang sore, encing saya bermaksud untuk pulang setelah bertamu di rumah orang tua saya dengan memberikan alasan “Udah namu dari waya titet sampe waya dur!” Kira-kira begitulah kalimat yang diucapkan meski tidak sama persis.

Ya, sudah menjadi kebiasaan di keluarga saya untuk bersilaturahim ke rumah sanak saudara untuk waktu yang cukup lama, bisa seharian. Mulau dari pagi atau menjelang Zhuhur hingga sore atau bahkan malam hari. Bahkan adakalanya silaturahim diisi dengan acara masak-masak untuk kemudian di makan bersama. Tak hanya tuan rumah, para tamu pun akan jadi sibuk di dapur. Masakan yang dimasak bukanlah masakan dengan menu yang mewah, cukup yang sederhana dan mudah diolah. Seperti hari itu, sayur asam, ikan asin, tempe goreng, oseng buncis, dan lalap mentimun. Begitu nikmat ketika disantap bersama-sama.

Bagi yang tidak terbiasa mungkin akan heran kenapa bertamu kok lama-lama, atau bahkan tidak bisa bertamu dengan cara yang demikian. Tapi pada kenyataannya, yang demikian itu sudah menjadi kebiasaan di keluarga saya.

37 respons untuk β€˜Dari Waya Titet Sampai Waya Dur’

  1. znrock Desember 27, 2011 / 00:00

    saat hari raya saja bertamu lama itu, tapi tidak ada acara masak memasak πŸ™‚

  2. bundananda Desember 27, 2011 / 00:00

    oh, waya tuh maksudnya wayah tho…kirain ttg buaya td hehe

  3. rhedina Desember 27, 2011 / 00:00

    Kebayang senangnya yaaa….*jadi kangen pengen pulkam*

  4. rahayuyoseph Desember 27, 2011 / 00:00

    Sama pak, keluarga kami kl namu jg lama, kadang sampe nginep :DEnak ya, ramee jadi rumahnya πŸ™‚

  5. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    znrock said: pertamax

    selamat!silahkan ambil sendiri yah…. xixixixixi

  6. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    znrock said: saat hari raya saja bertamu lama itu, tapi tidak ada acara masak memasak πŸ™‚

    bisa dipastikan beda keluarga akan beda kebiasaan.

  7. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    bundananda said: oh, waya tuh maksudnya wayah tho…kirain ttg buaya td hehe

    saya juga nggak begitu ngerti mbak. baru dua kali saya denger kalimat itu seperti cerita di atas

  8. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    rhedina said: Kebayang senangnya yaaa….*jadi kangen pengen pulkam*

    alhamdulillah, teh.semoga teteh bisa pulang kampung… πŸ™‚

  9. znrock Desember 27, 2011 / 00:00

    Iya:)biasanya di paksa suruh makan sama pemilik rumah πŸ™‚

  10. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    rahayuyoseph said: Sama pak, keluarga kami kl namu jg lama, kadang sampe nginep :DEnak ya, ramee jadi rumahnya πŸ™‚

    nginep juga pernah mbak… cuma lebih sering nggaknya.iyah… rame. sayang Syaikhan lagi enggak ada

  11. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    znrock said: Iya:)biasanya di paksa suruh makan sama pemilik rumah πŸ™‚

    rezeki…. jangan ditolakxixixixixixi

  12. eroza Desember 27, 2011 / 00:00

    masa sih 10th yang lalu masih SMP? bukannya kerja udah lebih 10th? πŸ™‚

  13. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    eroza said: masa sih 10th yang lalu masih SMP? bukannya kerja udah lebih 10th? πŸ™‚

    xixixixixi… iyah… salah… seharusnya 20 tahun*ketahuan mau nyamar lebih muda

  14. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    jejak2mimpi said: hoooo…baru tau saiyah πŸ˜€

    emang pernah denger yah?

  15. jejak2mimpi Desember 27, 2011 / 00:00

    jampang said: emang pernah denger yah?

    belooom, baru denger barusan :p

  16. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    jejak2mimpi said: belooom, baru denger barusan :p

    *gubrakkirain udah pernah denger πŸ™‚

  17. tunastajam Desember 27, 2011 / 00:00

    sayur asam, ikan asin, tempe goreng, oseng buncis, dan lalap mentimun. “Saya jadi laper.” hehehe…

  18. wib711 Desember 27, 2011 / 00:00

    kalo di tempat saya bilangnya Wayah, pakai H :Dtapi belakangnya pakai hitungan waktu shalat kayak Wayah maghrib dst

  19. rengganiez Desember 27, 2011 / 00:00

    kalo di kampung juga Wayah…wayah isuk : pagi, wayah sore : ya sore..wayah awan : siang

  20. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    tunastajam said: sayur asam, ikan asin, tempe goreng, oseng buncis, dan lalap mentimun. “Saya jadi laper.” hehehe…

    kalau pas waktunya makan, pasti bikin lapar πŸ™‚

  21. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    hwwibntato said: keluarga yang harmonis …

    alhamdulillah… πŸ™‚

  22. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    wib711 said: kalo di tempat saya bilangnya Wayah, pakai H :Dtapi belakangnya pakai hitungan waktu shalat kayak Wayah maghrib dst

    saya cuma menuliskan yg saya dengar aja, mas. barusan saya googling dan dapat keterangan di sini http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/1316Wayah tet =Waktu burung titet berkicauWayah dur =Waktu tidurternyata saya salah… dur itu bukan suara bedug maghrib, tapi waktunya tidur πŸ™‚

  23. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    rengganiez said: kalo di kampung juga Wayah…wayah isuk : pagi, wayah sore : ya sore..wayah awan : siang

    iya mbak… hasil googling ketemunya pake “h”, wayah πŸ™‚

  24. ninelights Desember 27, 2011 / 00:00

    Iya, yang rame-rame emang adakalanya asik. Contohnya kayak yang tersebut diatas πŸ™‚

  25. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    ninelights said: Iya, yang rame-rame emang adakalanya asik. Contohnya kayak yang tersebut diatas πŸ™‚

    masing2 ada waktunya mbak, kadang suasan rame yg bikin seneng, kadang sendiri bikin lebih tenang πŸ™‚

  26. miftamifta Desember 27, 2011 / 00:00

    Rasa kekeluargaannya sangat harmonis sekali pak:)

  27. nanabiroe Desember 27, 2011 / 00:00

    Ahhh… Bahasa tiap daerah memang beda2.

  28. debapirez Desember 27, 2011 / 00:00

    di keluarga saya jg gt,Om. bahasanya: guyub πŸ˜‰

  29. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    miftamifta said: Rasa kekeluargaannya sangat harmonis sekali pak:)

    alhamdulillah mbak. walaupun stp anggotanya punya kesibukan masing2 tap kalau ngumpul ya…. rame πŸ™‚

  30. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    nanabiroe said: Ahhh… Bahasa tiap daerah memang beda2.

    iya mbak πŸ™‚

  31. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    anotherorion said: hoo gitu toh kirain sebutan apa

    sebutan untuk waktu, mas πŸ™‚

  32. jampang Desember 27, 2011 / 00:00

    debapirez said: di keluarga saya jg gt,Om. bahasanya: guyub πŸ˜‰

    iya mas…. guyub πŸ™‚

  33. jrdd Desember 28, 2011 / 00:00

    πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s