Lelaki dan Curiga

“Bos, besok gue mau ambil STNK yah. Sudah waktunya diperpanjang.”

Setelah mengetik SMS tersebut, lelaki itu kemudian mengirimnya kepada seorang kawan yang sudah dipercayainya sebagai wakil dirinya dalam beberapa transaksi.

Tak lama kemudian SMS balasan pun masuk.

“Sorry, STNKnya masih di bank. Tapi kalau loe mau bayar pajak motor, titip aja ke gue. Biar gue yang urusin.”

Membaca SMS jawaban tersebut, lelaki itu kembali mengirin SMS berikutnya.

“Gue pernah tanya ke bank, dan jawaban bank sudah lunas.”

“Perjanjian sama bank itu dua tahun. Jadi masih ada angsuran tiga bulan lagi.”

Lelaki itu merasa ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh sang kawan. Berbekal info dari bank, lelaki itu pun mngirim SMS untuk menggertak sang kawan.

“Oke deh, kalau begitu nanti gue datang ke bank langsung, sekalian lunasin angsuran yang sisa tiga bulan supaya bisa ngambil STNK.”

Setelah beberapa lama SMS tersebut terkirim, SMS balasan pun masuk.

“Sorry… STNK udah ada sama gue. Loe bisa ambil, dan nggak usah ke bank.”

Dan beberapa SMS berikutnya dari sang kawan masuk untuk menjelaskan ini dan itu untuk sebuah pembelaan yang seharusnya tidak perlu. Sementa lelaki itu, membacanya satu per satu tanpa membalasanya lagi.

******

“Besok pagi, ketemu di Mall jam sembilan, jangan lupa STNKnya.” Lelaki itu mengirim SMS permintaan tersebut beberapa hari kemudian.

“Jangan jam sembilan, agak siangan aja. Soalnya di sini pagi sering hujan.” Begitu bunyi SMS jawaban yang masuk ke handphone lelaki itu.

“OK. Kalau gitu, gue langsung aja datang ke rumah. Nanti kalau hujan, numpang neduh dulu di rumah loe.”

“Besok pagi mau ketemu sama orang, udah janji. Kalau urusan lancar dan cepet selesai, nanti gue langsung ke Mall.”

“Ah… lagi-lagi jawaban yang mengundang curiga,” ucap lelaki itu di dalam hati ketika membaca SMS balasan dari sang kawan.

******

“Ini STNKnya!”

Lelaki itu kemudian menerima STNK yang diminta dari sang kawan yang ternyata baru datang sekitar tiga puluh menit dari waktu yang sudah disepakati.

“Bos, gue denger loe baru dapat rezeki. Kayanya jumlahnya lumayan tuh.”

“Alhamdulillah, iyah.”

“Kalau boleh, gue usul nih. Loe kan masih punya utang ama tetangga gue, masih sembilan kali cicilan. Nah, daripada loe tiap bulan datang ke sini atau nyetor, repot. Gimana kalau uangnya loe kasih ke gue aja sembilan bulan sekaligus. Jadi utang loe bisa langsung lunas. Gimana?”

“Nggak usah, deh. Biar nanti gue aja yang transfer langsung ke rekening itu orang. Gue minta nomor telepon dan nomor rekeninganya aja, serta tanggal berapa gue mesti setor.” Lelaki itu menolaj usulan sang kawan.

“Oke deh kalau begitu. Nanti gue kasih nomor telepon dan nomor rekeningnya.”

Beberapa hari pun berlalu sejak pertemuan lelaki itu dengan sang kawan. Hingga hari ini, belum ada berita atau kabar tentang berapa nomor telepon dan nomor rekening yang dimaksud.

“Ya, Allah… jika hamba yang penuh dengan prasangka, maka hapuslah rasa curiga ini. Tapi bila semuanya terselip tipu daya, maka bukalah sejelas-jelasnya…” Doa sang lelaki.

34 respons untuk ‘Lelaki dan Curiga’

  1. nawhi Februari 2, 2012 / 00:00

    wah mencurigakan itu memang…tanya langsung aja mas ke tetangga yang minjemin uang tersebut.

  2. hwwibntato Februari 2, 2012 / 00:00

    kecurigaan memang perlu jika ada gelagat yang terbaca … he he he …

  3. museliem Februari 2, 2012 / 00:00

    It’s all about the money… All about dam dam dada dam dam… *nyanyi* hehehe

  4. ivoniezahra Februari 2, 2012 / 00:00

    kalau urusan uang, perlu itu mas curiga kalau gelagatnya gak ngenakin hati 🙂

  5. anchaanwar Februari 2, 2012 / 00:00

    Kalo urusan duit memang sebaiknya ga usah lewat perantara.Apalagi dgn org yg udah terbukti berapa kali plin plan.Tapi…Kalo mau nitip ke saya boleh aja kok.Hehehe

  6. thetrueideas Februari 2, 2012 / 00:00

    tapi kalo mau transfer ke rekening saya, gak papa kok… #eh

  7. jejak2mimpi Februari 2, 2012 / 00:00

    jampang said: “Sorry… STNK udah ada sama gue. Loe bisa ambil, dan nggak usah ke bank.”

    Ow..ow..kamu ketauaaann 😀

  8. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    nawhi said: wah mencurigakan itu memang…tanya langsung aja mas ke tetangga yang minjemin uang tersebut.

    mungkin itu langkah yang harus diambil oleh lelaki itu. biar semuanya jelas. apakah jelas ada hutangnya atau jelas tidak ada hutangnya 🙂

  9. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    hwwibntato said: kecurigaan memang perlu jika ada gelagat yang terbaca … he he he …

    spertinya begitu, kang

  10. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    museliem said: It’s all about the money…

    yang kata orang, “duit itu nggak ada saudaranya”

  11. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    ivoniezahra said: kalau urusan uang, perlu itu mas curiga kalau gelagatnya gak ngenakin hati 🙂

    mungkin ada baiknya jika setiap transaksi uang itu tercatat 🙂

  12. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    anchaanwar said: Tapi…Kalo mau nitip ke saya boleh aja kok.Hehehe

    yakin nggak plin-plan?

  13. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    thetrueideas said: kalau sama uang, musti ati2 ya mas…

    iya, mas

  14. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    thetrueideas said: tapi kalo mau transfer ke rekening saya, gak papa kok… #eh

    tapi saya nggak punya hutang sama mas syamsulxixixixixixi

  15. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    jejak2mimpi said: Ow..ow..kamu ketauaaann 😀

    dua orang nyanyi setelah baca cerita ini

  16. rahayuyoseph Februari 2, 2012 / 00:00

    Uang tuh bisa bikin kawan jadi lawan, dan lawan jadi kawan :DPengalaman pribadi ya pak?

  17. tintin1868 Februari 2, 2012 / 00:00

    ku juga pasti curiga punya temen kaya gitu.. kita kan punya alarm sendiri loh.. waspada perlu juga kan..

  18. museliem Februari 2, 2012 / 00:00

    jampang said: yang kata orang, “duit itu nggak ada saudaranya”

    Betull.. Dan dari gelagatnya mending ga usah pake jasa orang itu lagi deh, dan tau aja klo orang dapat duit yah? Weird…

  19. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    rahayuyoseph said: Uang tuh bisa bikin kawan jadi lawan, dan lawan jadi kawan :DPengalaman pribadi ya pak?

    betul itu, mbak.alhamdulillah…. teman saya kalau pinjam dikembaliin, bu :)saya nggak punya temen yang kaya gitu, mbak

  20. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    tintin1868 said: kita kan punya alarm sendiri loh.. waspada perlu juga kan..

    iya mbak. tinggal kitanya… mau merhatiin alarm itu apa nggak.

  21. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    museliem said: Betull.. Dan dari gelagatnya mending ga usah pake jasa orang itu lagi deh, dan tau aja klo orang dapat duit yah? Weird…

    soalnya baunya itu… cepet banget menyebar ke mana2xixixixixi…

  22. museliem Februari 2, 2012 / 00:00

    jampang said: soalnya baunya itu… cepet banget menyebar ke mana2xixixixixi…

    Wah, kok baunya ga nyampe sini yah? Hahahahha

  23. katerinas Februari 2, 2012 / 00:00

    Memang perlu hati-hati berurusan dengan uang, meskipun sama teman 🙂

  24. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    museliem said: Wah, kok baunya ga nyampe sini yah? Hahahahha

    laho… kan pengalaman membuktikan. orang pusat belum tahu…. di seberang udah pada tahu kalau bakalan ada yang cair *khusus yang instansinya sama

  25. jampang Februari 2, 2012 / 00:00

    katerinas said: Memang perlu hati-hati berurusan dengan uang, meskipun sama teman 🙂

    betul, mbak.

  26. rahayuyoseph Februari 2, 2012 / 00:00

    Pernah denger istilah “saudara paling dekat ketika kita sendirian dirantau orang adalah uang”Bener juga ya dipikir2 😀 di jaman begini

  27. jampang Februari 3, 2012 / 00:00

    rahayuyoseph said: Pernah denger istilah “saudara paling dekat ketika kita sendirian dirantau orang adalah uang”Bener juga ya dipikir2 😀 di jaman begini

    tapi… uang bukan segalanya…. #cieeeeh

  28. onit Februari 3, 2012 / 00:00

    jampang said: gue usul nih. Loe kan masih punya utang ama tetangga gue, masih sembilan kali cicilan. Nah, daripada loe tiap bulan datang ke sini atau nyetor, repot. Gimana kalau uangnya loe kasih ke gue aja

    usulnya jelas ngaco.yg diutangin siapa, kok menawarkan diri menerima bayaran utang =))

  29. jampang Februari 3, 2012 / 00:00

    rahayuyoseph said: Betullll….

    :))

  30. jampang Februari 3, 2012 / 00:00

    onit said: usulnya jelas ngaco.yg diutangin siapa, kok menawarkan diri menerima bayaran utang =))

    sekilas mungkin bermaksud membantu. tapi ya… dilihat dari sisi mana pun, ada kejanggalan

  31. deikka Februari 3, 2012 / 00:00

    Mas Rifki ati2 dalam perihal uang itu perlu banget, bukan berarti kita gak percaya/curiga sama orang

  32. jampang Februari 3, 2012 / 00:00

    deikka said: Mas Rifki ati2 dalam perihal uang itu perlu banget, bukan berarti kita gak percaya/curiga sama orang

    iy mbak. biasanya saya pinjemin uang sama keluarga dan teman2 yg emang terpercaya aja 🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s