Lelaki dan Luka

“Apanya yang bagaimana?” Tanya lelaki itu dengan nada malas.

“Ya prosesnya. Sudah ada lampu hijau nih!” Ucap sang kawan dengan wajah ceria.

Lelaki tersebut hanya menarik napas panjang.

“Keinginan untuk ke arah sana masih ada. Tapi, masih ada sesuatu yang mengganjal. Dan karena sesuatu itu, jiwa, pikiran, dan emosiku masih labil. Aku juga khawatir jika jalur yang kupilih sama seperti dulu, akan muncul lagi bayang-bayang kegagalan.”

“Lantas?” Tanya sang kawan.

“Sepertinya aku harus menunggu hingga kondisi jiwa dan pikiran, dan emosiku pulih dari luka yang pernah kuderita.”

“Sampai kapan?”

“Entahlah!”

 

64 respons untuk β€˜Lelaki dan Luka’

  1. jampang Februari 7, 2012 / 00:00

    thetrueideas said: cukup sampai hari ini saja…. :))

    insya Allah….

  2. jampang Februari 7, 2012 / 00:00

    sukmakutersenyum said: jadi, sampai kapan?

    hmm… secepatnya… mungkin πŸ˜›

  3. jampang Februari 7, 2012 / 00:00

    zaffara said: Kira’in kl laki-laki jarang ƴğ terluka smp segitunya, πŸ™‚

    dulu saya pernah bikin postingan yang membandingkan cinta yang dimiliki oleh laki dan perempuan.cinta yg dimiliki perempuan ibarat kuku, semakin hari semakin tumbuh. ketika disakiti, maka kuku itu akan patah, tapi beberapa waktu kemudian, tumbuh lagi.cinta yang dimiliki lelaki, ibarat gunung, cenderung konstan, dan begitu disakiti… maka gunung itu akan meletus. selanjutnya tidak bisa lagi gunung itu membentuk dirinya seperti semula.wallahu a’lam.

  4. jampang Februari 7, 2012 / 00:00

    tehfairiez said: nah kalo panas dalam obatna nelen kipas angin xixixixiixixi

    pertanyaannya… colokin kabelnya ke mana?:P

  5. rengganiez Februari 7, 2012 / 00:00

    jampang said: cinta yg dimiliki perempuan ibarat kuku, semakin hari semakin tumbuh. ketika disakiti, maka kuku itu akan patah, tapi beberapa waktu kemudian, tumbuh lagi.cinta yang dimiliki lelaki, ibarat gunung, cenderung konstan, dan begitu disakiti… maka gunung itu akan meletus. selanjutnya tidak bisa lagi gunung itu membentuk dirinya seperti semula.

    masak sih? karena kalo melihat kanan kiri saya, istri yang ditinggal meninggal suaminya, memilh untuk bertahan dalam kesendirian, apalagi jika sudah memiliki anak. Sementara jika laki2 ditinggal meninggal istrinya, tak butuh lama untuk menikah lagi :-)).

  6. jampang Februari 7, 2012 / 00:00

    rengganiez said: masak sih? karena kalo melihat kanan kiri saya, istri yang ditinggal meninggal suaminya, memilh untuk bertahan dalam kesendirian, apalagi jika sudah memiliki anak. Sementara jika laki2 ditinggal meninggal istrinya, tak butuh lama untuk menikah lagi :-)).

    apakah ketika suami atau istri itu meninggal? sang istri atau sang suami merasa disakiti hatinya?yang jelas… ini beda kasus dengan cerita di atas. kematian seseorang tidak menyakiti hati pasangan hidupnya.

  7. tehfairiez Februari 7, 2012 / 00:00

    jampang said: pertanyaannya… colokin kabelnya ke mana?:P

    kabel nya kan panjang.. kayak kipas angin di mesjid kan colokan ama kipas jauh ckckckck

  8. jampang Februari 7, 2012 / 00:00

    tehfairiez said: kabel nya kan panjang.. kayak kipas angin di mesjid kan colokan ama kipas jauh ckckckck

    *menghayal

  9. rengganiez Februari 7, 2012 / 00:00

    jampang said: apakah ketika suami atau istri itu meninggal? sang istri atau sang suami merasa disakiti hatinya?yang jelas… ini beda kasus dengan cerita di atas. kematian seseorang tidak menyakiti hati pasangan hidupnya.

    iya sakit ditinggal pergi, bahkan untuk selamanya loh. Nah biasanya untuk “memulihkan” hati yang tadinya terisi satu-satunya, kemudian dipaksa menjadi kosong, itu gak gampang. Makanya itu jika ada yang cepat “bangkit” mendapatkan pengganti, saya salut dah πŸ™‚

  10. jampang Februari 7, 2012 / 00:00

    rengganiez said: iya sakit ditinggal pergi, bahkan untuk selamanya loh. Nah biasanya untuk “memulihkan” hati yang tadinya terisi satu-satunya, kemudian dipaksa menjadi kosong, itu gak gampang. Makanya itu jika ada yang cepat “bangkit” mendapatkan pengganti, saya salut dah πŸ™‚

    berarti beda kasus dengan cerita lelaki di atas. jika sakit hati karena kematian, maka itu bukan kesengajaan dan tidak akan bisa dihindarkan. tapi kasus cerita di atas adalah sakit bukan karena pisah kematian, tapi sebab lain. dan berpisahnya dalam keadaan keduanya sama-sama hidup.

  11. bundanyarafi Februari 8, 2012 / 00:01

    siapa tahu jodoh yang berikutnya adalah obat luka itu sendiri.. ihiiiy…

  12. jampang Februari 8, 2012 / 00:01

    bundanyarafi said: siapa tahu jodoh yang berikutnya adalah obat luka itu sendiri.. ihiiiy…

    uhuuuuyyyy…. aamiin

  13. capung2 September 19, 2014 / 07:41

    Sepertinya ada trauma..

    • jampang September 19, 2014 / 07:47

      sesuatu yang menyakitkan atau tidak menyenangkan adakalanya menimbulkan trauma, mas πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s