Bandeng Sebesar Bayi dan Mawar Yang Tak Berduri

http://wartakota.tribunnews.com/

Beberapa waktu yang lalu, di suatu pagi menjelang hari libur Imlek, terjadi sebuah dialog di depan rumah.”Rame banget noh di Rawa Belong!” Ucap seorang tetangga kepada Ibu saya.

“Ade apaan emangnye?” Tanya Ibu saya penasaran.

“Ade orang buang bayi.” Jawab tetangga tersebut dengan mimik muka serius.

“Yang bener?” Tanya Ibu saya lagi tanpa bisa menyembunyikan rasa kaget.

“Ikan bandeng, bukan bayi!” Celetuk tetangga yang lain.

Ternyata ibu saya ‘dikerjain’ oleh tetangga saya tersebut.

Menjelang siang di hari libur Imlek, saya melewati jalan Rawa Belong untuk untuk keperluan mencari sebuah toko buku yang dulu pernah saya kunjungi di daerah tersebut. Di sisi kanan dan kiri Jalan Rawa Belong itu saya melihat cukup banyak kios atau lapak dadakan yang menjual ikan bandeng dengan ukuran super jumbo. Tak heran jika tetangga saya mengatakan bahwa ukurannya sebesar anak bayi, bahkan mungkin lebih.

Ikan bandeng super jumbo tersebut lekat sekali dengan kegiatan Pasar Malam yang biasanya hadir menjelang tahun baru Cina atau Imlek. Dan salah satu daerah yang ramai dengan para pedagang ikan bandeng tersebut adalah kawasan Rawa Belong.

Mungkin, pada sejarahnya dahulu, hubungan antara orang-orang Betawi dan Cina cukup erat. Jika tidak, untuk apa orang-orang Betawi tersebut ikut meramaikan pasar malam ketika orang-orang Cina merayakan tahun barunya? Wallahu a’lam.

Pagi ini, saya kembali menyusuri Jalan Rawa Belong untuk melaksanakan tugas saya di hari kedua. Pemandangan unik pun kembali saya temukan. Jika beberapa waktu lalu, pemandangan seperti cerita di atas yang saya temui, maka kali ini, kios dan lapak dadakan kembali lagi muncul dengan barang dagangan yang berbeda. Bukan lagi ikan bandeng sebesar bayi, tetapi kuntum-kuntum mawar yang sudah tak lagi berduri.

Sekuntum mawar merah atau putih itu telah dikemas sedemikian rupa dengan plastik bening. Beberapa pengendara motor sedang melakukan transaksi dengan para penjualnya untuk membeli kuntum mawar tersebut. Di beberapa kios atau lapak yang tak jauh dari pedagang bunga mawar itu, terdapat juga kios atau lapak yang menjual boneka-boneka dan aksesoris lain yang bernuansa pink.

Rupanya, para pedagang dadakan tersebut mencoba memanfaatkan momentum hari ini. Hari di mana para muda-mudi mencurahkan kasih dan sayang terhadap pasangan mereka. Padahal, jika saja mereka tahu tentang sejarah atau asal-usul dari apa yang mereka lakukan hari ini, mungkin mereka akan berpikir ribuan kali untuk melakukannya. Wallahu a’lam.

 

30 respons untuk ‘Bandeng Sebesar Bayi dan Mawar Yang Tak Berduri

  1. rirhikyu Februari 13, 2012 / 00:00

    palentine an ya banyak yg beli tuh daerah binus, aku pernah liat Soal sejarah… hmmm no comment , tohk ga semua berkaitan.

  2. sukmakutersenyum Februari 13, 2012 / 00:00

    penasaran bandeng segedhe bayi hehe

  3. ipie Februari 13, 2012 / 00:00

    Sejarahnya kalo gak salah karena kaisar romai jatuh hati pada prajuritnya dan kasih mawar. Jadi cowo ke cowo gituuu deeeh…

  4. kereyoben Februari 13, 2012 / 00:00

    wow… sekarang udah jarang banget ada ikan gede, bandeng yang di pasara aja kecil-kecil… kalau ada yang segede bayi keren banget ya

  5. hwwibntato Februari 13, 2012 / 00:00

    bandengnya besar durinya pun besar-besar pula … he he he …

  6. rhedina Februari 13, 2012 / 00:00

    Kang Hendra…kebayang kalau itu duri ketelen…;))Tapi Bandeng segede bayi apa ndak bikin merinding?Panci presstonya segede apa ya..? *ngebayangin bandeng presto*

  7. jampang Februari 13, 2012 / 00:00

    rirhikyu said: palentine an yabanyak yg beli tuh daerah binus, aku pernah liat

    iya mbak, sekitar binus.

  8. jampang Februari 13, 2012 / 00:00

    sukmakutersenyum said: penasaran bandeng segedhe bayi hehe

    tahun depan main2 main ke rawa balong. insya Allah kalau ada lagi 🙂

  9. jampang Februari 13, 2012 / 00:00

    ipie said: Sejarahnya kalo gak salah karena kaisar romai jatuh hati pada prajuritnya dan kasih mawar. Jadi cowo ke cowo gituuu deeeh…

    banyak versi sih kalau mau googling

  10. jampang Februari 13, 2012 / 00:00

    kereyoben said: wow… sekarang udah jarang banget ada ikan gede, bandeng yang di pasara aja kecil-kecil… kalau ada yang segede bayi keren banget ya

    kalau umumnya emang kecil-kecil.saya juga baru ngeliat langsung bandeng super jumbo gitu.

  11. jampang Februari 13, 2012 / 00:00

    hwwibntato said: bandengnya besar durinya pun besar-besar pula … he he he …

    xixixixi… iya juga. tapi kan bisa dilunakkin durinya, kang

  12. jampang Februari 13, 2012 / 00:00

    rhedina said: Tapi Bandeng segede bayi apa ndak bikin merinding?Panci presstonya segede apa ya..?*ngebayangin bandeng presto*

    iyah, teh…. ibu saya juga bilang gitu.kalau masukin presto kan dipotong2 dulu biar bisa masuk….. *teori ngasal

  13. itsmearni Februari 13, 2012 / 00:00

    buat saya sihterlepas apapun latar belakang sejarah valentinsekarang ini pemaknaannyanya khan sudah bergeserlebih bersifat universalkasih sayang orang tua-anak, suami isti, sahabat dsbya wlopun sebenarnya kasih sayang mah gak pake hari tertentu, harusnya khan setiap saat setiap waktutapi saya melihatnya lumayan membuka peluang bagi para pedagang kecillihatlah pedagang mawar yang tersenyum saat mawarnya lakuliatlah pengusaha coklat home made yang banjir pesananlihatlah pengrajin boneka love/pink yg sibuk menjelang valentinejadi…semua kembali ke diri kitamau memaknai seperti apaatau mau melewatkan begitu saja tanpa peringatan apa-apa (seperti saya misalnya) ya terserah hehe

  14. itsmearni Februari 13, 2012 / 00:00

    *ups jadi panjang*maaf ya mas 😀

  15. bundel Februari 13, 2012 / 00:00

    Rawa Belong memang aslinya pasar bunga ‘kan? Terus suka ada yang jual keperluan Imleknya, gitu?

  16. jampang Februari 14, 2012 / 00:00

    itsmearni said: atau mau melewatkan begitu saja tanpa peringatan apa-apa (seperti saya misalnya) ya terserah hehe

    saya juga lewat aja mbak… 🙂

  17. jampang Februari 14, 2012 / 00:00

    itsmearni said: *ups jadi panjang*maaf ya mas 😀

    gpp, mbak. kan nggak ada batasan karakter 😛

  18. jampang Februari 14, 2012 / 00:00

    bundel said: Rawa Belong memang aslinya pasar bunga ‘kan? Terus suka ada yang jual keperluan Imleknya, gitu?

    masih jadi pasar bunga, bunda. bukan… bukan jual keperluan imlek. cuma jual ikan bandeng besar ketika ada pasar malam. dan biasanya menjelang imlek.

  19. rhedina Februari 14, 2012 / 00:00

    jampang said: iyah, teh…. ibu saya juga bilang gitu.kalau masukin presto kan dipotong2 dulu biar bisa masuk….. *teori ngasal

    Tapi..setau teteh, yang namanya Bandeng presto teh ngga dipotong2…jadi ini peluang bisnis, bikin panci tekan seukuran bayi juga..:D

  20. onit Februari 14, 2012 / 00:00

    jampang said: Padahal, jika saja mereka tahu tentang sejarah atau asal-usul dari apa yang mereka lakukan hari ini, mungkin mereka akan berpikir ribuan kali untuk melakukannya. Wallahu a’lam.

    sejarahnya mah gak ada apa2nya mas. yg bikin heboh justru legendanya.http://en.wikipedia.org/wiki/Valentine's_Daydaripada menanggapi orang2 yg mengikuti legenda, mending gak usah ikut2an. drpd sama latahnya dgn org2 yg ikut2an 🙂

  21. onit Februari 14, 2012 / 00:00

    itsmearni said: tapi saya melihatnya lumayan membuka peluang bagi para pedagang kecillihatlah pedagang mawar yang tersenyum saat mawarnya lakuliatlah pengusaha coklat home made yang banjir pesananlihatlah pengrajin boneka love/pink yg sibuk menjelang valentine

    setuju mbak. selama bisa menyediakan kesempatan bagi pedagang kecil, kenapa tidak. ada juga pedagang besar & lalu menggilas yg kecil2. begitulah kapitalisme ^^;; soalnya pedagang besar itu yg bisa jadi memegang peranan penting dalam periklanan utk tetap menghebohkan suatu tradisi..

  22. zaffara Februari 14, 2012 / 00:00

    nggak difoto bandeng segede bayinya mas ?

  23. jampang Februari 14, 2012 / 00:00

    rhedina said: Tapi..setau teteh, yang namanya Bandeng presto teh ngga dipotong2…jadi ini peluang bisnis, bikin panci tekan seukuran bayi juga..:D

    iya juga seh. kalau ibu saya, bandeng biasanya dipindang. gak ada panci presto 🙂

  24. jampang Februari 14, 2012 / 00:00

    onit said: sejarahnya mah gak ada apa2nya mas. yg bikin heboh justru legendanya.http://en.wikipedia.org/wiki/Valentine's_Daydaripada menanggapi orang2 yg mengikuti legenda, mending gak usah ikut2an. drpd sama latahnya dgn org2 yg ikut2an 🙂

    ternyata ada sejarah dan legendanya di situ yah.*menerka2 karena pake bahasa inggris 🙂

  25. jampang Februari 14, 2012 / 00:00

    onit said: begitulah kapitalisme ^^;

    sekarang… kayanya lebih banyak minimarket daripada warung kelontong

  26. jampang Februari 14, 2012 / 00:00

    zaffara said: nggak difoto bandeng segede bayinya mas ?

    :)nggak kepikiran, teh…tapi kira2…. kaya gini ukurannya.

  27. zaffara Februari 14, 2012 / 00:00

    wahh betulan besar ya ….

  28. tintin1868 Februari 14, 2012 / 00:00

    eh itu soal bandeng emang segede bayi.. 4 kilo 5 kilo gitu..

  29. jampang Februari 14, 2012 / 00:00

    zaffara said: wahh betulan besar ya ….

    di berita yang memuat gambar itu bahkan ada yg panjangnya sekitar setengah meter dan bertanya sampe 7-9 kilo

  30. jampang Februari 14, 2012 / 00:00

    tintin1868 said: eh itu soal bandeng emang segede bayi.. 4 kilo 5 kilo gitu..

    iya, mbak. bahkan lebih.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s