Dua Pasang Lelaki dan Sepotong Roti

Dari lima pasangan balon kepada daerah yang mendaftar, hanya dua pasangan yang lolos verifikasi.

Pasangan pertama lolos karena mendapat dukungan penuh dari beberapa partai koalisi. Sementara pasangan kedua merupakan calon independen yang konon memiliki dukungan dari pihak-pihak yang memiliki hati nurani.

Kedua pasangan tersebut pun melakukan kampanye dengan menebar janji, bersama para artis yang diundang untuk beraksi. Semua dilakukan untuk mengumpulkan simpati. Adu debat pun dilakoni.

Setelah debat adu argumen, misi, dan visi, salah seorang audien mengajukan pertanyaan sambil berdiri.

“Apakah bapak-bapak berani untuk bersumpah sebanyak lima kali dengan menyebut asma Allah. Empat kali bersumpah bahwa Bapak-bapak akan melaksanakan dan mewujudkan semua janji, dan satu kali bersumpah bahwa laknat akan bapak-bapak terima jika lalai mengemban amanah yang telah diberi?”

Kedua pasangan itu hanya diam tanpa arti. Mulut mereka terkunci. Tak ada jawaban ataupun penolakan yang mereka beri. Mungkin lebih tepat mengatakan jika mereka tidak berani.

*******

“Menurut Bapak, apa yang membuat mereka tidak berani?” Tanya seorang pembawa acara kepada pengamat politik dalam sebuah acara televisi.

“Sepertinya mereka sudah mengerti akan situasi dan kondisi saat ini. Mereka menyadari bahwa janji yang telah mereka ucapkan akan sulit untuk ditepati. Jika pasangan pertama yang mendapat dukungan penuh dari beberapa partai koalisi itu menang, maka akan muncul yang namanya hutang budi. Roti kekuasaan yang mereka dapat, mau tidak mau harus dibag-bagi. Sesuai porsi dukungan yang keduanya dapati. Sebaliknya, jika pasangan independen yang menang, maka setiap kali mereka akan bekerja untuk mewujudkan janji, akan selalu ada pihak-pihak yang mengganggu sehingga mereka tidak bisa konsentrasi. Akibatnya masyarakat seperti sendiri lagi, tanpa pemimpin yang melindungi dan mengayomi.” Jawab pengamat politik itu dengan keyakinan tinggi.

24 respons untuk β€˜Dua Pasang Lelaki dan Sepotong Roti’

  1. halwashop Maret 23, 2012 / 00:00

    Alangkah indahnya jika bangsa kita dipimpin oleh orang yang taqwa pada Allah juga Rasul-Nya #wondering kapan ya?!

  2. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    halwashop said: wondering kapan ya?!

    optimis tetap harus ada, mbak πŸ™‚

  3. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    topenkkeren said: enakan roti bakar, Bang. hehe..

    jadi inget masa-masa ngasih les private. kalau habis gajian yang nggak sampe 100.000, selalu beli roti bakar buat dibawa pulang πŸ™‚

  4. dieend18 Maret 23, 2012 / 00:00

    Seharusnya semua calon pemimpin diminta utk bersumpah spt itu ya.. Pada berani gak?

  5. halwashop Maret 23, 2012 / 00:00

    wah jadi menimbulkan pertanyaan baru nih,,,sumpah atau aiman apakah diperbolehkan dalam islam kang?

  6. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    dieend18 said: Seharusnya semua calon pemimpin diminta utk bersumpah spt itu ya.. Pada berani gak?

    nggak kali.soalnya kalau yang memang ngerti, pasti ketika mendapat amanah kekuasaan langsung nangis, bukannya malah sujud syukur.

  7. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    halwashop said: wah jadi menimbulkan pertanyaan baru nih,,,sumpah atau aiman apakah diperbolehkan dalam islam kang?

    sumpah kan memang ada dalam islam.aiman itu apa, mbak?

  8. halwashop Maret 23, 2012 / 00:00

    aiman/ayman bahasa arabnya sumpahoh iya ya…Allah melarang sumpah jika disandarkan pada selainNyadan Allah sendiri bersumpah dalam al quran, demi waktu duha, demi fajar, demi malam dst

  9. rhedina Maret 23, 2012 / 00:00

    Roti bakar dimakan malam-malam hhmm..:)

  10. rembulanku Maret 23, 2012 / 00:00

    roti milik sang tuan tanah telah direbut secara halus oleh pembantunyadan pembantunya kini nglunjak ingin menguasai meja makan supaya dapet roti yang lebih banyak lagi…. *Gusti…. turunkan bantuanMu segera*

  11. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    halwashop said: aiman/ayman bahasa arabnya sumpahoh iya ya…Allah melarang sumpah jika disandarkan pada selainNyadan Allah sendiri bersumpah dalam al quran, demi waktu duha, demi fajar, demi malam dst

    oooh… saya tahunya sumpah itu qosam (inget huruf qosam ba, ta, dan wawu)yup… sumpah itu harus dengan menyebut nama Allah

  12. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    rhedina said: Roti bakar dimakan malam-malam hhmm..:)

    pasti enak, teh πŸ™‚

  13. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    rembulanku said: roti milik sang tuan tanah telah direbut secara halus oleh pembantunyadan pembantunya kini nglunjak ingin menguasai meja makan supaya dapet roti yang lebih banyak lagi…. *Gusti…. turunkan bantuanMu segera*

    saat ini… rakyat sama wakilnya, lebih sejahtera wakilnya

  14. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    fivefebruary said: beneran ini om?

    beneran apanya?

  15. ibuseno Maret 23, 2012 / 00:00

    Keren deh analoginya Mas Rifki πŸ™‚

  16. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    ibuseno said: Keren deh analoginya Mas Rifki πŸ™‚

    makasih, teh πŸ™‚

  17. jejak2mimpi Maret 23, 2012 / 00:00

    hhmm….*liat RCTI dah nti jam 22.30 πŸ˜€

  18. fivefebruary Maret 23, 2012 / 00:00

    maksudnya cerita ini ato cm ilustrasi ttg para politikus skr ini

  19. inacw Maret 23, 2012 / 00:00

    inilah yang terjadi. siapapun yg memimpin pasti tidak akan bisa memenuhi janji itu, negri terlanjur berantakan moralnya.

  20. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    jejak2mimpi said: hhmm….*liat RCTI dah nti jam 22.30 πŸ˜€

    acara debat yah?*nggak nonton

  21. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    fivefebruary said: maksudnya cerita ini ato cm ilustrasi ttg para politikus skr ini

    cuma fiksi mbak…. itu saya sudah tambahin keterangan di tagnya. jadi ya… ilustrasi aja

  22. jampang Maret 23, 2012 / 00:00

    inacw said: inilah yang terjadi. siapapun yg memimpin pasti tidak akan bisa memenuhi janji itu, negri terlanjur berantakan moralnya.

    dan menjadi tugas kepada seisi negeri ini untuk memperbaiki diri, agar calon2 pemimpin yang lahir adalah calon pemimpin yang baik. karena pada dasarnya, pemimpin itu datang dari rakyat juga

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s