Catatan Akhir Pekan Bersama Syaikhan [24-03-2012]

Sekitar pukul sembilan lewat beberapa menit, saya tiba di Depok untuk menjemput Syaikhan. Setelah menunggu sebentar, Syaikhan datang dengan digendong oleh eyangnya. Setelah Syaikhan bercerita sedikit serta semua persiapan lengkap, kami pun berangkat menuju Kebon Jeruk, Jakarta.

Seperti biasa, Syaikhan banyak menambahkan ceritanya selama berada di atas motor. Sebisa mungkin saya menanggapi cerita Syaikhan. Jika saya tidak mendengar dengan jelas apa yang diucapkan Syaikhan, saya katakan saya tidak mendengar dan meminta Syaikhan mengucapkan ulang dan membuka kaca helmnya. Jika tidak memungkinkan, maka saya menanggapi sekenanya saja.

Satu pesan saya kepada Syaikhan selama perjalanan tersebut, “Syaikhan kalau ngantuk kasih tahu Abi, yah!” Tapi, melihat cuaca yang sangat terik hari itu, meski belum sampai tengah hari, saya menambahkan pesan tersebut dengan kata-kata, “Kalau bisa Syaikhan jangan bobo dulu. Soalnya kalau Syaikhan bobo, terus kita berhenti, nanti akan tambah panas.”

Di Kebagusan, Syaikhan memberi tahu saya bahwa dirinya haus dan ingin minum jeruk (minuman kesukaannya). Saya berjanji untuk membelikannya sekaligus berhenti di halte.

Di Jalan TB Simatupang, kami berhenti di sebuah halte yang terdapat warung di sampingnya. Saya belikan minuman sekaligus menawarkan Syaikhan jajanan yang dibawa dari Depok. Selama beberapa menit, kami beristirahat di halte tersebut untuk kemudian melanjutkan perjalanan.

Sekitar sepuluh menit lagi tiba di rumah, Syaikhan mulai terlihat lelah, dan mungkin juga lapar. Syaikhan merebahkan tubuhnya di atas tangki bensin. Matanya tetap terbuka.

Rencananya saya akan membelikan lauk ayam garing-garing sebelum tiba di rumah. Tapi melihat kondisi Syaikhan, saya putuskan untuk membawa Syaikhan pulang dahulu baru kemudian saya sendiri yang membelikan ayam untuk Syaikhan.

Sekitar seratus meter tiba di rumah, Syaikhan ngambek. Syaikhan ingin ikut membeli ayam dan tak mau ditinggal. Akhirnya, saya pun balik arah untuk membeli ayam bersama Syaikhan.

Baru tiba di rumah, Syaikhan langsung minta makan. Sepertinya sudah lapar sekali. Berdasarkan cerita Syaikhan, sebelum berangkat, Syaikhan melakukan sarapan secara tidak lengkap.

Di malam hari, Syaikhan mendengar suara anak-anak yang sedang bermain di lapangan bulu tangkis di depan rumah. Syaikhan mengajak saya bermain ke lapangan. Menjelang isya, saya mengajak Syaikhan pulang.

Rupanya Syaikhan senang berada di lapangan meski hanya menonton anak-anak bermain. Buktinya, selepas isya, Syaikhan mengajak omnya bermain ke lapangan lagi.

19 respons untuk ‘Catatan Akhir Pekan Bersama Syaikhan [24-03-2012]’

  1. bundel Maret 26, 2012 / 00:00

    Bi, lain kali beli ayam dulu baru pergi jemput Syaikhan, kan kasihan dia udah kadung lapar bi………

  2. thetrueideas Maret 26, 2012 / 00:00

    jampang said: ingin minum jeruk (minuman kesukaannya)

    stoknya sudah abis yah? dikasih ke abinya sih…. :))

  3. jampang Maret 26, 2012 / 00:00

    bundel said: Bi, lain kali beli ayam dulu baru pergi jemput Syaikhan, kan kasihan dia udah kadung lapar bi………

    kepagian, bunda kalau sebelum berangkat beli dulu 🙂

  4. jampang Maret 26, 2012 / 00:00

    thetrueideas said: stoknya sudah abis yah? dikasih ke abinya sih…. :))

    xixixixi… itu kejadian yang dulu2, mas

  5. rhedina Maret 26, 2012 / 00:00

    Syaikhan suka sayuran nggga Kang?

  6. siantiek Maret 26, 2012 / 00:00

    enak tuh panas2 minum jeruk dingin.. 🙂

  7. itsmearni Maret 26, 2012 / 00:00

    syaikhan makannya pinter ya….

  8. jampang Maret 26, 2012 / 00:00

    rhedina said: Syaikhan suka sayuran nggga Kang?

    agak susah. kata neneknya, syaikhan mau makan sayur kalau disuapin sama saya. kalau nggak sama saya…. nggak mau.sekarang sudah mau makan sayur, baru wortelnya aja sih

  9. jampang Maret 26, 2012 / 00:00

    siantiek said: enak tuh panas2 minum jeruk dingin.. 🙂

    iya, mbak…. saya aja minta ke syaikhan 😀

  10. jampang Maret 26, 2012 / 00:00

    itsmearni said: syaikhan makannya pinter ya….

    pengennya begitu terus, mbak…. biar chubby kaya abinya…. xixixixixixixi

  11. rhedina Maret 26, 2012 / 00:00

    jampang said: agak susah. kata neneknya, syaikhan mau makan sayur kalau disuapin sama saya. kalau nggak sama saya…. nggak mau.sekarang sudah mau makan sayur, baru wortelnya aja sih

    wah sama tuh sama anak teteh yg kecil, susaaaah banget.Wortel doang sukanya… Jadi mesti sering2 disuapin abinya ya…:)

  12. jampang Maret 26, 2012 / 00:00

    rhedina said: wah sama tuh sama anak teteh yg kecil, susaaaah banget.Wortel doang sukanya… Jadi mesti sering2 disuapin abinya ya…:)

    ya pengennya sih nyuapin, cuma waktunya nggak ada. kalau hari libur, pagi siang sore, syaikhan maunya sama saya.kalau hari kerja… paling bisa saya nyuapin sore… kalau pagi dan siang, sama neneknya

  13. ibuseno Maret 26, 2012 / 00:00

    itu yg di sebelah Syaihan siapa ? koq fotonya 1/2 badan Mas ?

  14. debapirez Maret 26, 2012 / 00:00

    syaikhan ga sekalian ikut main sm bocah2,Om? 😉

  15. jampang Maret 26, 2012 / 00:00

    ibuseno said: itu yg di sebelah Syaihan siapa ? koq fotonya 1/2 badan Mas ?

    itu orang yang sedang nunggu di halte juga. nggak tahu siapa 🙂

  16. jampang Maret 26, 2012 / 00:00

    debapirez said: syaikhan ga sekalian ikut main sm bocah2,Om? 😉

    di videonya syaikhan jawab kenapa nggak mau.maunya sama abi dan omnya 🙂

  17. debapirez Maret 26, 2012 / 00:00

    Abinya ikutan main dong ;-)mAAF biz di kantor ga ada speaker-nya,Om 😉

  18. jampang Maret 26, 2012 / 00:00

    debapirez said: Abinya ikutan main dong ;-)mAAF biz di kantor ga ada speaker-nya,Om 😉

    paginya…. baru main 🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s