Celoteh Syaikhan [81] : Buruk Mimpi

celoteh syaikhan rainbow

“Bi, Syehan buruk mimpi!” Tiba-tiba Syaikhan berceloteh demikian saat kami berdua dalam perjalanan pulang dari masjid.

Saya lupa Tepatnya, apakah di waktu shalat yang sama ketika Syaikhan bercerita tentang bunga malu di sini atau berbeda. Tetapi yang jelas, harinya sama.

“Mimpi buruk!” Saya mencoba membetulkan kalimat Syaikhan yang terbalik.

“Iya,” Syaikhan menerima koreksi saya.

“Mimpi apa?”

“Serem, Bi. Hantu!”

Syaikhan adalah anak yang suka sekali bercerita jika moodnya lagi bagus. Bahkan, terkadang tanpa ditanya ceritanya akan langsung mengalir meski hanya mendapat respon “Oooo,” “Iyah?” “Terus?” dan sejenisnya. Kali ini, karena Syaikhan yang memulai, akhirnya saya menimpali cerita Syaikhan dengan bertanya dan bertanya lagi.

“Ngimpinya di mana?”

“Di rumah Syehan yang lama, Bi!”

Saat ini, Syaikhan sudah menempati rumah barunya karena rumah lamanya sudah dijual.

“Terus, hantunya gimana?” Tanya saya lagi.

“Hantunya lompat-lompat.”

Pasti yang dimaksud adalah pocong. Saya coba mengalihkan ke topik binatang yang suka melompat-lompat, yaitu kodok.

“Bukan hantu kali, tapi kodok!”

“Hantu, Bi!” Syaikhan ngotot.

“Kodok juga lompat-lompat,” saya tak mau kalah berargumen.

“Beda, Bi!”

“Beda gimana?”

Syaikhan menjawab pertanyaan tersebut sambil mempraktekan dua lompatan yang berbeda.

“Kalau kodok, lompatnya gini, Bi!” Syaikhan menjawab sambil jongkok kemudian melompat, lalu jongkok kembali. “Kalau hantu, begini!” jawab Syaikhan sambil berdiri kemudian melompat-lompat, tanpa jongkok.

“Warnanya hantunya apa?” Tanya saya lagi.

“Putih!”

Beneran pocong 😀

“Terus?” Saya memancing Syaikhan agar meneruskan cerita mimpinya.

“Ada hantu, terus ada Abi.”

“Ada Abi?” Tanya saya penasaran.

“Iya. Abi mau digetok!”

Heh! Tangannya pocong aja diikat, gimana mau getok orang?

“Lho, kok Abi mau digetok?”

“Iya, tapi nda jadi.”

“Nggak jadi kenapa?”

“Syehan lagi di atas, Abi di bawah,” Syaikhan mencoba menjelaskan. Mungkin maksudnya, Syaikhan berada di atas tingkat sementara saya dan si pocong itu ada di bawah. “Terus Syehan tembah dor dor. Kena, Bi. Baju hantunya bolong!”

“Terus?”

“Hantunya mati!”


Celoteh Syaikhan Lainnya :

52 respons untuk ‘Celoteh Syaikhan [81] : Buruk Mimpi

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s