Lelaki dan Pelukan

Hampir tiga bulan sudah statusku berubah. Ada ni`mat yang bertambah, begitu juga amanah. Seiring dengan kondisi tersebut, ada satu hal yang selalu kurasakan baik dalam bentuk imajinasi ataupun kenyataan. Pelukan yang selalu hadir di lintasan waktu hari-hariku.”Abang wangi!” Ucap perempuan yang memelukku di pagi ini.

Entah ini pelukan yang berapa kali yang kudapatkan darinya hari sejak kedua mata ini terbuka. Bahkan pelukan darinya jugalah yang menyebabkan aku beralih dari dunia mimpi ke dunia nyata.

Jika kucoba mengingat-ingat kembali hari-hari selepas pernikahan kami hingga hari ini, hampir bisa dipastikan bahwa hari-hariku kini hampir tak pernah berlalu tanpa pelukan darinya.

Ketika sedang bercermin, misalnya, saat diriku merapikan pakaian kerjaku atau menyisir rambutku, kedua tangannya tiba-tiba sudah merangkul tubuhku dari belakang. Sementara kepalanya bersandar di punggungku.

Kuhentikan apa yang sedang kulakukan. Kubiarkan dirinya memelukku erat. Mungkin dirinya merasakan kenyamanan dan kehangatan seperti apa yang juga kurasakan. Begitu dirinya melepaskan pelukan, barulah kulanjutkan aktifitasku selanjutnya.

“Abaaaang… Peluk…”

Begitu bunyi SMS yang kuterima saat berada di kantor.

“*peluk*”

Hanya tujuh karakter itu saja yang kujadikan sebagai SMS balasan.

“nyamaaaaan :-)”

Begitu SMS yang kuterima beberapa waktu kemudian.

Aku jadi teringat pernah suatu kali aku menjawab SMS serupa dengan jawaban yang lebih panjang.


*peluk*
*meletakkan kepala Eneng di dada*
*usap-usap kepala Eneng*

Dan jawaban SMS yang kuterima sungguh luar biasa.


*nyaman*
sukaaaaaaaa…..
Eneng sayang Abaaaaaaang”

Sepertinya, perempuanku itu tidak pernah mempermasalahkan apapun kondisiku ketika dirinya ingin memelukku. Termasuk di sore hari ketika aku baru tiba dari kantor. Dengan kondisi pakaianku yang masih diselimuti aroma debu jalanan, tanpa ragu-ragu dirinya menyambut kedatanganku dengan senyuman dan pelukan.

“Neng, kenapa suka banget meluk Abang?” Akhirnya kusampaikan pertanyaan itu langsung.

“Karena Neng suka mendengar degup jantung Abang,” jawabnya.

“Memangnya seperti apa iramanya?”

“Degup jantung Abang seolah-olah berkata Abang sayang Eneng,” jawabnya.

Sejenak aku terdiam. Jawaban itu seperti menyengat tubuhku. Aku bukanlah lelaki yang romantis, yang mungkin tidak pandai mengumbar ucapan dan kata-kata mesra. Kata “sayang,” mungkin baru beberapa kali terlontar dari mulutku selama aku dan dirinya hidup bersama.

Mungkin, jika aku tidak bisa selalu mengucapkan “sayang” kepadanya, maka sebanyak pelukan yang kulakukan itulah ungkapan sayangku kepadanya.

*peluk*

69 respons untuk β€˜Lelaki dan Pelukan’

  1. jampang Juli 20, 2012 / 00:00

    kenapa, mbak…. koq jadi terharu?

  2. ipie Juli 20, 2012 / 00:00

    Nice story….

  3. jampang Juli 20, 2012 / 00:00

    sementara itu dulu πŸ˜€

  4. lafatah November 30, -0001 / 00:00

    sekalipun fiksi, kadang terinpirasi atau ada sebagian hidup aseli si penulis terjelma di cerita πŸ˜€

  5. jampang November 30, -0001 / 00:00

    yup… terinspirasi sebuah harapan di masa mendaatang…. uhuyyyy

  6. sahabatry November 30, -0001 / 00:00

    Jiaaahhhhhh……uhuk-uhuk…… #peluk #peluk CCTV

  7. jampang November 30, -0001 / 00:00

    apa enaknya meluk CCTV? xixixixixi

  8. wishknew November 30, -0001 / 00:00

    Bang… Peluk kompor ini banggg… Angetttttt wkwkwkwk

  9. jaraway November 30, -0001 / 00:00

    *tutup mata *salah lapak

  10. jampang November 30, -0001 / 00:00

    terlambat…. sudah terlihat semuanya… xixixixixi

  11. jejak2mimpi Juli 20, 2012 / 00:00

    hohoho…salah masuk… *are 17 thn ke atas πŸ˜€

  12. jejak2mimpi Juli 20, 2012 / 00:00

    Tutup iduung.. eh, mata πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s