Alhamdulillah, (Kedua) Durennya Selamat

Ketika saya dan tim sedang mengantri untuk melakukan check in, tiba-tiba petugas bertanya, “Apakah di antara kami ada yang membawa durian. Jika ada, sebaiknya dikeluarkan daripada nanti sudah membayara kelebihan bagasi tapi tidak bisa dibawa pulang.”

Panik juga saya mendengar ucapan petugas tersebut. Bagaimana nasib durian yang sudah kami paket serapat mungkin jika harus ditinggal begitu saja. Dengan terpaksa, salah satu dus harus dikeluarkan. Namun beberapa saat kemudian, dus tersebut bisa masuk setelah di-wrap dengan plastik di sekelilingnya.

Adalah salah seorang anggota tim yang merupakan penikmat duren yang begitu menggebu untuk membawa pulan duren. Hal yang pertama dilakukannya adalah memesan box plastik. Dua anggota tim lainnya juga melakukan hal yang sama. Saya sendiri tidak berkeinginan untuk membawa pulang duren. Jika mau duren, cukup dinikmati di tempat saja. Kira-kira begitulah yang ada di pikiran saya.

Namun ketika box plastik yang dibeli berjumlah empat buah yang artinya sama dengan jumlah tim dan mengetahui harga duren yang seharga dua ratus ribu rupiah sebanyak dua belas buah atau sekitar enam belas ribu rupiah per buahnya, hati saya pun tergerak untuk ikut membeli. Saya membeli empat buah duren yang kemudian dimasukkan ke dalam box plastik.

Malam hari sebelum kembal ke Jakarta, saya dan anggota tim sibuk mengepak duren tersebut supaya tidka mengeluarkan bau. Tapi mungkin karena duren Sumatera Barat itu mungkin beraroma sangat tajam, meski sudah dikemas rapat tetap saja tercium aromanya seperti yang terjadi saat check in siang tadi.

Dan malam ini, kedua duren tiba di rumah dengan selamat, baik duren yang dimakan maupun duren yang memakannya

58 respons untuk ‘Alhamdulillah, (Kedua) Durennya Selamat’

  1. jampang Agustus 3, 2012 / 00:00

    katerinas said: di sumsel (hanya di tempat2 tertentu), 5000 itu udah yang paling gede (hampir kayak durian montong) :Dkalo sedang super lebat, harganya sampe 1000jadi murah karena kalah pamor ama duku

    sepertinya kalau transportasi di pelabuhan bermasalah…. harga buah2an langsung turun semua di sumsel. belinya juga buan satuan, tapi sekranjang 🙂

  2. deikka Agustus 3, 2012 / 00:00

    waduh pesta duren dong nih

  3. jampang Agustus 3, 2012 / 00:00

    deikka said: waduh pesta duren dong nih

    nggak pesta sih mbak…. cuma makannya agak banyakan 🙂

  4. 0cta Agustus 3, 2012 / 00:00

    Ga diceritakan kepanikan saat tercium niy q? jd ingat dirumah msh byk stok durian berhubung kmrn temennya suami ada yg berbaik hati ngasi durian sekardus! beuu….mana saya n suami bukan org yg rakus mkn durian lagi, jd klo mknpun cm utk ngilangin kepengen aja alhasil tetangga2 n yg kerja dirumah dibagi2 d….;)

  5. jampang Agustus 3, 2012 / 00:00

    0cta said: Ga diceritakan kepanikan saat tercium niy q?

    cuma sekilas aja, kak… nggak mendetil 🙂

  6. thetrueideas Agustus 2, 2012 / 00:00

    jadi pengen….

  7. ipie Agustus 2, 2012 / 00:00

    Alhamdulillah rezeki ga kemana. Wuaah… Kenapa gak pernah dapet pancake dari yuyun ya?

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s