[Bukan Surat Kuasa] Haruskah Kubakar Multiply-ku?

Sepertinya, sejak kemarin dan mungkin hingga esok, inbox saya da teman-teman juga akan dipenuhi dengan postingan yang bertajuk “Surat Kuasa”. Karena bertajuk sama, maka isinya pun tidak jauh berbeda. Postingan “Surat Kuasa” tersebut berisi pernyataan pemberian kuasa dari pembuat kepada Mas Wib yang akan datang ke kantor Multiply Indonesia dalam rangka meminta pihak Multiply untuk mengunduh semua isi blog pembuat surat kuasa termasuk yang bersifat pribadi/private.Salut untuk Mas Wib dan kawan-kawan yang telah memprakarsai ide tersebut dan bersedia untuk menjadi fasilitator bagi para MPers untuk bisa menyelamatkan isi blog yang pasti penuh dengan kenangan yang mungkin belum tentu bisa didapati di tempat lain. Semoga perjuangan ini tidak sia-sia.

Saya sendiri, apakah akan membuat surat kuasa juga? Mungkin penggalan pertama dari judul postingan ini bisa menjawabnya. Postingan ini tidak bertajuk “Surat Kuasa” jadi isinya bukanlah susunan kata yang mengisyaratkan tentang pemberian kuasa dari saya kepada siapa pun. Jadi, jika anda membaca habis postingan ini, maka anda tidak akan menemukan kalimat atau paragraf yang biasanya tercantum dalam sebuah surat kuasa.

Kenapa saya tidak membuat surat kuasa untuk menyelamatkan isi blog saya di MP? Jawabnya tersirat di penggalan ke dua dari judul postingan ini.

“Haruskah Kubakar Multiply-ku?”

Kalimat pertanyaan itu bukan tercipta pagi ini di saat saya memulai menulis postingan ini. Tetapi sudah beberapa waktu yang lalu, tepatnya sekitar satu tahun lima belas hari yang lalu. Saya mempostingnya di MP dengan url : http://jampang.multiply.com/journal/item/937/Haruskah-Kubakar-Multiply-ku.

Jangan… Anda jangan mengklik url tersebut karena nantinya anda bakal kecewa dan mungkin protes atau bahkan marah-marah. Karena apa? Karena jurnal tersebut sudah saya setting private yang tak mungkin bisa dilihat kecuali anda melakukan login dengan user dan password milik saya.

Saya berikan bocoran sedikit saja tentang jurnal tersebut. Jurnal tersebut diawali dengan kisah seorang lelaki yang memiliki kenangan di masa lalu dari sebuah fase kehidupan yang telah dilaluinya. Namun karena dirinya tak ingin kenangan tersebut berdampak buruk dalam kehidupan di masa yang akan datang, lelaki itu membakar semua benda-benda yang memiliki kenangan itu hingga habis.

Sepertinya ada yang kurang puasΒ  dengan bocoran yang cuma satu paragraf tersebut. Baiklah kalau ada yang masih penasaran dengan isi lengkap dari jurnal tersebut, silahkan klik link ini . Isi dari postingan beserta komentar-komentar yang ada di link sebelumnya bisa dibaca di link tersebut.

Ya. Saya punya kenangan indah dan pahit di Multiply ini. Semuanya saya catat dalam jurnal, Album Foto, dan Notes. Ada yang ingin saya kenang dan ada pula yang tidak ingin saya kenang lagi. Saya tak menafikan bahwa ada sedikit peran dari MP yang ikut andil menggores kenangan pahit itu memori saya. Tapi seperti salah satu komen MPers di jurnal dengan link di atas, saya tidak bisa menyalahkan Multiply karena Multiply hanyalah sebuah alat. Baik tidaknya alat itu, tergantung si pengguna.

nitafebri menulis on Aug 22, ’11
Jangan cemen dong, masa MP di salahin #eeaaaaa
disambit bang jampang nih xixixi

 

Kembali ke penggalan kedua dari tajuk jurnal ini, “Haruskah Kubakar Multiply-ku?”

Sepertinya saya tidak perlu lagi membakar tulisan saya di Multiply ini. Karena Multiply sendiri yang akan membakarnya. Entah bagaimana prosesnya. Apakah hanya mematikan fitur socmed saja sehingga apa yang sudah diposting oleh saya dan para MPers akan tetap bisa dilihat dan dikenang? Atau mungkin tanpa tanggung-tanggung, fitur sekaligus isinya yang akan dibumihanguskan? Kita lihat saja nanti pada tanggal mainnya.

Saya memang sudah merasa nyaman dengan Multiply. Jatuh cinta? Mungkin. Mungkin juga banyak MPers yang merasakannya. Tak hanya dengan fitur-fiturnya, tapi juga dengan suasana yang terlahir di Multiply ini. Saya akan setia. Tapi, di dunia ini, bukankah tidak ada yang abadi?

Saya dan mungkin banyak MPers tidak ingin mengakhiri kisah cinta dengan Multiply ini, tapi bagaimana jika Multiply yang menghendaki?

rengganiez menulis on Aug 22, ’11
kalo saya mah akan tetap setia dengan MP…sampai akang Pez memisahkan kami…:-)

bambangpriantono menulis on Aug 23, ’11
Setia sampai Kampez memisahkan wkwkwkwkw

nitafebri menulis on Aug 22, ’11
di tunggu saja sampe MP mati dg sendirinya πŸ™‚

Dan surat “cinta” itu pun akhirnya datang juga….

bambangpriantono menulis on Aug 23, ’11
jampang} berkata

jyaaah… ikutan mbak niez

Sampai surat cinta memisahkan kita…

*wekcuih akakakakak*

Lantas, apakah semua kenangan saya di Multiply ini akan hilang? Tidak. Yang saya lakukan selama ini adalah, saya mengetik apa yang ingin saya posting dalam bentuk notepad terlebih dahulu.

 

Tulisan masih bisa diselamatkan. Tapi bagaimana dengan komentar-komentarnya? Sepertinya, komentar-komentar di setiap postingan saya jauh lebih tinggi nilai kenangannya dibanding isi dari postingan itu sendiriΒ .Β  Alhamdulillah hasil ekspor MP ke WP beberapa waktu yang lalu berjalan lumayan lancar meskipun saya baru bisa menyelamatkan jurnal dan Notes yang saya setting untuk everyone saja. Sementara yang saya setting untuk private tidak ikut terbawa. Apalagi ternyata tools yang saya gunakan ternyata gagal dan terdapat error. Mungkin ada MPers lain yang juga mengalami hal yang sama. Tak apalah, apa yang sudah saya dapat bagi saya itu sudah cukup.

Jadi biarlah sisanya hilang jika saya tidak mampu menyelamatkannya. Dengan tidak membuat surat kuasa, setidaknya saya bisa mengurangi satu nomor antrian untuk teman-teman yang sudah membuat dan mungkin ikut datang ke Gancit hari Jumat besok.

Selamat berjuang dan semoga sukses!!!!!!

Lantas apa yang akan saya lakukan di Multiply hingga tanggal 1 Desember 2012 nanti. Seperti sudah saya singgung di atas, saya tipe orang yang setia *halah*. Yang saya lakukan adalah tetap menulis dan memposting tulisan tersebut di Multiply. Selanjutnya saya akan eksport tulisan-tulisan tersebut ke https://jampang.wordpress.com/ satu per satu, tentunya dengan cara saya sendiri yang sepertinya sangat jauh dari sempurna.

73 respons untuk β€˜[Bukan Surat Kuasa] Haruskah Kubakar Multiply-ku?’

  1. jejak2mimpi September 6, 2012 / 00:00

    jampang said: satu-satu kah atau pake tools?

    satu2..huehehe…cara jaman purba :p

  2. pianochenk September 6, 2012 / 00:00

    Bakar, bakar!! Ikan.

  3. jampang September 6, 2012 / 00:00

    aniadami said: Sebenarnya bersyukur jg MP mo bunuh diri, jd cerita2 galau bisa terhapus dari radar om google:-P Aku cuma nyelametin cerita penting dan catperku aja

    penyelamatan sudah selesai donk kalau begitu πŸ™‚

  4. jampang September 6, 2012 / 00:00

    dieend18 said: hahahahaahahaha…..

    πŸ˜€

  5. jampang September 6, 2012 / 00:00

    ummuyusuf24 said: biar bisa baca, minta user dan password nya dong #eh

    klik link satunya lagi mbak…. yang di wordpress

  6. jampang September 6, 2012 / 00:00

    ipie said: Iya setuju. Biarlah multiply jadi bagian dari masa lalu. Cukup tersimpan dalam memory pribadi yang tetap akan mejadi rahasia hati. Selamat berjuang teman2.

    *manggut2

  7. jampang September 6, 2012 / 00:00

    ergiwhey said: adudududuhh,,, terhuraaaa…. eh terharuuu…. #halah

    kok bisa?

  8. jampang September 6, 2012 / 00:00

    ivoniezahra said: Krg lbh maksud isi postinganya sm dngn isi pkrn sy. Biarlah terbkar dngn sendirinya πŸ˜€

    biar plong ya, mbak πŸ™‚

  9. jampang September 6, 2012 / 00:00

    jejak2mimpi said: satu2..huehehe…cara jaman purba :p

    lama-lama juga selesai πŸ™‚

  10. jampang September 6, 2012 / 00:00

    pianochenk said: Bakar, bakar!! Ikan.

    asiiiik *baru aja makan ikan…. tapi bukan yang dibakar, dipindang

  11. ergiwhey September 6, 2012 / 00:00

    jampang said: koq bisa?

    ya bisa lah Pak… salah satu bagian yg bikin saya terharu, “mengurangi 1 antrian mas Wib besok”. ternyata orang yg peduli juga yah… #angkattopi

  12. jampang September 6, 2012 / 00:00

    ergiwhey said: ya bisa lah Pak… salah satu bagian yg bikin saya terharu, “mengurangi 1 antrian mas Wib besok”. ternyata orang yg peduli juga yah… #angkattopi

    oooo…. di bagian itu. jadi besok ke Gancit? atau sudah bikin surat kuasa?

  13. jampang September 6, 2012 / 00:00

    nikinput said: kalau TOS-nya setipe, lebih ck ck ck lagi kita yang udah setuju (baik karena baca TOS-nya ataupun ga dibaca –ini salah sendiri, ya–) mau aja bikin blog di MP, trus pas diminta, ga rela.

    *manggut2

  14. jampang September 6, 2012 / 00:00

    rhedina said: Duuuu… duuuu…duuuuu… Buat teteh mah Setiap yg namanya kehilangan, ditinggal, ataupun diambil itu selalu menyakitkan, meski teteh tau apapun di bumi ini adalah titipan, perlu waktu yg lamaaaa untuk bisa mengikhlaskan, dan mengenang kembali tanpa ada rasa sedih, namun melihatnya sbg proses pembelajaran dan pendewasaan diri… begituuuuuuh πŸ™‚ *koment panjaaang*

    panjang tapi mengena, teh πŸ™‚

  15. lembarkertas September 6, 2012 / 00:00

    bingung mau koment gimana. sedih jelas. hiks!

  16. trewelu September 6, 2012 / 00:00

    Kira2 yg didapet dari kunjungan ke hq itu bentuknya seperti apa ya?

  17. siantiek September 6, 2012 / 00:00

    nah kan pasti kenangannya di komentar, ga salah kan kalo gw selama ini pernah ngerasa sedih kalo ga da yg komen ? πŸ™‚

  18. ergiwhey September 6, 2012 / 00:00

    jampang said: oooo…. di bagian itu. jadi besok ke Gancit? atau sudah bikin surat kuasa?

    hyaaaa,,, nyindir!!! nyindirrr!!! saya “bisa” make MP juga baru2 aja. pun cuma seneng nyimak daripada posting+komen. >.<

  19. intan0812 September 6, 2012 / 00:00

    Aku jg malas pindahan……

  20. jampang September 6, 2012 / 00:00

    lembarkertas said: bingung mau koment gimana. sedih jelas. hiks!

    ini sudah komentar mbak πŸ™‚

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s