Kau Tidak Menikahi Malaikat ataupun Syetan

two hearths

“Apa nasehat yang bisa kau berikan untukku? Bukannya mau mengingatkanmu dengan luka itu, tapi untuk interospeksi diri aja, jangan-jangan aku punya kebiasaan jelek, yg mungkin seperti api dalam sekam.”

Agak kaget juga saya membaca pesan di inbox dari seorang kawan lama yang meminta nasihat perkawinan kepada saya yang mengalami kegagalan di dalamnya.

Sejurus kemudian, saya jadi teringat sebuah dialog dalam Film “Ketika Cinta Bertasbih – 2”. Saya lupa dialog sebenarnya di film itu. Akhirnya mencoba mencari e-book novelnya dan saya temukan dialog tersebut di halaman 364.

*****

”Azzam menikah di Kudus, tapi nanti akan mengadakan syukuran di Kartasura. Lha syukurannya Azzam ini dibarengkan dengan acara walimatul ursynya Husna. Rencananya di acara itu akan kami isi dengan pengajian singkat. Kami mohon Pak Kiai yang memberi mau’idhah hasanahnya.” Terang Bu Nafis.

Mendengar permintaan Bu Nafis, Kiai Lutfi langsung menunduk. Ia malu. Pernikahan putrinya gagal, tapi ia harus memberikan mau’idhah pada orang lain. Dengan berat hati Pak Kiai Lutfi menjawab, ”Saya merasa tidak layak Bu, maaf.”

”Kami mohon Pak Kiai, sampai hujan-hujan saya kemari, mohon.” Desak Bu Nafis.

Mata Pak Kiai berkaca-kaca, ”Apa pantas Bu, orang yang pernikahan putrinya saja gagal kok memberi mau’idhah pernikahan pada orang lain. Itu namanya kabura maqtan ’indallah”

*****

Saya tak ingin seperti apa yang dikatakan oleh Kiai Lutfi. Namun saya juga tidak ingin menyembunyikan jika ada sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain yang bisa diambil dari apa yang saya alami.

Atas permintaan kawan itu, saya menyampaikan sebuah nasihat. Tepatnya, meneruskan nasihat. Karena kenyataannya, nasihat itu bukan berasal dari saya, tetapi dari seseorang yang saya temui di dalam persidangan perceraian.

“… Kau dan dirinya bukan menikahi seorang melaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Kau dan dirinya juga tidak menikahi syetan yang selalu saja berbuat kesalahan. Kenyataannya, kau dan dirinya sama-sama menikahi seorang anak manusia, yang tidak selamanya salah dan tidak pula selamanya benar …”


Tulisan Terkait Lainnya :

8 thoughts on “Kau Tidak Menikahi Malaikat ataupun Syetan

  1. nfiet Desember 17, 2012 / 10:46

    Mungkin memang jodohnya hanya sampai disitu kali ya…

    • jampang Desember 17, 2012 / 11:39

      iyah

  2. faziazen Desember 19, 2012 / 20:46

    pelajaran bagi saya yang baru nikah 15 bulan

    terimakasih banyak, Bang…

    salam buat Syaikhan

    • jampang Desember 19, 2012 / 21:28

      sama-sama, mbak.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s