[14-01-2013] Dear Syaikhan…

Assalaamu ‘alaikum, Syaikhan!
Apa kabarmu hari ini? Senangkah dirimu setelah bertemu dan bermasin bersama Abi di hari minggu kemarin? Abi senang dan bahagia sekali.

Sebenarnya, pertemuan kita kali ini direncanakan hari sabtu, tetapi karena hari itu Abi lembur di kantor, akhirnya jadwalnya diubah menjadi hari minggu.

Minggu pagi, ketika hujan turun cukup deras, handphone Abi berbunyi. Sayangnya, handphone Abi yang berbunyi itu rusak, Abi bisa mendengar suaramu berkata “Halo!” tapi kamu tidak bisa mendengar suara Abi. Abi cepat-cepat mengetik SMS untuk meminta waktu mengganti handphone. Lalu Abi menelpon balik.

“Assalaamu ‘alaikum!” Ucap Abi membuka percakapan.

“Kum salam,” jawabmu di ujung telepon sana.

“Abi ke sini, pagi-pagi. Syehan punya mainan baru!” Ucapmu dengan penuh semangat.

“Iya. Di sini hujan, Abi ke rumah Syaikhan setelah hujannya berhenti yah!” Jawab Abi. “Di rumah Syaikhan hujan nggak?”

“Udah behenti!” Jawabmu.

“Syaikhan punya mainan baru apa?” Tanya Abi lagi.

“Nanti Abi lihat aja,” jawabmu.

Itulah sepenggal perbicangan kita di awal hari minggu.

Setelah hujan reda, Abi langsung berangkat ke rumahmu. Sekitar pukul sembilan Abi tiba.

“Abiiii!” Teriakmu menyambut kedatangan Abi.

Abi langsung memelukmu dan mencium kedua pipimu. Kamu pun melakukan hal yang sama.

“Syaikhan kangen Abi, nggak?” Tanya Abi kepadamu yang berada di dalam gendongan Abi.

“Kangen,” jawabmu.

“Abi juga.”

Selanjutnya kamu mengeluarkan mainan barumu. Satu buah tas berwarna kuning berisi beberapa buku dan sebuah kotak besar yang berisi dua puluh kotak-kotak kecil bertuliskan angka.

“Gimana cara maininnya?” Tanya Abi.

Kamu pun menjelaskan bagaimana cara memainkan mainan baru tersebut. Rupanya, setiap halaman di dalam buku itu terdapat pasangan di halaman sebelahnya. Dui setiap halaman ada dua puluh gambar yang kemudian ditutup dengan kota-kotak bertuliskan angka. Jika satu kotak diambil maka akan terlihat gambar yang ditutupinya. Kemudian kotak bertuliskan angka itu dipindahkan ke halaman sebelah dengan gambar yang serupa. Jika semua kotak sudah dipindahkan, kemudian dibalik, maka akan terlihat susunan empat warna. Jika susunan empat warna itu sesuai dengan gambar yang berada di pojok kanan atas halaman, maka jawaban atau langkah-langkah yang dilakukan benar semua.

Selanjutnya, kamu mengeluarkan mainan mobil-mobilan. Kita bermain adu jauh. Mobil siapa yang bisa terlontar paling jauh, itulah pemenangnya.

Puas main mobil-mobilan, kamu mengajak Abi main bola. Ada tawa riangmu saat berhasil menjebol gawang yang Abi jaga. Abi pun sempat kewalahan menghalau tendanganmu yang bertubi-tubi. Keringat Abi bercucuran. Sementara tak ada tanda-tanda kelelahan di wajahmu.

Waktu Zhuhur tiba. Abi mengajakmu ke masjid dengan mengendarai sepeda motor. Abi sengaja melakukannya karena Abi kangen dengan suasana berdua di atas sepeda motor. Di sepanjang perjalanan Abi mendengarkanmu membaca surat Al-fatihah dan An-naas. Sedangkan untuk surat al-falaq, kamu baru menghafal beberapa ayat. Mudah-mudahan di pertemuan berikutnya, hafalanmu sudah bertambah.

Selepas shalat Zhuhur, sebelum kembali ke rumah, kamu asyik melihat kupu-kupu yang terbang di sekitar masjid. Lalu kamu mengejar kupu-kupu itu ke sana dan ke mari. Ketika kupu-kupu itu hilang di balik pohon atau di balik bangunan rumah, kamu diam. Begitu kupu-kupu tersebut muncul lagi, kamu kembali mengejarnya. Hingga akhirnya kupu-kupu itu pergi dan tak kembali.

Mungkin kupu-kupu itu yang menjadi inspirasimu untuk bernyanyi dalam perjalanan pulang. Kamu menyanyikan lagu yang diajarkan di sekolah. Kamu sudah hapal dengan liriknya, sementara Abi masih berusaha untuk mengingat-ingatnya. Kira-kira seperti inilah lagu yang kamu nyanyikan.

“Anjing Dog, Kucing Cat, Kupu-kupu Butterfly. Tikus Mouse, Bebek Duck, Sapi Cow”

Tiba di rumah, kita makan siang. Selanjutnya adalah waktumu untuk tidur siang.

“Syaikhan bobo siang, yah!” Pinta Abi.

“Syehan mau main mobil-mobilan, Bi.” Jawabmu.

Abi biarkan dirimu bermain mobil-mobilan meski Abi tidak menemani, hanya melihat dari tempat duduk Abi.

“Syaikhan, bobo siang yah!” Pinta Abi beberapa waktu kemudian.

“Nda mau, Bi!” Kamu kembali menolak.

“Kenapa nggak mau?” Tanya Abi.

“Kalau Syehan bobo, terus bangun, Abi ndak ada.” Jawabmu.

Rupanya kamu ingat kejadian di pertemuan kita sebelumnya. Di mana Abi menemanimu saat mau tidur, namun kemudian Abi pulang sebelum kamu terbangun. Tapi saat itu, Abi sudah berpamitan kepadamu sebelum kamu tidur. Iya, kan?

“Kalau gitu Abi nggak pulang. Abi nemenin Syaikhan bobo sampe bangun.” Abi membujukmu.

Kamu masih enggan meninggalkan mainan mobil-mobilanmu.

“Nanti Abi ceritain Nabi Sulaiman dan burung hud-hud.” Kembali Abi membujukmu.

Kali ini kamu bersedia. Kita berdua kemudian merapikan mainan mobil-mobilanmu dan menyimpannya. Lalu kamu langsung mengambil posisi tidur di samping Abi. Kita tiduran di sofa yang bisa dijadikan sebagai tempat tidur. Abi pun mulai bercerita tentang kisah Nabi Sulaiman dan Burung Hud-hud. Sebuah cerita yang selalu kamu minta sebagai pengantar tidurmu beberapa waktu yang lalu. Kita pun tertidur.

Sekitar pukul empat kurang lima belas menit kamu terbangun. Kamu bangunkan Abi dan mengajak Abi ke masjid. Kita pun pergi ke masjid meski adzan ashar sudah berkumandang sekian menit yang lalu. Abi dan kamu shalat ashar berjama’ah.

Sebelum naik ke motor untuk kembali ke rumah, Abi berkata kepadamu bahwa Abi akan pulang dan kita akan berpisah sementara waktu.

“Bi, nanti kalau Syaikhan pintar nambah yah!” Pintamu.

Syaikhan, bukan kamu saja yang ingin menambah waktu kebersamaan kita, Abi juga menginginkan demikian. Karena kamu sudah pintar, lebih pintar dari Abi di saat seusiamu.

Sampai jumpa lagi Syaikhan. Abi sayang Syaikhan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

14 respons untuk β€˜[14-01-2013] Dear Syaikhan…’

  1. tipongtuktuk Januari 16, 2013 / 13:34

    halo Syaikhan, sekarang multiply sudah sepi … he he he …

    • jampang Januari 16, 2013 / 13:44

      makanya pindahan ke sini πŸ˜€

  2. thetrueideas Januari 16, 2013 / 14:34

    keduax…

    pindahan di wepe soale πŸ˜€

    • jampang Januari 17, 2013 / 07:52

      ya… sekarang posting cerita di sini aja πŸ˜€

  3. Larasati Januari 17, 2013 / 06:24

    iya yah kalau nyuruh anak tidur trus pas bangun ortu udah gak ada hehehe

    • jampang Januari 17, 2013 / 07:53

      makanya syaikhan nggak mau bobo. pas dibilang ditemenin sampe bangun baru dia mau bobo

      • Larasati Januari 17, 2013 / 08:03

        haha ponakanku juga begitu kalau suruh tidur siang gak mau dan jawabannya sama “pasti ditinggal pergi” hehe

      • jampang Januari 17, 2013 / 08:18

        semua anak kecil sama kali yah… masih ingin ditemenin πŸ™‚

  4. syifarah03 Januari 17, 2013 / 12:27

    Seneng bisa ketemu Syaikhan di sini, meski ga di MP lagi. Btw ada yg masih suka mampir ngintipin MP kah?

    • jampang Januari 17, 2013 / 12:33

      sekarang saya postingnya di sini, mbak.
      di MP masih ada yg posting. saya posting link aja yang ngajak ke sini πŸ˜€

  5. matahari_terbit Januari 17, 2013 / 17:37

    mainannya baguuus yang di foto.. comot ah.. haghag

    • jampang Januari 17, 2013 / 20:01

      kaya kue aja dicomot πŸ˜€

  6. ibuseno Januari 18, 2013 / 15:58

    Syaikhan makin gede… makin pinter ya Abi…

    • jampang Januari 18, 2013 / 16:04

      alhamdulillah, teh πŸ™‚

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s