Mengurus Perpanjangan SIM

sim cDesember 2002 silam, saya baru membeli sebuah sepeda motor bebek bernomor seri B 3659 GE. Saya pun sudah memegang izin untuk mengendarai sepeda motor tersebut dengan adanya SIM C di tangan. Karena SIM hanya berlaku selama lima tahun, maka selama kurun waktu 2002-2013 saya sudah dua kali melakukan perpanjangan SIM. Pertama di tahun 2008 dan yang terakhir di tahun 2013, tepatnya kemarin, Senin, 25 Februari, yang menjadi hari terakhir berlakunya SIM C yang saya miliki.

Di tahun 2008, saya mengurus perpanjangan SIM di Polres Depok. Saya yang tidak tahu bagaiman prosedurnya langsung mendaftar untuk membuat SIM baru karena domisili saat pembuatan SIM di Jakarta sedangkan saat itu saya tinggal di Depok. Setelah melakukan pendaftaran, tes kesehatan, serta membayar biaya perpanjangan SIM (saat itu kalau tidak salah berkisar Rp. 80.000 – Rp. 90.000), saya baru bertanya kepada petugas apakah bisa saya memperpanjang SIM saja dan bukan membuat baru. Jawabannya adalah “bisa”. Saya pun tak haru mengikuti tes teori dan praktek.

Untuk proses perpanjangan SIM yang kedua kali kemarin, lokasinya sudah bukan di Polres Depok lagi, melainkan di Pasar Segar Jalan Tole Iskandar. Sebenarnya proses perpanjangan SIM bisa dilakukan di Mobil SIM Keliling. Tetapi karena saya tidak tahu jadwalnya dan setelah saya googling ternyata jadwal hari itu lokasinya lebih jauh, saya saya tidak memilih lokasi Mobil SIM Keliling.

Jadwal Mobil SIM Keliling saya dapatkan dari hasil googling untuk wilayah Depok adalah sebagai berikut :

1. Senin : Honda Motor Care Jl. Raya Sawangan Pancoran Mas Depok
2. Selasa : Perum Mutiara Depok Jl. Raya Tole Iskandar Sukmajaya
3. Rabu : DTC Maharaja Jl. Raya Sawangan Pancoran Mas Depok
4. Kamis : Ramayana Cinere (Perempatan Dinasti)
5. Jumat : Detos Jl. Raya Margonda
6. Sabtu : Margocity Jl. Raya Margonda
7. Minggu : Ruko Pesona Khayangan Jl. Raya Juanda

Saya tiba di Pasar Segar sekitar pukul sembilan kurang beberapa menit. Setelah bertanya-tanya kepada seorang bapak yang juga sedang mengurus SIM saya mendapatkan informasi mengenai prosedur perpanjangan SIM. Sebenarnya ada meja informasi tetapi saya tidak melihat seorang petugas yang berada di sana.

Langkah pertama, saya harus mempersiapkan dua lembar fotokopi KTP. Tak jauh dari loket pendaftaran terdapat kios fotokopi. Untuk fotokopi KTP sebanyak dua lembar, biayanya Rp. 1000.

Langkah kedua, saya mendatangi ruang tes kesehatan yang letaknya agak jauh di bagian belakang. Saya menyerahkan selembar fotokopi KTP kepada petugas. Untuk pengecekan tekanan darah dan mata, saya mengeluarkan uang kurang lebih Rp. 22.000. Saya tidak ingat pasti dan saya juga tidak mendapatkan bukti pembayaran berupa kwitansi atau struk. Saya hanya mendapatkan selembar kertas berwarna hijau yang saya tak tahu isinya apa karena tak sempat membacanya.

Langkah ketiga, dari ruang tes kesehatan, saya mennuju loket pembayaran asuransi. Di loket ini, petugas meminta selembar fotokopi KTP lagi dan uang asuransi sebesar Rp. 30.000. Di loket ini saya langsung mendapatkan kartu asuransi yang langsung jadi.

Langkah keempat, saya membawa dokumen yang sudah saya terima dari loket sebelumnya beserta SIM asli ke bagian pendaftaran. Petugas loket pendaftaran kemudian meminta saya masuk ke dalam ruangan untuk menandatangani formulir. Jadi tak ada formulir yang saya isi kecuali tanda tangan itu.

Di bagian pendaftaran ini, petugas loket meminta biaya pendaftaran sebesar Rp. 135.000. Lagi-lagi tanpa tanda bukti berupa kwitansi atau struk pembayaran.

Selesai di bagian pendaftaran, saya menunggu di ruang tunggu.

Langkah kelima adalah proses pengambilan foto. Sekitar pukul sembilan lebih tiga puluh menit, saya dan beberapa orang lainnya dipanggil ke ruang foto. Setelah pengambilan sidik jari kiri dan kanan serta tanda tangan, foto saya pun diambil. Cekrek!

Langkah terakhir adalah pengambilan SIM yang sudah selesai. Tak lebih dari lima menit dari pengambilan foti, nama saya dipanggil kembali untuk mengambil SIM yang sudah jadi.

Begitulah proses yang saya lakukan kemarin. Semoga bermanfaat.

*****

Di luar proses yang saya lakukan seperti saya ceritakan di atas, saya mendapati beberapa kejadian lain. Di antaranya adalah adanya orang yang menawarkan bantuan alias calo. Orang tersebut menawarkan jasanya dengan biaya tambahan sekitar lima puluh ribu dari total biaya yang saya keluarkan dan adanya seseorang yang dipanggil secara pribadi, bukan melalui pengeras suara yang kemudian menuju tempat lain selain ruang yang ada.


Tulisan Terkait Lainnya :

8 thoughts on “Mengurus Perpanjangan SIM

  1. matahari_terbit Februari 26, 2013 / 20:36

    owh.. perpanjang SIM tu pake tes lagi yak *maklum ga pernah *ga bisa naik motor.. haha

    • jampang Februari 27, 2013 / 12:38

      nggak pake tes mbak kalau perpanjangan SIM. tapi katanya di peraturan yang baru berlaku maret ini kalau telat sehari nggak bisa perpanjang lagi tapi harus buat baru dan artinya ya pake tes

  2. Ina Februari 26, 2013 / 23:02

    jadi keinget lagi deh klo aku gak punya sim dan belum ngurus2 pulaaaa… hiks.
    so, punya sim baru 10 tahun ini nih?

    • jampang Februari 27, 2013 / 12:39

      kalau nggak perlu ya nggak usah 😀

      yup…. punya SIM baru

      • Ina Februari 27, 2013 / 15:53

        perlu sih sebenarnya… udah sering ngendarai sendiri juga. inget2 buat ngurus ah

      • jampang Februari 27, 2013 / 17:23

        semoga lancar prosesnya nanti.

    • jampang Februari 28, 2013 / 09:18

      total sekitar 185.000, mas.
      naik dua kali lipat dari lima tahun sebelumnya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s