Dingdong!

Apakah ada yang masih ingat dengan alat permainan bernama  Dingdong?

http://shutterstock.com/

??Dahulu, semasa sekolah dasar dan mungkin sekolah menengah pertama, sebelum saya memiliki Nintendo, komputer, atau laptop, saya sering sekali mendatangi super market bernama Akasia dan Topazz untuk memainkan Dingdong. Jika di Topazz, Dingdong yang tersedia hanya beberapa saja, tak lebih dari lima buah. Ruangannya tanpa AC karena di ruang terbuka, dan ongkos sekali main cukup lima puluh rupiah. Sedangkan di Akasia, Dingdong yang disediakan sangat banyak karena ruangannya memang besar juga ber-AC. Karenanya, untuk memainkan satu kali permainan lebih mahal, dua ratus rupiah. Dari kedua tempat tersebut, saya lebih sering datang ke Akasia meski jaraknya lebih jauh. Sedikit kisahnya sudah pernah saya ceritakan di tulisan berjudul “Akasia : Kisah Tragis.”

Ada satu pengalaman yang sebenarnya tidak menyenangkan ketika saya sedang memainkan game yang entah apa namanya, yang jelas tokoh jagoannya membawa senapan mesin yang aksinya rada mirip Rambo. Saat memainkannya, tangan kiri saya megang stick sedang jari tangan kanan saya memencet dua tombol yang berfungsi untuk menembak dan melempar granat.

Saat itu, Dingdong yang saya mainkan bisa digunakan untuk 2 Player. Saya berada di sisi kiri dan seorang lagi di sisi kanan. Keanehan terjadi ketika saya melihat tokoh yang saya mainkan sering sekali melempar granat padahal saya tidak menekan tombol granat sesering itu. Akibatnya, ketika saya menekan tombol paling kanan untuk melempar granat, persediaannya sudah habis.

Ternyata oh ternyata, secara sengaja, teman bermain saya itu, menggunakan jari kelingking kirinya untuk menekan tombol granat milik saya sambil menggerak-gerakkan stick. Itulah penyebabnya kenapa persediaan granat saya cepat habis.

Masa pun berganti…

Setelah saya bisa membeli komputer lalu laptop, permainan pun berubah. Game komputer yang cara memainkannya mirip-mirip dengan Dingdong tak lagi saya gemari. Game yang kini saya sukai adalah game dengan jenis strategy seperti Age of Empire, Commandos, Stronghold, Empire Earth, dan sejenisnya. Termasuk yang kini saya mainkan di sela-sela waktu, Heroes of Magic.

23 respons untuk ‘Dingdong!

  1. nengwie April 1, 2013 / 21:58

    hehehe..dingdong..jadul banget yaah…tapi asyik mainnya drpd di kompi 🙂

    • jampang April 2, 2013 / 10:07

      ya dulu sih asyik, teh. karena keren pada masanya.
      sekarang udah ada laptop ya main di laptop, gamenya juga lebih seru…. menurut saya

  2. pindahanmultiply April 1, 2013 / 22:03

    Yang tembak2an jagoannya Rambo juga ada bang, granatnya pakai panah yang ada bomnya. Ane dulu juga pernah main 😀

    • jampang April 2, 2013 / 10:08

      kayanya saya belum pernah mainin yang kaya gitu, mas 😀

      • pindahanmultiply April 3, 2013 / 13:51

        yang paling bete kalau ada yang sok ngajarin main bang, padahal sih ingin main gratis karena gak punya duit. Akhirnya menang juga enggak malah kesal 😦

      • jampang April 3, 2013 / 14:43

        😀

        entah saya pernah nemuin apa nggak yg model gitu, mas

      • pindahanmultiply April 4, 2013 / 09:41

        kalau dingdongnya dekat daerah-daerah yang dihuni kalangan menengah ke bawah suka gitu bang, salah satunya di Raya Theater yang dulu pernah ada di Pasar Rumput, yg sekarang sudah terbakar atau di Bioskop Guntur. Semuanya sekarang sudah tidak ada lagi

      • jampang April 4, 2013 / 11:22

        sepertinya di kedua tempat yang saya ceritakan di atas untuk kalangan menengah ke bawah, mas.
        mungkin ada kali yang kaya gitu, cuma kalau saya belum nemuin.

  3. tinsyam April 1, 2013 / 22:34

    pernah main dingdong sih..

    • jampang April 2, 2013 / 10:08

      seru kan mbak…. apalagi banyak yang nonton

      eh tapi tergantung yang main sih, kalau mainnya jago yang nonton pasti banyak

  4. elam April 2, 2013 / 08:48

    di android ada software main dingdong jg bang. Sekali2 main buat mengenang masa lalu, hehe…

    • jampang April 2, 2013 / 10:10

      ada dingdong portable… xixixixixi…. punya syaikhan

      kalau android, mending game yang lain aja…. tapi jarang main game di android…. baterenya cepet ngedrop

  5. ibuseno April 2, 2013 / 09:46

    Dingdong hihi.. sering main ginian waktu jaman pacaran sambil nunggu film main di bioskop

    • jampang April 2, 2013 / 11:30

      😀

      pernah juga ternyata….

  6. jaraway April 2, 2013 / 20:35

    dulu ga suka main ding dong.. sukanya naik robot2an.. ahahah

    • jampang April 2, 2013 / 20:56

      nah, di akasia itu ada juga robot2an, bombom car dan mainan lainnya…. 😀

  7. Ina November 11, 2013 / 20:44

    masak sekarang dah nggak ada ding dong? yg di-deskripsikan kyanya aku paham. fisik mesin harusnya mirip gembot deh mas…

    • jampang November 11, 2013 / 21:00

      mbak perna ke timezone atau arena bermain? biasanya ada tuh mesin mainan yang digemarin anak-anak yang mainnya harus pake kartu. nah bentuk dan besarnya seperti itu. besar.

      kalau gembot di dalam pengertian saya, itu bentuknya kecil dan dulu ketika saya sekolah di sewain lima puluh perak sekali main, dan diiket pake tambang biar nggak dibawa lari

      • Ina November 12, 2013 / 22:33

        iya yg di timezone kan gede2 gtu tempatnya? emang itu dinamain apa? cuman duduk manis sih biasanya… ga ikut2an main.

      • jampang November 13, 2013 / 04:46

        nah dulu… yg ukurannya segitu di tempat saya dinamain dingdong. saya googgling juga udah susah nayri gambarnya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s